Seoul di Shimizu

Restoran Korea yang hidup dan terjangkau, di Shimizu

Oleh Peter Sidell   

Untuk makan malam di Shimizu setelah menjalani hari yang sangat melelahkan untuk menjelajah Kuil Seiken-ji dan Jalur Satta Toge, saya tidak ingin pergi terlalu jauh. Alhasil, saya pun hanya berjalan mondar-mandir menelusuri jalur perbelanjaan yang berdampingan dengan hotel saya. Saya pun menemukan sebuah restoran Korea, dengan menu yang memikat hati saya, dan meski makan siang saya adalah makanan Korea, saya tetap memutuskan untuk masuk. Orang-orang Korea kan makan masakan Korea dua kali dalam satu hari, pikir saya, jadi kenapa tidak?

Tempatnya sangat hidup, dan sangat ramah, dengan ruang tengah yang tinggi di mana Anda dapat duduk di atas karpet tatami dan memasukkan kaki ke dalam lubang di bawah meja. Di sekitarnya terdapat booth-booth untuk dua hingga empat orang, dan ada paling tidak satu area privat di sudut ruangan. Atmosfer yang terpancarkan sangat hangat dan bersahabat, apalagi ketika restoran ini mulai ramai, sangat sejalan dengan tembok-tembok berwarna dan dekorasi yang unik, foto-foto makanan, kipas-kipas besar yang dekoratif, serta lukisan berpigura yang tersebar di dalam ruangan.

Adalah chijimi (panekuk pipih dengan isian) yang menarik perhatian saya kala itu: mereka memiliki pilihan hidangan laut dan keju/kimchi dalam menu, jadi saya bertanya apakah mereka bisa membuatkan isian campuran keju-kimchi-seafood, dan ternyata mereka bisa (dengan biaya lebih, yakni ¥1000). Rasanya sangat lezat. Kejunya yang ringan dan lembut sangat kontras namun nikmat dengan paduan rasa kimchi yang unik, dalam porsi yang besar pula, membuat saya kenyang sekaligus puas. Tentu saja, sudah merupakan menjadi peraturan dalam sebuah restoran Korea untuk menyantap kimchi sebagai hidangan sampingan juga: saya memilih varian kakuteki, yakni potongan-potongan dadu renyah yang rasa pedasnya tak mudah untuk dilupakan.

Menunya tersedia dalam Bahasa Jepang dan Korea saja: tidak ada yang berbahasa Inggris, namun terdapat banyak gambar-gambar dengan tulisan Jepang sehingga Anda dapat mencocokkan harganya. Saya sendiri tidak begitu bisa membacanya, namun dari apa yang bisa saya tafsir, daging-daging memiliki harga sekitar ¥780 dan ¥1380, salad mulai dari ¥290 sampai ¥980, chijimi ¥680 atau ¥780 (lebih mahal apabila Anda meminta yang aneh-aneh seperti saya), hidangan nasi atau mi ¥780 sampai ¥980. Tentu saja daftar menu berbahan dasar kimchi sangat banyak, dengan harga ¥290-¥390 per porsi, atau ¥780 untuk pilihan tiga menu.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Peter Sidell

Tinggalkan komentar