Kuil Dragon Ball Okadera

Rumah bagi Buddha yang Mengabulkan Doa dan Dragon Ball

Oleh Bryan Baier   

"Okadera adalah kuil 'Dragon Ball" canda seorang pendeta.

"Sungguh? Lalu dimana ketujuh Dragon Ball itu? Aku punya beberapa permintaan doa nih."

Okadera atau “Ryugaiji,” Kuil Penutup Naga, nama resminya, merupakan Kuil Buddha yang didirikan tahun 663 oleh Pendeta Buddha Gaien. Menurut legenda kuil, ada seekor naga yang menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi masyarakat di dekat Desa Asuka. Gaien kemudian menghadapi naga itu dan mengalahkannya, lalu mengurungnya di sebuah kolam. Gaien menempatkan sebuah batu besar, “Ryugai” atau "Penutup Naga" di kolam untuk mencegah naga tersebut melarikan diri. Bisa jadi jantung naga itu diperbaharui oleh Gaien dan sekarang sang naga menjadi dewa kuil ini. Kolam Penutup Naga (Ryugai-ike) dan penutup naga masih ada hingga hari ini di tanah Okadera. Naga ini menjadi dewa air dan cuaca di Jepang dan dikatakan bahwa jika penutup naga bergoyang atau bergoncang maka hujan akan segera turun. Aliran Buddha Jepang yang mengimani pembersihan diri seseorang dari "yaku" (roh jahat atau ketidakberuntungan) lahir di Okadera sebagai hasil dari legenda naga.

Setelah pendeta selesai menceritakan kisah ini (dan sesudah lebih banyak lagi lelucon tentang Dragon Ball), ia menuntun ku ke sebuah kotak kaca penuh dengan bola-bola kayu kecil yang ditandai dengan kanji Okadera.

"Inilah dragon ball itu," katanya. "Bola-bola ini disebut ‘ryutama’ or ‘negaitama’ dalam bahasa Jepang yang artinya "dragon ball" atau "bola pengharapan." Naga memiliki sebuah bola dekat ujung ekornya yang dapat digunakannya untuk mengabulkan harapan. Buatlah permintan, apapun tidak masalah. Okadera adalah kuil pengabul harapan." Masing-masing dragon ball itu memiliki penutup (penutup naga mini) yang diikat ke bola dengan benang merah, dan di bawah penutup ada segulung tipis kertas (naga mini) disimpan di dalam dragon ballnya. Tuliskan harapanmu di kertas, dan letakkan kembali ke dragon ballnya lalu gantungkan di pohon di luar aula utama.

Setelah harapan selesai dibuat, aku melangkah ke Hondo (aula utama) kayu yang sangat besar yang merupakan rumah bagi idola penyembahan terpenting di Okadera, Nyoirin Kannon Bosatsu, Buddha Pengabul Doa. Nyoirin Kannon Bosatsu dibangun dari tanah liat pada abad ke -8 yang membuatnya menjadi patung Buddha dari tanah liat tertua di Jepang. Patung ini dicat cerah, dan warna aslinya masih bisa terlihat di mata dan bibir Buddha. Karena ukuran, usia, dan nilai penting dari patung Buddha Okadera ini menyebabkannya diperhitungkan sebagai satu dari 3 patung Buddha besar dari Nara (dua lainnya adalah Buddha kayu di Hasedera dan Buddha perunggu di Todaiji).

"Doa yang dikeluarkan dari hati yang murni akan dikabulkan oleh Buddha," tutur sang pendeta. "Harapan apapun tidak masalah, namun kebanyakan orang datang ke sini untuk mendoakan kesehatan atau pemulihan dari sakit."

Di samping patung Buddha pengabul doa dan dragon ball, Okadera telah direkonstruksi menjadi pagoda 3 lantai (pagoda asli telah rusak dihantam badai topan pada tahun 1472), dan sebuah gerbang Niomon (dewa penjaga) dibangun tahun 1612, juga menara lonceng Shorodo dan loncengnya. Lonceng ini punya 7 lobang yang dibor oleh militer Jepang selama Perang Dunia II untuk memeriksa kelas logamnya (dan nyaris disita). Lobang-lobang itu malah membuat suara lonceng menjadi lebih lembut dan diyakini bahwa kekuatan pengabulan doa dari loncengnya meningkat karena batalnya lonceng disita untuk kepentingan perang. Pepohonan mapel di taman Okadera menciptakan penampilan luar biasa dari api musim gugur yang datang di bulan November, dan bunga-bunga musiman mewarnai tempat ini di bulan April dan Oktober.

Meskipun di sana terdapat sebuah kereta Jalur Kintetsu yang dinamakan "Okadera," sesungguhnya kuil ini cukup jauh dari stasiun. Bis dari Okadera dan dekat Asuka dan Stasiun Kashihara Jingumae juga tersedia. Namun jauh lebih nyaman menyewa sebuah sepeda dari Asuka Renta-Cycle dan menikmati situs lain yang ada di Desa Asuka dimana Okadera berada. Ingin harapanmu dikabulkan? Ingin lebih jauh lagi mempelajari budaya dan sejarah Jepang? Atau hanya ingin menikmati pemandangan indah? Okadera dapat mengabulkan semuanya. Tempat ini kan kuil Dragon Ball. Selamat Jalan-jalan!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Santy Tobing

Santy Tobing @santy.tobing

no one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow. 

Artikel asli oleh Bryan Baier

Gabung diskusi

Febry Fawzi 3 tahun yang lalu
Ketika membaca ini, di kepala saya langsung terputar soundtrack Dragon Ball versi Indonesia :'))