Transportasi di Kyoto

Cara terbaik mengunjungi tempat-tempat menarik di Kyoto

Oleh Cordelia Ding   

Ada banyak perusahaan kereta api di Kyoto, yang artinya, Anda memiliki banyak pilihan dan kemungkinan untuk memilih, bukan? Namun sebenarnya tidak demikian, karena Anda memerlukan teknik untuk mencari yang mana yang paling efektif, murah, untuk kereta yang akan Anda pilih tiap hari. Saya sudah tinggal di Kyoto selama dua bulan, dan masih sulit memahami kompleksitas sistem kereta api Kyoto. Jadi dalam artikel ini, saya akan mencoba membuat panduan untuk transportasi di Kyoto!

Saya akan coba membahas empat pilihan transportasi yang populer: Kereta api Keihan Electric, Kintetsu-Kyoto Line, JR line, dan Kyoto City Bus. Karasuma Line dan Hankyu Line memiliki tarif yang terlalu mahal, jadi tidak akan saya bahas secara mendetil.

Keihan Line

Ada semacam kesepakatan bagi orang Kyoto yang menyebutkan bahwa kereta api Keihan Electric, atau disingkat Keihan, adalah yang perusahaan kereta api yang paling sering digunakan di Kyoto. Keihan Line sangat populer karena terjangkau dan lokasi stasiunnya yang praktis ditemui. Lokasi paling praktis untuk Keihan Line adalah di Gion (Stasiun Gion-Shijo) dan Sanjo (Stasiun Sanjo). Untuk alasan inilah, banyak wisatawan lebih sering menggunakan Keihan Line ketika mereka berencana pergi ke Gion dan area pinggiran Kyoto. Anda juga bisa pergi ke kuil Fushimi Inari dengan pemberhentian yang praktis, "Fushimi Inari", sama halnya dengan pemberhentian di dekat Kiyomizu-Dera (Kiyomizu-Gojo). Secara keseluruhan, Keihan Line memiliki pemberhentian yang dekat dengan lokasi menarik wisatawan, yang membuatnya menjadi pilihan yang tepat bagi para wisatawan. Permasalahannya hanya satu: tidak ada pemberhentian di stasiun Kyoto. Stasiun terdekatnya yaitu di Stasiun Shichi-jo sekitar empat belas menit berjalan kaki dari Stasiun Kyoto. Keihan Line ini merupakan pilihan paling murah untuk berwisata ke Osaka, di mana lokasi pemberhentian terakhirnya adalah Stasiun Yodoyabashi. Bila dibandingkan dengan tiket satu arah seharga ¥560 dari Stasiun Kyoto, tentu lebih murah dengan tiket satu arah seharga ¥400 ke Yodoyabashi.

Keihan Line adalah pilihan yang tepat untuk perjalanan ke: Gion, Sanjo, Osaka (Stasiun Yodoyabashi)

Kintetsu Line

Untuk mencapai Stasiun Kyoto, pilihan paling efisien secara harga adalah dengan menggunakan Kintetsu-Kyoto Line, yang beroperasi tepat dari Stasiun Kyoto. Kintetsu Line juga memiliki pemberhentian di Kuil Toji, lokasi wisata menarik lainnya. Jalur ini terkadang sedikit lebih mahal, karena mereka berbagi dengan jalur Karasuma Subway Line yang mahal.

Kintetsu Line merupakan pilihan terbaik untuk perjalanan ke: Stasiun Kyoto, Kuil Toji, Uji.

JR Line

Bagi wisatawan, Perusahaan JR Railway adalah yang paling terkenal di Jepang. Ini karena JR Rail Pass mereka yang sangat praktis bagi wisatawan. Tetapi, jika anda berada di Kyoto untuk waktu yang singkat, JR Pass 7 hari mungkin kurang bermanfaat karena kereta JR di daerah barat kemungkinan lebih mahal dari yang diperkirakan. Walaupun demikian, masih ada beberapa tempat menarik yang bisa Anda kunjungi menggunakan JR Line dengan harga yang cukup bersahabat.

JR Line adalah pilihan yang tepat untuk perjalanan ke: Uji, Arashiyama.

Kyoto City Bus

Kereta adalah alat transportasi yang paling sering digunakan, namun Kyoto City Bus juga merupakan pilihan yang cukup praktis. Ada pass-satu hari seharga ¥500 yang sangat berguna jika Anda ingin menjelajah lokasi wisata di Kyoto selama satu hari. Beberapa contoh alur perjalanannya termasuk Kinkakuji, Ginkakuji, Kiyomizu-dera dan Gion. Bus ini juga ke arah Arashiyama, dan bahkan lebih murah dari JR Line (¥240 sekali jalan), jika Anda ingin pergi ke Arashiyama dan tempat lain dalam sehari.

Sebagai kesimpulan, karena sistem transportasi Kyoto itu luas dan kompleks, pastikan Anda mempersiapkan jadwal sebelumnya jika nda berwisata dengan budget terbatas, atau anda ingin menyimpan uang anda untuk menikmati makanan lezat nanti!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Nargis Primadiba

Nargis Primadiba @nargis.primadiba

Artikel asli oleh Cordelia Ding

Tinggalkan komentar