Mencicipi Issen Yoshoku

Peringatan: Anda Akan Sangat Ingin Kembali

Setelah perjalanan panjang tamasya ke candi dan kuil Kyoto, saya memutuskan saatnya makan siang. Saya sangat bersemangat naik dan turun Raku dan bus kota sehingga terlambat-- hampir sekitar pukul 4 pm ketika saya melewati restoran tradisional Jepang di sudut Gion ini. Saya sedikit mengetahui bahwa tempat ini menyediakan Issen Yoshoku yang melegenda dalam waktu yang lama.

Berlokasi strategis setelah persimpangan Kawabata dan jalan Shijo, Issen Yoshoku tidak memiliki tanda berbahasa Inggris di depan kedainya. Tetapi Anda akan dengan mudah menemukan tempat ini, karena lampion besar berwarna merah dan poster tua, sosok lucu anak kecil yang dikejar-kejar anjing, dan juga bendera mini negara-negara lain. Jika semua itu masih tidak cukup, hampir setiap waktu para pembeli mengantri untuk melihat chef handal memasak di dapur terbuka mereka, langsung berada di sebelah pintu masuk. Juga terdapat papan kecil berisi informasi mengenai menu makanan, bumbu-bumbu, dan tidak lupa: sebuah peringatan bahwa Anda akan ingin makan lagi dan lagi. Dan percayalah, peringatan itu tidak berbohong.

Jadi, apa sebenarnya Issen Yoshoku itu? hampir sama dengan makanan Jepang Okonomiyaki. Issen Yoshoku terbuat dari daun bawang, daging sapi, telur, jahe, udang kering, adonan tempura, saus ikan panggang, jel konjak, bonito kering, dan tentu saja tepung. hal terbaik adalah sajian disiapkan setelah dipesan, jadi dipastikan Anda mendapatkan makanan Anda fresh dari dapur.

Anda dapat menyantap Issen Yoshoku selama masih hangat setelah didinginkan di suhu ruang. Kalau saya, saya tidak bisa menunggu lebih lama, jadi saya dengan cepat menghabiskan satu porsi kurang dari 10 menit! Kaya rasa, lezat dan memuaskan. Dan ya, nagih! itulah mengapa kebanyakan orang memesannya lagi meskipun telah menghabiskan satu porsi.

Kedai menawarkan Issen Yoshoku sebagai menu satu-satunya seharga 680 Yen. Tapi percayalah, hanya butuh satu menu untuk membuat Anda ingin lebih!

0
0

Tinggalkan komentar