Distrik Sagano di Kyoto

Edison, bambu dan daun musim gugur

Oleh Ryohei Suenaga   

Ingin berjalan-jalan dengan damai di Kyoto? Sagano, atau Arashi-yama adalah nama distrik yang berlokasi di bagian barat Kyoto. Terdapat banyak kuil Shinto, kuil Buddha, dan keindahan alam seperti suara lembut yang mengalir di sungai atau gunung penuh hutan yang berubah warna di setiap musimnya. Anda dapat menikmati jalan-jalan dengan suasana santai sepanjang tahun, kecuali di musim semi. Saya ingin memperkenalkan empat tempat kesukaan saya hari ini. Namun Anda tidak diwajibkan mengikuti ini, karena tetap terdapat kesenangan dari hanya sekedar berjalan berkeliling dan menikmati apapun yang Anda sukai. Keempat tempat tersebut adalah jembatan Togetsu-kyo, kuil Tenryu-ji, hutan bambu dan kuil Jojakko-ji.

Landmark tempat ini adalah jembatan bernama Togetsu-kyo. Jembatan dibangun lebih dari 1000 tahun lalu di zaman Heian. Nama Togetsu-kyo terdengar indah dalam bahasa Jepang karena karakter kanji “togetsu” merujuk pada kata bulan dan melintasi. Dikatakan bahwa ketika Kaisar berkata “Bulan melintasi sungai” di kegelapan malam, Dia sangat berkesan dengan pergerakan penuh bulan di atas jembatan. Hal ini yang menyebabkan jembatan disebut dengan nama Togetsu-kyo sejak saat itu. Sekarang jembatan tersebut terbuat dari beton. Pemerintah memutuskan bahwa jika direnovasi nanti, akan dibuat pula pegangan tangan dan bagian muka jembatan terbuat dari kayu, agar tercipta harmonisasi dengan panorama sekitar dan membangun lingkungan. Terdapat banyak toko oleh-oleh dan restoran dimana masakan tahu sangat direkomendasikan.

Kuil Tenryu-ji dibangun pada tahun 1339 dan telah rusak oleh api sebanyak delapan kali dalam sejarah. Bangunan saat ini direnovasi pada tahun 1876. Kuil ini merupakan kuil Zen Buddha dengan rangking tertinggi di Jepang, dimana Anda dapat merasakan pengalaman melatih Zen dari jam 09.00 hingga jam 10.00 pada hari minggu ke dua setiap bulannya. Kuil memiliki taman khas Jepang yang biasanya berada di samping gedung utama. Taman didisain oleh Muso Soseki, biksu Zen, dan ditandai dengan layout meniru pemandangan alam dengan bagian penting seperti bukit, ikan mas berenang di kolam, pohon pinus dan lentera batu. Anda dapat menikmati pemandangan indah dengan pegunungan tepat di belakang taman. Taman jenis ini memiliki teknik disain yang mencoba memadukan latar belakang ke dalam layout. Hal ini disebut dengan shakkei yang berarti meminjam pemandangan.

Keluar dari Tenryu-ji, Anda dapat mencium bau hutan bambu yang dibangun oleh bangsawan yang tinggal di sekitar tempat ini pada zaman Heian. Sebuah jalan indah didisain agar Anda dapat santai dan bernapas dalam udara segar. Kerajinan bambu tersedia juga di sini.

Anda mungkin pernah mendengar raja penemu, Thomas Alva Edison. Terdapat cerita menarik bahwa ketika menemukan lampu listrik, ia menggunakan serat bambu dari hutan ini untuk mengembangkan kawat pijar. Peristiwa ini dirayakan dalam monumen di sebuah sudut. Ketika berjalan melintasi hutan, Anda akan menemukan jalan sempit menuruni sungai. Sangat sunyi dan Anda dapat dengan mudah kehilangan diri sendiri dalam keindahan alamnya.

Kuil Joujakkou-ji adalah salah satu tempat paling indah di Kyoto pada musim gugur. Ingatlah nama ini dan pergilah ke sana pada bulan November. Anda dapat pindah ke dunia lain melihat daun musim gugur menakjubkan dalam berbagai warna.

Terdapat banyak tempat indah lainnya untuk dilihat disekitar sini. Saya rekomendasikan bahwa Anda harus menghabiskan satu hari berkeliling sekitar dengan makan siang kotak bento dan membuat cerita Sagano dengan penemuan baru Anda.

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang Kuil Tenryu-ji

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Dian Retno Mayang Sari

Dian Retno Mayang Sari @dian.retno.mayang.sari

My 2nd home country is my-yasashi-yokoso Japan!

Artikel asli oleh Ryohei Suenaga

Tinggalkan komentar