Yokohama Port Museum & Nippon Maru

Pintu Gerbang Sejarah Maritim Jepang

Oleh Midya   20 Agt 2015

Yokohama adalah kota pertama di Jepang yang menjadi pembuka jalur perdagangan sekaligus hubungan internasional Jepang dengan negara-negara lain di dunia. Sebut saja industri film, pendidikan, penemuan kesehatan, dan sebagainya. Oleh sebab itulah datang ke Yokohama Port Museum ada dalam to-do-list saya yang pertama saat menginjak kaki di kota ini. Apakah saya menemukannya sesuai harapan?

100% iya! Waktu 60 menit saya perlukan untuk menjelajahi museum yang dibuka sejak tahun 1989 ini. Terletak di distrik Minato Mirai 21 museum ini merangkum lengkap sejarah bagaimana Pelabuhan Yokohama memiliki peran penting terhadap kehidupan warga Jepang sejak pembukaannya. Saya cukup beruntung hari itu, karena termasuk wisatawan asing maka saya dapat potongan harga tiket sebesar 200 yen. Promo ini berlangsung hingga bulan September.

Museum Pelabuhan Yokohama terdiri atas 2 zona, Zona Sejarah yang kemudian dibagi pada beberapa periode selama 150 tahun berdirinya museum ini dan Zona Rediscovery yang menampilkan bagaimana sistem dan peranan pelabuhan Yokohama bekerja pada konstruksi, sistem transportasi, hingga kehidupan dan lingkungan masyarakat.

Di zona pertama, kita bisa melihat bagaimana pelabuhan ini membuka jalan bagi pendatang dari berbagai negeri dan profesi; seniman, ilmuwan, pengusaha, pelajar, wisatawan, dsb. Budaya bangsa-bangsa bertemu dan berakulturasi. Terdapat repro foto komedian Charlie Chaplin dan aktivis sosial Helen Keller.

Di setiap ruang kita bisa melihat replika kapal-kapal dari berbagai negara di dunia yang berperan atas lajunya perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di Jepang. Perang Pasifik pada 1937-1945 turut melumpuhkan aktivitas di pelabuhan Yokohama. Pelabuhan sepenuhnya berada dalam pengawasan pemerintah, dan kota mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan udara.

Di ruang berikutnya, ditampilkan bagaimana Yokohama kembali bangkit ketika perang usai, kembali berfungsi menjadi pintu gerbang yang menyambut dan melepas orang-orang. Kondisi kota yang terbuka memungkinkan budaya berpenetrasi lewat musik, film, juga buku bacaan. Museum ini juga memiliki perpustakaan dengan koleksi yang diklaim cukup lengkap, sehingga tentu bisa jadi referensi yang menarik jika kita ingin belajar lebih jauh tentang kemaritiman.

Saat keluar saya pun tak melewatkan Nippon Maru yang berdiri gagah di seberang museum, sebuah kapal yang diluncurkan pada tahun 1930 dan menjadi pusat pelatihan para calon perwira kelautan sampai tahun 1984. Kini Nippon Maru sudah “pensiun” dan menjadi aset sejarah yang dilindungi. Meski sudah berumur panjang, fisiknya yang kokoh serta interiornya yang apik masih terjaga dengan sangat baik.

Museum ini layak dikunjungi karena referensinya yang menurut saya super lengkap. Anda juga bisa mencoba menjadi nakhoda kapal melalui sebuah simulator untuk merasakan bermanuver dan membawa cruise ship menuju pelabuhan Yokohama dalam skala asli.

Ditulis oleh Midya
JapanTravel Member

Tinggalkan komentar