Toko Kue Kiku-ya

Toko kue tradisional di Yokohama

Oleh Etsuko Yamada   

Apakah Anda mempunyai kenangan manis dari masa kanak-kanak? Kenangan termanis saya adalah kue bernama "Rum Ball" dari toko kue dan ruang teh, “Kiku-ya (喜久屋)”, di Motomachi, Yokohama. Toko ini dibangun pada tahun 1924, sangat dekat dengan stasiun Motomachi-Cukagai di Minatomirai-line. Bangunan yang terletak di antara toko-toko merek terkenal dalam kancah global seperti Brooks Brothers dan Godiva ini tidak pernah terpengaruh oleh tren: Sepanjang yang saya ketahui, Kiku-ya telah menjual kue yang sama dalam beberapa dekade terakhir ini.

Kue yang paling terkenal (dan kesayangan saya seperti yang sudah saya sebut di atas) adalah “Rum Ball”, kue cokelat berbentuk bola. Toko ini menjelaskan, “Ini adalah kue tipe spon dengan rasa rum, diisi dengan kismis dan dibaluri dengan cokelat.” Akan tetapi, Ibu saya berkata, “Ini adalah kue cokelat berbentuk bulat yang dibuat dari remah-remah kue.”

Kue ini merupakan rasa yang sangat identik dengan Yokohama bagi saya karena pada saat-saat spesial seperti hari ulang tahun pada masa kecil, ibu saya selalu membelikan beberapa kue dari toko ini setelah pelajaran piano saya. Tapi bagi anak-anak, “Rum Ball” ini adalah rasa yang lebih cocok untuk orang dewasa. Oleh karena itu, ibu saya mengijinkan saya untuk memilih kesukaan saya dari tiga kue mereka yang paling murah: cokelat, kue gulung rasa moka, dan lemon. Kue cokelat ini berbeda dengan “Rum Ball”, berbentuk segitiga dengan rasa cokelat pahit. Untuk anak kecil, rasa ini sedikit pahit. Kue gulung moka ini merupakan kue gulung rasa kopi. Saya menyukai tekstur lembut dari kue spon ini. Kue lemon merupakan yang paling manis dari semuanya, dibaluri dengan gula-gula rasa lemun. Saya menyukai kue lemon ini karena rasanya yang manis dan warna lemunnya. Walaupun begitu, dahulu, saya ingin memakan “Bavarois” yang permukaannya dihiasi dengan indah dengan buah-buahan. Saya hanya memakannya sekali sejauh yang saya ingat walaupun saya tidak begitu mengingat rasanya. Saya mungkin hanya tertarik oleh hiasannya yang indah. Ketiga kue tersebut masih ada di lemari kaca toko ini dan ketiganya masih tetap yang paling murah. Tentunya, “Bavarois” masih menjadi kue yang paling mahal di antara ketiga kue tersebut.

Karena kenangan-kenangan tersebut, kapanpun saya memakan kue buatan Kiku-ya saya merasakan perasaan spesial yang sangat berbeda dibandingkan ketika saya memakan kue-kue mahal dari toko kue yang mendunia seperti Fauchon di Paris dan Demel di Vienna. Sekarang, sebagai seorang dewasa yang tinggal di Yokohama, kue terbaik untuk saya adalah kue rasa rum, “Rum Ball”. Walaupun piano di rumah saya sudah dijual bertahun-tahun yang lalu dan saya sudah hampir lupa cara membaca musik, kenangan manis saya tetap hidup.

Saya sangat menyarankan Anda untuk mencoba “Rum Ball” di Kiku-ya dan membuat kenangan spesial akan kunjungan Anda ke Yokohama!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Lygia Priscilla

Lygia Priscilla @lygia.priscilla

An avid reader who pretty much live inside her brain thanks to my preference on INTJ. I may have my own truth on particular matter that I might as well go for each others' neck. Yikes! Don't worry, I'm only intimidating you. You may come and consult me with your problems once I've finished my master degree in counseling psychology. I won't harm you, most likely. I eat challenge for breakfast and danger for appetizer. I love adventure and helping people in need by help them realising how faulty their way of thinking. A pretty good friend, if you think so. But I'm a full time shenaniganer. I spend my time and attention to psychology, theology and existential crisis topics. I dislike copy cats the most! But I like the photocopy machine with all those black magic laser beams. Oh whatever, I'm not a very descriptive person to describe myself. Why don't you try to chat, call, or email me if the curiosity is really killing you or the cat, unless you took an arrow to the knee..  xo. Nice to meet you guys I hope we can be good friends, or kismesis ♥

Artikel asli oleh Etsuko Yamada

Tinggalkan komentar