Gua Ryusendo

Melongok ke danau bawah tanah terdalam di Tohoku

Oleh Sarashanti   

Jauh di bagian dalam Pegunungan Ureira, bersemayamlah naga yang amat panjang. Naga tersebut, atau disebut ryu dalam bahasa Jepang, sesungguhnya merupakan gua batu gamping yang dikenal dengan sebutan Gua Ryusendo. Gua ini di merupakan gua batu kapur terbesar di Jepang setelah Akiyoshida di Prefektur Yamaguchi dan Ryugado di Prefektur Kochi. Gua Ryusendo berlokasi tidak jauh dari jalan besar kota Iwaizumi, Prefektur Iwate.

Gua Ryusendo yang juga dikenal sebagai Iwaizumi Wakkutsu terdiri dari gua utama dengan beberapa cabang yang melintasi gua utama tersebut. Jika Anda berdiri di bagian muka, Anda akan mendengar suara aliran air yang amat kencang dari dalam gua. Debit air yang yang mengalir di dalam gua ini setidaknya mencapai 1.5 ton per detik.

Selain dikenal sebagai gua batu gamping  terbesar, Gua Ryusendo juga dikenal sebagai gua dengan danau bawah tanah terdalam di Jepang. Di dalamnya terdapat tiga danau dengan kedalaman yang berbeda. Danau primer dengan kedalaman 35 meter ditemukan pada tahun 1920. Kala itu penjelajahan di dalam gua hanya bisa menggunakan perahu kecil.

Empat puluh tahun setelah ditemukannya danau primer, danau sekunder dengan kedalaman 38 meter ditemukan pada tahun 1962. Lima tahun kemudian ditemukan kembali danau bawah tanah dengan kedalaman yang amat fantastis, yaitu 98 meter. Danau tersier ini menjadi daya tarik utama dari Gua Ryusendo.

Seluruh danau di dalam gua ini berisikan air jernih dengan kandungan mineral yang tinggi. Dengan penerangan lampu gantung yang dipasang di dalam danau, para pengunjung bisa melihat ke dasar danau dengan mata telanjang. Menarik, bukan.

Gua Ryusendo ini tersusun secara paralel dengan gua lainnya yang berlokasi di seberang jalan. Kedua gua tersebut sesungguhnya masih terhubung satu sama lain dengan aliran air yang sama pula. Hanya saja keduanya dipisahkan oleh Sungai Shizu.

Selayaknya gua pada umumnya, di dalam Gua Ryusendo terdapat beberapa spesies kelelawar. Lima persen dari spesies kelelelawar yang ada merupakan jenis nokturnal dan pemakan serangga dengan ukuran yang cukup kecil. Pada salah stau bagian Gua Ryusendo terdapat kelelawar spesies khusus yang membutuhkan izin tersendiri jika ingin memotretnya.

Hal menarik lain dari dalam gua ini tentunya adalah barisan stalaktit dan stalagmite yang memiliki bentuk-bentuk unik. Salah satunya adalah stalagmit yang berbentuk menyerupai jizo—dewa pelindung anak dan pelancong.

Para peneliti dan geolog telah menjelajah hingga 3100 meter dari panjang keseluruhan gua. Diperkirakan panjang Gua Ryusendo yang sesungguhnya bisa mencapat lebih dari 5000 meter. Survei dan penelitian terhadap Gua Ryusendo terus berlanjut hingga kini.

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang Ryusendo Cave

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Sarashanti

Sarashanti @mifthanzi.ariana.sarashanti

Indonesian who loves traveling, writing, and photography.

Artikel asli oleh Sarashanti

Tinggalkan komentar