Sapporo, Kota Semua Musim

Tiga musim, tiga pengalaman unik

Oleh Rey Waters   

Kota yang begitu hebat! Selama beberapa tahun terakhir saya telah mengunjungi Sapporo selama musim panas, musim dingin dan musim gugur. Musim semi adalah berikutnya dalam daftar saya. Kota terbesar di Hokkaido memiliki cita rasa Negara Barat dengan berjalan-jalan di beberapa blok yang awalnya dirancang oleh orang Amerika, Horace Capron, pada awal 1870-an. Taman Odori bisa dicapai dengan jalan kaki sedikit dari Stasiun Sapporo di mana pada taman ini selalu ada sesuatu yang terjadi.

Selama kunjungan musim panas kami menikmati pengalaman Festival Soran Yosakoi dengan 300 tim yang terdiri dari 30.000 penari, bersaing minimal 13 kali untuk berkesempatan memenangkan kejuaraan. Saya mewawancarai sebuah tim dari Saitama (Rizon Narukokai Aska). Tim tersebut terdiri dari penari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka mulai berlatih pada awal Februari dua kali sehari sampai hari-H pertunjukan mereka di bulan Juni. Latihan rutin ini hanya untuk lima menit pertunjukan. Meskipun mereka tidak sampai tahap final, penampilan mereka tetap penuh semangat dan energi. Festival ini berlangsung selama siang dan malam hari selama dua hari. Sulit untuk tidak melompat dan mulai menari setelah Anda menyaksikan kompetisi selama beberapa jam.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan di taman ini, ada juga banyak bunga-bunga indah yang bisa dilihat dimana-mana. Tidak jauh dari taman ada bekas gedung pemerintah Hokkaido yang bersejarah. Ada pameran, toko museum, perpustakaan dan tidak ada biaya untuk masuk. Lokasi lain untuk festival Soran Yosakoi adalah Kebun Bir Sapporo. Anda dapat berwisata ke museum bir, ikut mencicipi bir, (dikenakan biaya) dan makan daging kambing (Genghis Khan) di restoran. Kemudian Anda dapat berjalan ke panggung dan menonton kompetisi tari.

Musim dingin yang lalu kami kembali dan mengikuti Festival Salju di Taman Odori, yang diadakan pada awal Februari. Festival ini dimulai pada tahun 1950 dengan hanya 6 patung salju dan sekarang menjadi acara musim dingin terbesar di Jepang dengan lebih dari dua dan satu setengah juta penonton. Saat ini ada 200 patung salju yang terletak di taman, Tsudome dan Susukino. Pertunjukan cahaya pada malam hari di taman saja pun membuat perjalanan menjadi berharga. Pada ujung Taman Odori Anda akan menemukan kompetisi memahat es internasional. Saya bertemu dengan beberapa orang dari Portland, Oregon, menciptakan sebuah patung yang mewakili kota mereka. Salah satu orang telah berpartisipasi dalam acara ini selama lebih dari 16 tahun.

Fakta yang menarik: mulai bulan Januari mereka membawa 6500 truk seberat 5 ton salju untuk membuat musim dingin ini menakjubkan. Ada banyak kegiatan untuk segala usia termasuk berselancar salju, ice-skating, kerajinan, dan tentu saja semua jenis makanan. Pada area makanan internasional saya mencoba semangkuk borsht Rusia untuk pertama kalinya dan rasanya luar biasa. Suatu pagi kami berjalan ke pasar ikan dan museum sake terdekat, dengan mencicipi sake pada akhir tur kami. Jika cuaca sudah terlalu dingin untuk Anda tidak jauh dari taman ada trotoar perbelanjaan bawah tanah yang dapat membuat Anda kembali ke stasiun Sapporo.

Pada awal musim gugur kami tiba di Sapporo bersamaan dengan waktu penyelenggaraan Maraton Sapporo. Acara ini adalah maraton dengan jarak 40 kilometer dengan 10.000 peserta dari seluruh dunia. Maraton ini bisa diikuti oleh amatir maupun pelari profesional. Kami menyaksikan acara ini ti Taman Orori. Menakjubkan melihat begitu banyak penonton memberikan semangat pada pelari.

Pada bagian depan ujung Taman Ordri ada Menara Sapporo di mana Anda bisa naik lift ke dek observasi untuk melihat pemandangan kota yang luar biasa dan lereng ski di dekatnya. Kami pernah ke sana pada siang dan malam hari, biaya masuknya ¥720 untuk masuk baik siang atau malam hari.

Tentu saja ada banyak hal lagi dari Sapporo sampai Taman Odori. Kami naik troli yang bersih dan efisien, naik kereta gantung ke atas Gunung Moiwa dengan tinggi 531 meteran untuk melihat panorama, mengunjungi kebun raya yang indah di Universitas Hokkaido, berjalan-jalan di dalam Menara Jam yang bersejarah, makan Ramen di banyak restoran lokal dan beberapa di Jalan Ramen di stasiun Sapporo, dan menemukan Taman Nakajima yang sangat bagus dengan danau, kolam, bangunan bersejarah dan gedung konser.

Jika Anda bepergian ke Jepang pastikan Anda memeriksa tiket dengan harga khusus dari Tokyo ke Sapporo. Satu kunjungan ke kota ini tidak akan cukup dan Anda akan ingin kembali lagi untuk mengalami setiap musimnya.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Annisa Maghfirah

Annisa Maghfirah @annisa.maghfirah

Artikel asli oleh Rey Waters

Gabung diskusi

Febry Fawzi 3 tahun yang lalu
Saya suka banget sama kota Sapporo! Tenang dan banyak hiburan. Asik buat jalan-jalan juga.