Pengalaman Trekking di Usuzan

Mengintip Danau Toya dari Atas Ketinggian

Oleh Febry Fawzi   14 Okt 2015

Salah satu wisata yang terkenal di Jepang adalah wisata gunung. Sama halnya dengan Indonesia, Jepang juga memiliki banyak gunung berapi. Untungnya, Jepang sudah sangat bagus dalam hal infrastruktur jadi tak perlu persiapan ekstra untuk trekking di gunung-gunungnya.

Kali ini saya berkunjung ke kawasan Danau Toya di selatan Pulau Hokkaido. Danaunya sendiri sangatlah cantik dan memiliki pulau di tengah-tengah danaunya, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Indonesia. Tak hanya Danau Toya namun Anda juga bisa berkunjung ke Kawasan Wisata Usuzan & Showa Shinzan. Dua kawasan ini nampaknya telah menjadi salah satu atraksi utama bagi para turis.

Gunung Usu atau Usuzan merupakan sebuah gunung berapi yang telah bererupsi selama empat kali dalam seratus tahun terakhir. Terakhir kali, gunung ini meletus pada tahun 2000. Untuk menikmati Gunung Usu, Anda bisa menaiki Usuzan-ropeway yang membawa Anda lebih dekat dengan puncak gunung.

Ropeway yang akan membawa Anda menuju puncak Gunung Usu akan berangkat dari Kazan-Mura, sebuah desa kecil tempat yang juga menjualkan souvenir, letaknya juga tepat di bawah kaki gunung Showa Shinzan. Dari Toyako Onsen, Kazan-Mura dapat dituju dengan bus selama 15 menit perjalanan (340 yen sekali jalan, bus beroperasi satu kali setiap dua jam, tak beroperasi mulai dari awal November hingga akhir April). Sementara itu, jika tak mendapatkan bus, Anda bisa naik taksi, hanya 10 menit dan tarifnya mungkin 2000 yen sekali jalan.

Usuzan ropeway ini beroperasi dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore (lebih lama buka di musim panas). Tarifnya sendiri 1500 yen (pulang-pergi). Ketika saya datang, peminatnya banyak sekali. Kereta beroperasi 15 menit sekali loh. Perjalanan menuju atas kira-kira memakan waktu 15 - 20 menit. Sayangnya ketika saya datang, musim gugur belum sepenuhnya tiba di sini. Jadi perbukitan di bawah saya masih didominasi oleh warna hijau. Namun tak bisa saya pungkiri, pemandangan Showa Shinzan dengan Danau Toya di sebelah kirinya sangatlah memukau. Saya bisa bilang, ini tempat terbaik untuk menikmati pemandangan kedua objek wisata tersebut.

Setibanya di stasiun puncak, saya langsung menyempatkan diri untuk berfoto di salah satu observation deck. Pemandangan dari Danau Toya, Showa Shinzan, dan pedesaan di sekitarnya benar-benar cantik. Sangatlah pas ketika masuk ke dalam bingkai kamera foto saya. Selanjutnya, saya akan melakukan trekking untuk melihat kawah dari Usuzan.

Perjalanan menuju observation deck satunya lagi cukup mudah. Jalannya diaspal dan sangat nyaman bagi siapapun untuk berjalan. Tak heran, banyak pengunjung yang sudah berumur di sini. Dari observation deck yang kedua ini, Anda bisa menikmati pemandangan Usuzan dan kawahnya serta Danau Toya masih terlihat dari kejauhan. Kebanyakan pengunjung hanya berjalan hingga titik ini namun saya iseng untuk melanjutkan trekking demi mendapatkan sudut terbaik untuk memotret Usuzan.

Awal-awal trekking, Anda akan disajikan dengan ratusan anak tangga menurun. Pada titik ini saya memang belum merasakan capek namun saya sudah mengira-ngira akan seperti apa jalan balik nanti. Setelah melewati tangga-tangga kayu, perjalanan di lanjutkan dengan jalur setapak yang tak rata dan berbatu. Trek kembali menanjak dan kini saya sudah berada di puncak bukit yang berbeda. Menyusuri tepian puncak bukit sambil disajikan pemandangan Gunung Usu dan kawahnya serta pedesaan yang hijau dan laut di sudut yang lain.

Perjalanan terus berlanjut sambil beberapa kali beristirahat. Ada satu bangunan toilet di tengah perjalanan. Tentu sangat berguna bagi yang kebelet. Selanjutnya, perjalanan kembali menanjak sedikit dan tak lama kemudian kita akan tiba pada ujung jalur. Di titik ini, Anda akan melihat pemandangan lautan, bukit, Danau Toya, dan kawah Usuzan. Benar-benar sempurna, ditambah hembusan angin sepoi-sepoi musim gugur yang menyegarkan.

Perjalanan trekking ini kira-kira memakan waktu 2 jam (pulang-pergi), tergantung kecepatan jalan dan banyaknya istirahat. Ketika turun, saya tak sadar kalau ternyata kulit saya sudah terbakar. Cahaya matahari memang cukup kuat namun saya tak sadar karena anginnya dingin. Jadi saran saya, jangan lupa pakai sunblock sebelum trekking ya!

Ditulis oleh Febry Fawzi
JapanTravel Partner

Tinggalkan komentar