Solar Agripark di Fukushima

Mendidik masyarakat tentang energi terbarukan

Oleh Sarah Chaney   

Sudah bertahun-tahun semenjak tanggal 11 Maret 2011, ketika sebuah gempa bumi besar menyebabkan tsunami yang menyapu kota-kota dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Solar Agripark terletak di salah satu tempat yang dulu disapu tsunami tersebut, di mana dulu lima rumah pernah berdiri di sana sebelum bencana dahsyat itu terjadi.

Solar Agripark di Minami Soma, yang terletak di Prefektur Fukushima, adalah sebuah harapan untuk masa depan yang memakai energi terbarukan sebagai sumber energinya. Pada 11 Maret, Jepang menghadapi krisis lain selain gempa bumi dan tsunami - kebocoran radiasi di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang memaksa puluhan ribu orang mengungsi. Sebagian besar dari mereka sampai saat ini masih mengungsi dari rumahnya. Solar Agripark didirikan untuk mengajarkan pada anak-anak bagaimana tenaga surya bekerja dan bagaimana mereka dapat menciptakan masa depan yang lebih baik.

Saya mengunjungi Solar Agripark dengan beberapa rekan kerja untuk melakukan sebuah karyawisata hanya dua minggu sebelum peringatan lima tahun bencana di tahun 2011 itu berlangsung. Dengan membayar ¥500 per orang, Anda dapat belajar tentang tenaga surya dan mengetahui secara langsung cara kerjanya, serta bagaimana tenaga surya jika dibandingkan dengan bentuk energi lain. Harap dicatat bahwa tur ini dipandu dalam Bahasa Jepang. Sulit dipercaya bahwa tanah luas yang ditumbuhi tanaman dan semak ini pernah menjadi fondasi beberapa rumah. Sederet bangku dan pot-pot bunga yang berada di tengah sengaja diletakkan di sana untuk mengenang mereka yang tersapu oleh tsunami dahsyat.

Saat kami tiba, sekelompok siswa sekolah menengah sedang berada di salah satu dari dua ruang kelas portabel untuk belajar tentang tenaga surya. Pemandu wisata menunjukkan kepada kami sebuah panel surya besar yang dapat dengan bebas kami putar ke segala arah, sehingga kami dapat melihat sendiri di panel tersebut berapa banyak energi matahari yang diproduksi.

Selanjutnya, dia membawa kami ke sebuah bangunan besar yang tak jauh dari sana, di mana air memutar kincir air dan menghasilkan energi. Kami diperbolehkan untuk mencoba memutar kincir air. Kemudian kami juga mencoba memompa air dan melepaskannya ke penggilingan sehingga kami dapat membandingkan metode mana yang lebih efisien. Di sebelah bangunan itu ada botol-botol cairan yang berwarna cokelat keruh. Pemandu kami menjelaskan bahwa itu adalah biogas yang diproduksi menggunakan limbah.

Kami juga mempelajari tentang panel-panel surya yang sekarang ini berdiri tepat di tanah yang merupakan bekas rumah-rumah. Energi yang dihasilkan dari panel surya yang dijual digunakan untuk membiayai Solar Agripark agar tetap berfungsi. Mereka juga memberikan contoh nyata bagaimana energi matahari dapat digunakan. Dengan sayuran yang ditanam di rumah kaca yang ditenagai oleh energi matahari dan daging asap yang dimasak menggunakan energi matahari yang diproduksi di sana, yang bisa digunakan oleh anak-anak untuk membuat sandwich mereka sendiri.

Itu adalah kesempatan yang sangat unik dan merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan bisa menyaksikan sendiri bagaimana komunitas di sana berusaha beralih ke energi terbarukan dan secara aktif mendidik generasi mudanya tentang hal itu, terutama setelah bencana mengerikan yang ditimbulkan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir di dekatnya.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Sarah Chaney

Tinggalkan komentar