Ishidatami

Bersembunyi di pegunungan Uchiko

Oleh Ingrid Lezar   

Kalau Anda benar-benar ingin merasakan pengalaman Jepang yang seutuhnya, dan Anda lebih tertarik untuk menikmatinya tanpa terburu-buru, dengan mengambil nafas dalam-dalam bukannya dengan gegabah menggunakan panca indera, Ishidatami adalah tempat yang cocok untuk bersantai dan beristirahat.

Ishidatami adalah satu dari beberapa desa terkecil yang membentuk salah satu bagian kota Uchiko. Namanya diambil dari bebatuan pipih berukuran besar yang dapat Anda lihat di tepi sungai. Konon katanya, batu, atau ishi dalam Bahasa Jepang, menyerupai alas tatami Jepang tradisional.

Sungai yang dimaksud adalah Fukumoto, yang mengalir berdampingan dengan jalan sempit Route 243 (yang menjadi Route 226) yang menghubungkan Uchiko dan Ishidatami. Kalau Anda melintasi rute ini dengan mobil, jalanlah perlahan-lahan dan bersiaplah untuk menikmati sistem kemudi khas pedesaan Jepang untuk menepi terlebih dahulu kalau ada kendaraan dari arah depan yang hendak melintas. Kalau enggan melakukan cara ini, Anda dapat bersepeda dari Uchiko ke Ishidatami—perjuangan untuk mencapainya akan dibalas dengan perjalanan kembali yang lebih cepat. Perlu diingat bahwa pemandangan terbaik ada di lahan-lahan yang tinggi, jadi Anda akan banyak menanjak dengan sepeda Anda. Ada pula bus-bus dengan jadwal tak menentu yang melayani rute dari stasiun Uchiko ke beberapa penginapan setempat, lalu kembali lagi.

Untuk titik pemberhentian selama dalam perjalanan, Anda dapat mengunjungi Jembatan Kawanouchi, dikenal pula dengan nama Jembatan Tamaru, yang berada di kanan Anda tak lama setelah Anda memasuki Route 243. Dulu, jembatan ini digunakan untuk menyeberangi sungai, juga sebagai tempat penyimpanan makanan dan peralatan bertani. Properti budaya milik Uchiko ini sudah mengalami restorasi oleh penduduk setempat, dan secara hati-hati dirawat oleh Tamaru Bridge Preservation Association (Asosiasi Pelestarian Jembatan Tamaru).

Nuansa restorasi dan penampungan juga tampak ketika Anda tiba di Ishidatami. Jangan lewatkan tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan kincir air, atau suisha (水車). Sejumlah kincir air secara telaten direstorasi oleh tukang kayu setempat dan menjadi objek utama dari Suisha Matsuri, alias festival kincir air yang diadakan tiap tahun pada tanggal 3 November. Festival musim gugur ini merupakan ajang dimana penduduk setempat menyantap hidangan setempat seperti mie soba segar dan kue mochi, ikan-ikan yang ditangkap langsung dari sungai dan dipanggang ala barbekyu, dan beberapa jenis sake hangat agar sedikit bisa bertahan dalam udara musim dingin yang hampir tiba. Penduduk setempat juga mengadakan sejumlah aktivitas menyenangkan baik untuk anak muda maupun orang tua, seperti permainan memancing atau kerajinan tangan, atau berseluncur di tepi sungai menggunakan papan bambu! Pertunjukan oleh grup musik lokal dan mochimaki (melempar kue-kue beras untuk keberuntungan) tradisional juga akan hadir untuk menambah hidup atmosfer festival.

Tentu saja berkunjung ke Ishidatami pada musim semi sama serunya. Anda bisa mengikuti petunjung bertuliskan "Shidarezakura (しだれ桜)" untuk menemukan kecantikan kuno khas Ishidatami, yakni pohon sakura dengan dahan bak air mancur. Festival semarak lainnya diadakan di tempat ini pada bulan April—akan ada semacam suara ledakan, tapi jangan takut! Itu adalah suara para petani di sekitar perapian yang sedang mempersiapkan biji beras di atas wajan logam yang besar. Kalau Anda ingin mendapatkan kembali ketenangan, Kuil Yuge (弓削神社) berjarak tak jauh dari area pepohonan sakura. Sebuah jembatan melintang di atas kolam besar, mengarahkan Anda langsung ke kuil. Pengguna sepeda mungkin akan menikmati Route 226 di luar kuil, yang mengarah ke Nagaki (bagian dari Kota Iyo). Cara ini akan memberikan pemandangan memukai pada hari-hari yang cerah di musim semi.

Untuk para penggemar hiking, kalau Anda tertarik untuk menetap lebih lama dari pada satu hari, Anda dapat menghubungi Asosiasi Wisatawan Uchiko ("Uchiko Tourist Association") untuk info lebih lanjut mengenai Ishidatami no Yado, penginapan tradisional Jepang. Dari sini, Anda dapat merancang perjalanan hiking di siang hari, dan menikmati hidangan buatan setempat di malam hari.

Untuk tur dengan pemandu di Ishidatami, pastikan Anda memesannya terlebih dahulu melalui Panduan Sukarelawan Uchiko untuk Wisatawan Asing ("Uchiko Volunteer Guides for Foreigners").

Uchiko berjarak 25 menit di sebelah selatan Matsuyama menggunakan kereta express tujuan Uwajima, atau 40 menit berkendara dengan mobil kalau Anda menggunakan jalur ekspres. Sedangkan Ishidatami berjarak 12 kilometer, sekitar 20 hingga 30 menit menggunakan mobil dari Uchiko.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
2
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Ingrid Lezar

Gabung diskusi

Odilia Sindy Okinawati 4 tahun yang lalu
Sepertinya ini tempat yang pas banget buat nongkrong soalnya sepi dan kelihatan nyaman banget, peaceful.
Vicky Amin Penerjemah 4 tahun yang lalu
Setuju! Kalau mau hanami-an di Tokyo pasti susah cari tempat dan terlalu bising