Pelayaran Bertema Ninja di Tokyo

Pengalaman berkuliner Jepang dan berlayar ala ninja

Oleh Ada Wilkinson   

Asosiasi Yakatabune Tokyo telah meluncurkan Pelayaran Bertema Ninja, yang sekarang sedang menelusuri Tokyo. Mereka mengundang kami untuk merasakan pengalaman menjadi ninja selama satu hari, menelusuri Sungai Sumida di Asakusa yang cantik pada malam hari. Ayo cari tahu apa yang kami rasakan selama pembukaan pelayaran bertema ninja ini!

Yakatabune

Yakatabune adalah kapal-kapal kecil yang berperan sebagai tempat-tempat penuh dekorasi untuk makan malam, pertemuan-pertemuan kecil, dan pesta-pesta. Yakatabune pertama kali dikenal semasa Zaman Edo dan disebut juga dengan istilah "perahu kesenangan". Bagian luar kapal dihias dengan banyak dekorasi lentera merah, sedangkan karpet-karpet tatami serta meja-meja rendahnya diletakkan secara strategis di bagian dalam untuk memberikan pemandangan unik di kapal. Kapal eksklusif ini dulunya melayani keluarga-keluarga kaisar, pebisnis kaya raya, tuan-tuan feodal, dan para pedagang dari berbagai belahan dunia.

Pelayaran Bertema Ninja

Dengan Pelayaran Bertema Ninja milik Asosiasi Yakatabune Tokyo, sang pemilik serta para awak kapal didandani dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan kostum ninja untuk membuat pelayaran selama dua setengah jam ini tak dapat dilupakan. Tujuan dari Pelayaran Bertema Ninja adalah untuk menyajikan aktifitas interaktif nan menyenangkan terkait ninja seperti permainan-permainan, hidangan, seni, persenjataan, dan minuman. Makanannya disajikan dalam kotak bento ukuran besar berisi kaleng-kaleng kecil dengan beragam bentuk dan ukuran yang terpisah namun muat dalam kotak. Kebanyakan makanan yang disajikan di dalam kotak bento berwarna hitam, yang memiliki arti bahwa, ninja diyakini selalu menyantap makanan hitam atau makanan yang dihitamkan untuk membuat mereka kuat sekaligus mengaruniai mereka dengan tenaga dan semangat.

Bagian yang rumit dari pelayaran ini adalah ketika harus berdandan seperti ninja. Para tamu diberikan topeng untuk dipakai dan dijelaskan mengenai cara memakainya dengan benar, dalam Bahasa Jepang dan Inggris. Topeng ini juga memiliki kegunaan lain seperti untuk lap tangan dan kain untuk kotak makan. Dek atas Yakatabune adalah tempat di mana orang-orang dapat mengambil berbagai macam foto dan menikmati pemandangan spektakuler dari Sungai Sumida dan Tokyo Sky Tree.

Pelayaran Yakatabune Ninja juga menampilkan kegunaan senjata-senjata ternama milik ninja, seperti fukiya atau senapan tiup, yang diperagakan oleh seorang master ninja. Akan ada pula pertandingan antar ninja dengan menggunakan shuriken, untuk mengenai beberapa lentera Jepang yang dipasang di dinding tatami. Para tamu dapat berkompetisi dalam permainan ini, dan pemenangnya akan mendapat hadiah. Aktifitas origami untuk membuat shuriken yang dikenal sebagai senjata bintang ala ninja juga menjadi sorotan menarik dari pelayaran ini. Bagian terakhir dari penjelajahan sungai ini adalah mengadakan permainan batu-gunting-kertas bergaya ninja. Ketika sedang berdebat atau kesulitan menentukan pilihan karena terlalu banyak jumlah orang, melakukan permainan batu-gunting-kertas ala ninja seperti yang diperagakan dalam Yakatabune adalah cara terbaik dan pilihan paling diplomatis.

Kesimpulan

Para awak melayani dengan sangat baik dan selalu memastikan meja kami terisi minuman-minuman yang menjadi bagian yang paling disukai suami saya. Karena saat itu saya sedang mengandung 8 bulan, saya tidak terlalu banyak menikmati alkohol sepuasnya namun saya jelas sangat menikmati segala aktifitas yang ada, terutama pembuatan shuriken dan menyaksikan tamu lain bersaing dalam pertandingan ninja. Secara keseluruhan, pengalaman berlayar itu sangan unik dan menyenangkan!

Info Tambahan

Untuk reservasi, kunjungi situs Pelayaran Bertema Ninja Asosiasi Yakatabune Tokyo. Harga untuk pelayaran ninja selama 2.5 jam ini adalah ¥10,800 per orang.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Ada Wilkinson

Tinggalkan komentar