Flankey Kobayashi

Bar berdiri yang dikunjungi semua orang

Oleh Rod Walters   

Ketika saya pertama kali tiba di Matsuyama, saya seperti dijauhkan dari bar yang nyaman dan luas, tidak sesuai dengan kehendak hati saya, dan justru berakhir di sebuah bar berdiri lokal yang terkenal. Setelah berjalan tak menentu melewati kota dan memasuki jalur perbelanjaan Gintengai, pemimpin kami (yang mengangkat dirinya sendiri) menunjuk ke celah kecil di antara dua bangunan. Kami mengatur diri untuk berbaris menyamping dan berjalan melewati celah tersebut, dan muncul di gang kecil di pojokan di mana kedai minuman Flankey Kobayashi yang ternama berada. Sungguh, berjalan melewati celah tersebut adalah masalah yang sepele dibandingan dengan menempatkan diri di antara badan-badan yang hangat dan bising yang memenuhi bar kecil ini. Namun kami berhasil menyelipkan diri masuk—dan selang beberapa waktu, saya mulai memahami daya tarik "tempat minuman" yang agak tidak biasa ini.

Terkenal dengan berbagai nama seperti "Flunky", "Frankies", "Flankey" yang tergantung pada orangnya, semua orang mengetahui bar ini, dan tempat ini sering menjadi pelabuhan pertama dan terkakhir pada malam-malam kapanpun bersama teman-teman di kota. Terletak di pojok yang sibuk dari distrik hiburan, Flankey Kobayashi mempunyai suasana retro yang sangat memikat, dengan penunjuk neon berwarna merah dan pintu geser kaca yang dihiasi ala awal tahun 1990an memamerkan wajah Flankey Kobayashi sendiri (siapapun dia). Kaca ini memungkinkan untuk melihat sekilas teman-teman yang berlalu-lalang dari dalam, sedangkan para pelalu-lalang bisa mengintip ke dalam untuk melihat teman mereka di dalam Flankey (lagi!). Di tempat ini hanya terdapat 3 tempat duduk secara keseluruhan, sedangkan sisanya merupakan ruang yang terbatas karena memang dipakai untuk berdiri. Walaupun tempat ini sempit, sejumlah orang yang luar biasa berhasil menyelipkan diri ke dalamnya. Selama musim panas, kerumunan orang tumpah keluar jalanan. Meski demikian, pihak manajemen meminta pelanggan untuk tidak membuat terlalu banyak suara.

Selain daya tarik untuk tempat berkumpulnya berbagai macam orang dan visualnya yang menarik, Flankey menawarkan pilihan menu yang banyak dan masuk akal. Segelas bir dihargai ¥300, dan terdapat beragam sake yang mengesankan, shochu dan koktail juga tersedia. Flankey memiliki alat pemanggang dan kompornya sendiri, dan dengan fasilitas memasak yang terbatas ini, pegawai yang terus berganti-ganti menghasilkan beragam menu yang mengejutkan dengan bahan-bahan yang sempurna, dilengkapi dengan bir. Mereka juga menawarkan menu yang tersedia di izakaya yang lebih besar tepat di sebelahnya, sehingga Anda tidak perlu repot-repot ke sana.

Bagi mereka yang tidak ingin pakaian mereka menjadi kotor, sebenarnya ada pendekatan lain untuk ke Flankey dari jalanan yang normal dan tidak melibatkan aktivitas menyelip di antara bangunan. Tapi pasti ada daya tarik tertentu yang mirip dengan Harry Potter untuk pendekatan yang kurang umum itu. Flankey tidak selalu ramai - jika Anda bisa sampai di sana sekitar jam 5, Anda biasanya dapat mengambil bangku bar yang terbatas itu. Dan harap ingat, bahwa Flankey di Ichibancho tidak sama dengan Flankey 2 di Minatocho.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Lygia Priscilla

Lygia Priscilla @lygia.priscilla

An avid reader who pretty much live inside her brain thanks to my preference on INTJ. I may have my own truth on particular matter that I might as well go for each others' neck. Yikes! Don't worry, I'm only intimidating you. You may come and consult me with your problems once I've finished my master degree in counseling psychology. I won't harm you, most likely. I eat challenge for breakfast and danger for appetizer. I love adventure and helping people in need by help them realising how faulty their way of thinking. A pretty good friend, if you think so. But I'm a full time shenaniganer. I spend my time and attention to psychology, theology and existential crisis topics. I dislike copy cats the most! But I like the photocopy machine with all those black magic laser beams. Oh whatever, I'm not a very descriptive person to describe myself. Why don't you try to chat, call, or email me if the curiosity is really killing you or the cat, unless you took an arrow to the knee..  xo. Nice to meet you guys I hope we can be good friends, or kismesis ♥

Artikel asli oleh Rod Walters

Gabung diskusi

Vicky Amin 3 tahun yang lalu
Semacam tempat hits yang mesti didatengin nih. Tapi ntah kenapa yang bikin saya tertarik ke sini justru karena pengen ngerasain nyelip-nyelip masuk gangnya :-P