Kuil dan Jalur Belanja Osu

Dua sisi Osu dalam satu kunjungan

Oleh Vicky Amin   

Keshogunan Tokugawa dan kota Nagoya memang seperti tak terpisahkan. Selain kastil dan istananya yang dibangun sebagai tempat tinggal anggota keluarga kerajaan, beberapa bangunan penting di kota juga tak terlepas dari campur tangan sang shogun. Kuil Osu Kannon salah satunya. Kuil Buddha paling populer dan paling banyak dikunjungi, yang kehadirannya di Nagoya tak lain dan tak bukan adalah karena kehendak sang pendiri Keshogunan Tokugawa sekaligus shogun pertamanya, Ieyasu Tokugawa.

Kuil Osu Kannon memiliki sejarah panjang bahkan sejak tahun 1333 pada Periode Kamakura. Awalnya berdiri di Desa Osu di Provinsi Mino (yang sekarang telah berubah menjadi Prefektur Gifu), kuil ini dipindahkan ke lokasinya yang sekarang oleh Shogun Ieyasu Tokugawa pada tahun 1612 karena kerap kali mengalami kerusakan akibat serangan banjir bandang. Bangunannya yang sekarang adalah produk hasil rekonstruksi abad ke-20, tepatnya tahun 1970, namun kecantikannya tak pudar dan tetap memancarkan kesan religi tradisional khas Jepang.

Warna merah menyala yang anggun adalah hal pertama yang mungkin langsung Anda lihat dari kuil ini. Bangunannya berdiri di ujung sebuah pekarangan yang cukup luas untuk para pengunjung (dan burung-burung) berkerumun menikmati arsitektur kuil sambil mengunyah jajanan jalan—suasana yang secara kuantitas memang terlihat ramai, namun atmosfernya tetap terasa tenang dan seperti dilingkupi kedamaian.

Setelah mendaki beberapa anak tangga, pengunjung akan tiba di aula utama kuil, tempat patung kayu Kannon disimpan dan disembah. Kannon adalah dewi pengampun dari kepercayaan masyarakat Jepang, yang menjadi objek persembahan utama dari kuil ini. Patung yang ada di Osu Kannon dipahat oleh Kobo Daishi, seorang figur penting dalam kepercayaan Buddha Jepang. Di bawah aula utama ini terdapat sebuah perpustakaan yang menyimpan ribuan naskah klasik—namun yang paling penting (dan bahkan tergolong harta nasional juga properti budaya) adalah versi tertua yang ditulis tangan dari kokiji, cerita sejarah awal kemunculan Jepang berdasarkan mitos kuno.

Usai menikmati sisi religius Nagoya, hanya berjarak selemparan batu dari kuil, Anda bisa langsung istirahat sejenak sambil jajan atau berbelanja di lebih dari 1.200 toko dan restoran yang ada di distrik belanja Osu! Pusat perbelanjaan ini besar sekali, terdiri dari jaringan jalan-jalan yang sisi kanan-kirinya disesaki tempat-tempat yang menjual baju baru, baju bekas, sepatu dan aksesoris, peralatan rumah tangga, barang elektronik, mainan, hingga makanan dan minuman!

Area ini selalu ramai dikunjungi orang. Terlebih lagi pada saat-saat tertentu karena ada banyak acara yang diselenggarakan di sini tiap tahunnya, seperti Festival Musim Panas Osu, Festival Osu Daido-chonin, dan parade kapal harta karun Osu Setsubun Takarabune Gyoretsu.

Bagi Anda yang punya rencana berkunjung ke Nagoya, Kuil Osu Kannon dan pusat perbelanjaan Osu bisa dikunjungi bahkan kalau hanya punya waktu satu hari saja!

Cara ke sana

Kuil Osu Kannon dapat dicapai dengan menaiki subway ke Osu Kannon Station di jalur Tsurumai, atau berjalan kaki 5-10 menit dari Kamimaezu Station di jalur Tsurumai atau Meijo.

Distrik belanja Osu dapat dicapai dengan berjalan kaki 1 menit dari Kuil Osu Kannon.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Tinggalkan komentar