Kastil Nagoya

Sejarah, alam, dan ninja!

Oleh Vicky Amin   

Namanya mungkin tidak sepopuler kota-kota lainnya di Jepang barat, seperti Kyoto dan Osaka. Tapi Nagoya memiliki satu harta berharga dengan nilai sejarah yang begitu kaya, yang membuatnya sangat patut dikunjungi: Kastil Nagoya.

Dibangun pada tahun 1615 oleh sang Shogun pada masa itu, Tokugawa Ieyasu, Kastil Nagoya merupakan kastil pertama di Jepang yang dikategorikan sebagai Harta Nasional, dan salah satu yang terbesar pula di negara ini. Kastil dengan hiasan shachihoko (hewan dengan kepala harimau dan tubuh ikan yang seringkali muncul di dongeng-dongeng Jepang) emas serta menara dengan luas lahan terbesar di seluruh negeri ini merupakan sebuah fasilitas militer terkemuka semasa Era Tokugawa, menjadikannya sebuah bangunan penting pada Zaman Edo yang turut menjadikan Nagoya kota yang lebih maju daripada kota lainnya (dan sekarang bahkan menjadi kota terbesar ke-4 di Jepang).

Sayangnya, ketika saya berkunjung ke kompleks kastil ini pada Oktober 2018, bagian menara utamanya sedang ditutup untuk renovasi dan dijadwalkan akan buka kembali pada tahun 2022. Meski demikian, bukan berarti kompleks Kastil Nagoya lantas jadi sepi pengunjung!

Honmaru Goten alias bangunan istana di Kastil Nagoya baru saja selesai direnovasi. Tempat yang sama pentingnya dengan menara utama Kastil Nagoya ini otomatis menjadi incaran bagi para pengunjung yang datang, sehingga jangan heran kalau antreannya bisa jadi sangat panjang bahkan hingga keluar gerbang dan berbatasan dengan parit luar. Saat itu saja, saya harus mengantre hampir satu jam lamanya, di tengah teriknya matahari yang beranjak siang, dan tak jarang antrean itu benar-benar berhenti total karena jumlah orang yang berada di dalam bangunan istana terlalu banyak.

Taman Meijo, taman yang mengelilingi kompleks kastil ini, adalah tempat favorit penduduk setempat (dan tentu saja wisatawan) untuk sekadar jalan-jalan menikmati suasana rindang, jajan, duduk-duduk, atau menyaksikan beragam pentas yang sering diadakan di seluruh penjuru taman. Taman ini merupakan salah satu spot terbaik di Nagoya untuk ber-hanami alias menikmati bunga sakura pada akhir Maret hingga awal April tiap tahunnya.

Saat itu saya masuk dari gerbang timur setelah melintasi jalur berisi restoran dan kafe (camilan yang wajib dicoba: es krim emas!), dan disambut dengan hamparan taman yang menyegarkan. Baru tiba di dalam, sesuatu di sisi kanan saya seperti memancing saya untuk datang melihatnya. Ada keramaian di sana, mengerumuni sebuah pentas yang dari jauh terdengar seru sekali. Ternyata itu adalah sebuah pertunjukan dan atraksi ninja! Sayangnya saya sudah telat, sehingga hanya sempat melihat beberapa atraksi saja. Untungnya setelah itu para pemeran yang berkostum ninja dan shogun menawarkan diri untuk berfoto bersama (mengingat kebanyakan pengunjung adalah keluarga dan anak-anak yang pastinya sangat antusias kalau bisa berfoto dengan para ninja!), tanpa dipungut biaya—jadilah saya mengobati rasa kecewa dengan berfoto bersama mereka.

Itu hanyalah bagian timur dari keseluruhan taman di kompleks Kastil Nagoya. Masih ada bagian utara, barat dan selatan yang mengelilingi area pusat kastil di mana menara dan istananya berada. Di seluruh bagian taman ini Anda dapat menemukan lebih banyak lagi hiburan seperti jajanan dan pentas seni lainnya, sehingga Anda mungkin tidak akan ingat dengan rasa kecewa yang diakibatkan oleh tutupnya menara utama kastil—kalaupun sedang tidak ada pentas, berjalan-jalan saja menikmati nuansa alami Taman Meijo sepertinya sudah cukup memuaskan, bukan?

Cara ke sana

Dengan subway: turun di Stasiun Shiyakusho (City Hall) / pemberhentian M07 stop di jalur Meijo Line, atau di Stasiun Sengencho / pemberhentian T05 di jalur Tsurumai Line.

Dengan kereta: turun di Stasiun Higashi-ote di jalur Meitetsu Seto Line

Dengan bus: turun di pemberhentian Nagoyajo Seimon-Mae dengan bus Sakae No. 13, atau naik Nagoya Sightseeing Route Bus alias "Me-guru", atau turun di pemberhentian "Shiyakusho" dengan bus Key Route No. 2.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Tinggalkan komentar