Lide

Cerita tentang Kota Lide di Yamagata

Oleh Alena Eckelmann   

Lide merupakan kota kecil di bagian sebelah selatan prefektur Yamagata. Kota ini dikelilingi empat pegunungan: Zao Renbo, Azuma Renbo, Azahi Renbo, dan Lide Renbo.

Penduduk yang berjumlah 8,000 orang atau lebih tinggal di sini dan terutama hidup mengandalkan pertanian. Petani menanam beras dan sayuran, memanen buah dan beternak. Penduduk setempat sangat bangga atas “daging sapi” dan berpikir bahwa tidak ada yang lebih enak rasanya daripada daging sapi Kobe.

Rumah pertanian tradisional di sini terlihat seperti pulau kecil dikelilingi oleh dinding pohon. Nihie-san, perwakilan dari Asosiasi Turis Lide, menjelaskan bahwa hal ini sangat efektif dalam melindungi rumah dari angin kencang, terutama dalam menghadapi musim dingin Tohoku.

Musim dingin di Lide sangat berat. Salju akan menjulang hingga beberapa meter tingginya dan penduduk akan menghadapi masa-masa berat memindahkan salju dari jalan dan wilayah sekitar rumah. Apabila salju tidak disingkirkan secara berkala, maka akan tertutup salju seluruhnya.

Lide sangat bersemangat dalam mempromosikan komunitas pertanian dan dalam tahun-tahun terakhir memperkenalkan menginap di rumah pertanian bagi turis. Nihie-san mengatakan bahwa menginap di rumah pertaniah menjadi sangat populer di kalangan turis dari Taiwan yang mencari pengalaman “pedesaan Jepang asli”. Banyak pengunjung datang dari Taiwan ke Yamagata untuk mencari Oshin.

Terlihat bahwa kota Lide memanfaatkan tren “turis hijau” dan “turis eko” yang telah membuat masyarakat Jepang kembali ke pedesaan dan komunitas pertanian.

Kebanyakan turis yang datang ke kota Lide merupakan turis lokal. Turis lokal datang dari dalam perfektur Yamagata atau dari perfektur tetangga Fukushima. Akan tetapi, terdapat peningkatan dari turis Tokyo dan Osaka.

Pada musim semi, Kota Lide mengundang pendaki dan seluruh masyarakat yang mencintai kegiatan ruang terbuka dan alam liar. Terdapat banyak alam seperti hutan dan pegunungan di sekitar Lide untuk dinikmati sepanjang akhir pekan.

Kota Lide sedikit terisolasi berdasarkan standar Yamagata. Apabila datang pada musim dingin dipastikan akan menemukan kesulitan untuk menuju ke sana. Tempat ini sangat ideal bagi beruang untuk menjelajahi alam liar dan pada musim yang lebih hangat dapat terlihat beberapa beruang melakukan aktivitas berburu di sini.

Penikmat sake mungkin pernah mendengar tentang Lide karena produksi sake doburoku berada di tempat ini. Doburoku adalah jenis sake segar yang hanya dapat disimpan dalam waktu singkat dan harus ditaruh dalam kulkas. Racikannya berwarna putih susu dan berbau asam. Saya membeli satu botol kecil dan mencobanya dan dapat Saya katakan bahwa rasanya sangat berbeda dari sake yang biasanya Anda kenal.

Salah satu tempat dimana sake doburoku dibuat adalah di Shirakawazo, sebuah ryokan (rumah penginapan tradisional Jepang) dan onsen (pemandian air panas). Digantung di atas pintu masuk Shirakawazo adalah sugitama (bola yang dibuat dari dahan pohon cemara) mengumumkan bahwa tempat ini merupakan tempat pembuatan sake.

Tempat lain yang membuat sake doburoku adalah Gama no yu, tempat pembuatan sake yang juga merupakan onsen tetapi bukan ryokan.

Setiap tahun pada pertengahan bulan Februari, Kota Lide mengadakan festival salju di wilayah Nakatsugawa. Disinilah tempat Shirakawazo berlokasi dan festival mengambil tempat tepat di belakang gedung dengan dikelilingi beberapa dinding besar terbuat dari salju. Festival salju ini mungkin tidak sebesar atau seterkenal Festival Salju Sapporo akan tetapi memiliki sejarah tradisi yang panjang. Pada tahun 2013, festival ini telah diadakan untuk yang ke-33 kalinya, memberitahukan dengan lantang tentang kekuatan jiwa komunitas di wilayah ini.

Atraksi utama kota Lide pada musim dingin adalah Taman Salju Dondendaira. Donden adalah pegunungan biasa yang disebut demikian setelah beberapa penduduk setempat mengalami peristiwa salju dan es di sini: “don” berarti tergelincir dan “den” yang berarti terjatuh. Orang dapat membayangkan bagaimana seseorang dapat jatuh keras tepat di bokong. Telah berdiri resort ski di sini sebelumnya akan tetapi taman salju baru saja dibuka pada tahun 2012.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Dian Retno Mayang Sari

Dian Retno Mayang Sari @dian.retno.mayang.sari

My 2nd home country is my-yasashi-yokoso Japan!

Artikel asli oleh Alena Eckelmann

Tinggalkan komentar