Thanksgiving di Jepang

Seni mencari bahan makanan

Oleh Rey Waters   

Tanggal 26 November ini akan menjadi Thanksgiving ke-3 saya di Jepang. Karena tanggal ini hanya menjadi hari libur di Amerika maka akan lumayan memberi saya pengalaman untuk mencari bahan-bahan untuk membuat hidangan Thanksgiving.

Ketika saya pindah ke sini, saya meninggalkan banyak hari libur dan tradisi tapi mempertahankan makan malam Thanksgiving tetap hidup.

Di tahun 2013 saya berjalan-jalan ke banyak toko berbeda untuk mencari bahan makanan. Hanya sedikit yang tersedia di supermarket lokal Jepang kami.

Saya membuat kaserol kacang hijau, krim jagung jalapeno, turkey dressing, kentang tumbuk dengan kaldu kalkun, saus cranberry, dan kalkun bola mentega. Di tahun pertama saya menemukan hampir semua bahannya di Kinokuniya di Kamakura dengan beberapa item ditemukan di Kaldi, dan kalkun bola mentega berasal dari Cotsco.

Tahun lalu sebagian dari bahan itu ditemukan di Kinokuniya Kamakura dan sisanya saya beli online. Item-item yang dijual online menghabiskan hampir 50% lebih biaya dibanding jika saya mencari dan menemukannya di toko-toko internasional.

Dan untuk makan malam tahun 2015 kami, toko Kinokuniya di Kamakura menyampaikan jika bahan-bahan kalkun mereka tidak akan tersedia hingga minggu pertama Desember. Jadi saya harus melakukan riset cepat dan memulai petualangan seharian penuh lainnya.

Kali ini saus cranberry berasal dari Queen’s Isetan di Stasiun Yokohama, isian kalkun dari Kaldi di mal lokal kami, dan sisanya berasal dari perjalanan sehari ke Tokyo.

Selasa pagi kami menaiki kereta lebih awal yang sesak menuju ke Shibuya dan berjalan ke Kinokuniya di Omotesando. Toko ini memiliki sebagian besar produk internasional dan kami dengan cepat menemukan saus kalkun, berkantong-kantong kalkun, dan item-item lainnya yang sebelumnya sudah pernah saya beli.

Dari sana, demi mempertahankan tamasya kebarat-baratan kami, kami berjalan ke Kamiyacho, tepatnya menuju toko Honey Baked Ham untuk menikmati makan siang. Kembali ke masa lalu di Atlanta, kami dulu sering sekali mengunjungi toko ini dan di seputar masa liburan kami selalu menikmati ham panggang madu untuk makan malam Tahun Baru. Perbedaan antara toko ini dan toko yang ada di Amerika Serikat adalah di sini kamu dapat menikmati bir bersama makan siangmu, yang akan memperkuat rasa makananmu. Jika kamu belum pernah sekalipun mencoba Ham Panggang Madu, kamu harus mendatangi toko ini. Ini adalah toko satu-satunya di luar AS.

Berlokasi di 〒105-0001 Tokyo, Minato 虎ノ門5-1-5 神谷町メトロシティ Lt.1. Toko buka setiap hari namun pada hari Minggu jam bukanya dari jam 11:00 – 23:00. Nomor telepon 03-6450-1869.

Usai menyantap makan siang, kami menuju ke Ozabujuban and Nissan World Delicatessen. Harga bahan makanan di tempat ini sangat mahal dengan pengecualian untuk produk daging yang merupakan produk berkualitas tinggi. Tempat ini tampaknya merupakan satu-satunya tempat di Jepang dimana saya bisa membeli Blue Cheese salad dressing. Alamat dan nomor telepon toko ini adalah di 2-34-2 Higashi-Azabu, Minato-ku, telepon 03-3583-4586. Buka setiap hari dari jam 09:00 hingga jam 21:00. Keuntungan lain, jika kamu naik ke lantai 3, kamu akan menyaksikan pemandangan luar biasa dari area dekat Tokyo Tower.

Di puncak petualangan kami, kami menaiki bis ke Stasiun Shinagawa. Sambil berbelanja bebeberapa plum wine di area perbelanjaan di dalam stasiun, saya melihat piring coklat dengan kata “sampel”, jadi saya menolong diri sendiri dengan mengambil satu. Kegiatan icip-icip ini mulai menimbulkan keributan besar dan Miwa terpaksa harus menjelaskan bahwa di AS jika kamu menemukan kata sampel maka kamu diperbolehkan mencobanya. Mereka bertanya padaku jadi apa kalimat yang lebih tepat dan kujawab “pajangan.” Mereka menyukai kata itu, mengucapkan terima kasih, dan memberiku senyum lebar. Dan ngomong-ngomong, sampel coklatnya benar-benar luar biasa.

Tidak hanya kegiatan belanjanya saja yang menyenangkan, kami juga berhasil berjalan kaki lebih dari 15.000 langkah atau sekitar 11 kilometer untuk mendapatkan olahraga harian kami.

Jadi sekarang saya tinggal membeli kentang, keju krim Philadelphia, dan kacang hijau yang semuanya dapat saya peroleh dari supermarket lokal kami sebelum saya menyiapkan makan malam kami.

Selain dua anak Miwa, kami juga biasanya mengundang teman-teman dan kerabat untuk memberi kesempatan mengalami makan malam kalkun a la Barat pertama mereka. Mereka selalu menikmati makanannya dan masing-masing dari kami di sekeliling meja benar-benar mengutarakan ucapan syukur untuk semua berkat yang diterima sepanjang tahun ini. Dan bagi saya sendiri, ucapan syukur itu akan sama seperti dua tahun yang telah lewat dan bahwa saya sangat bersyukur bisa tinggal di Jepang.

Jika kamu ingin mendapatkan resep makan malam ini, saya sudah menyusun sebuah buklet PDF dengan instruksi langkah-langkahnya. Kirimkan saja emailmu dan saya dengan senang hati akan mengirimkan buklet itu gratis.

Di Jepang kamu tidak harus menyerah untuk tidak menyantap lagi makanan tradisionalmu, karena ada banyak restoran internasional hebat di sini dan jika kamu ingin menyiapkan hidanganmu sendiri, lakukan sedikit riset dan semua bahannya akan bisa kau temukan.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Santy Tobing

Santy Tobing @santy.tobing

no one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow. 

Artikel asli oleh Rey Waters

Tinggalkan komentar