Sejarah Shinagawa dan Tur Camilan

Merasakan Shinagawa dengan cara warga setempat

Shinagawa merupakan Stasiun Shinkansen yang sangat sibuk dan dikelilingi oleh banyak gedung. Namun, dengan menaiki kereta lokal hanya dalam beberapa stasiun saja, Anda bisa menemukan tempat-tempat bersejarah dan suasana yang ramah. Rasakan kota tua Shinagawa seperti warga setempat yang sesungguhnya. Rute jalan kaki sejauh 2 km ini sangat pas untuk para pemula. Berjalan, belajar, dan rasakanlah sepenuhnya sisi unik kota Tokyo dalam tur mandiri ini.

Persiapkan sepatu dan perut Anda untuk berangkat

Tur dimulai dengan berjalan melewati beberapa daerah paling bersejarah di Shinagawa.

Kuil Shinto Shinagawa-jinja dibangun pada tahun 1187 dan ditetapkan oleh Kaisar Meiji sebagai salah satu dari sepuluh kuil yang membentuk lingkaran mengelilingi Istana Kekaisaran — simbol era baru Meiji. Pelajari tentang sejarah kebanggaan kuil ini, dan kagumilah arsitektur serta patung-patungnya. Untuk keberuntungan lebih, cuci koin Anda sebelum pulang. Hal ini dipercaya akan membawa nasib baik dan keberuntungan. Berjalan mendaki ke Fuji-zuka, bukit kecil miniatur Gunung Fuji, yang ditutupi dengan batu lava yang berasal dari kaki Gunung Fuji. Ini adalah gundukan Fuji-zuka terbesar yang ada di Tokyo.

Shinagawa Shrine: 3-7-15 Kitashinagawa, Shinagawa 140-0001

Tanjakan curam di Fuji-zuka Kuil Shinagawa (Foto: Serena Ogawa)
Tanjakan curam di Fuji-zuka Kuil Shinagawa (Foto: Serena Ogawa)

Ini hanyalah tujuan pertama dalam tur jalan-jalan Anda. Dari sana, bersiaplah untuk menikmati berbagai macam camilan khas buatan tangan, yang semuanya telah dianugerahi sebagai omiyage (buah tangan) resmi kota Shinagawa.

Cobalah Osho senbei, kue beras berbentuk pion shogi (catur Jepang); yang dibuat dengan cara yang sama selama lebih dari 50 tahun. Atau mungkin Anda akan menyukai kyoan, kue kecil berbentuk bulan purnama yang dikaitkan dengan keberuntungan. Produk khas ini memenangkan kompetisi camilan lokal pada tahun 2015, sehingga Anda tahu bahwa ini pasti enak.

Osho Senbei: 2 -11-12 Kitashinagawa, Shinagawa 140-0001

Kasho Kyoan: 2-30-27 Kitashinagawa, Shinagawa 140-0001

Osho senbei, camilan yang asin dan renyah (Foto: Serena Ogawa)
Osho senbei, camilan yang asin dan renyah (Foto: Serena Ogawa)

Menyusuri jejak jalan bersejarah Tokaido, Anda akan melihat Shinagawa Kouryukan — pusat pengunjung dengan informasi turis dan sebuah toko permen yang sudah tua.

Shinagawa Kouryukan: 2-28-19 Kitashinagawa, Shinagawa 140-0001

Kembali ke jalan utama. Di Ippuku Japanese Tea Cafe, Anda dapat mencicipi dorayaki tradisional (pancake Jepang) serta minum teh hijau — bahkan melihatnya disiapkan di atas panggangan besi. Kemudian di Akioka, sebuah toko kue beras yang telah didirikan sejak tahun 1895, Anda dapat mencicipi 'Shinagawamaki' asli buatan mereka, yaitu kue beras berbentuk tabung yang dibungkus rumput laut kering. Rasanya renyah, asin, dan gurih.

Ippuku Japanese Tea Cafe: 2-4-18 Kitashinagawa, Shinagawa 140-0001

Akioka: 2-2-8 Kitashinagawa, Shinagawa 140-0001

Kunjungilah Kuil Isshinji di mana Anda mungkin akan terkesan dengan taman mereka yang nyaman — sebuah spot berfoto yang sangat bagus. Dalam perjalanan kembali ke Stasiun Kitashinagawa, Anda akan melewati banyak perahu yang merapat di teluk Shinagawa, keduanya memiliki latar belakang bersejarah.

Isshin Temple: 2-4-18 Kitashinagawa, Shinagawa 140-0001

Kuil Shinagawa memberikan kesempatan foto yang sempurna (Foto: Serena Ogawa)
Kuil Shinagawa memberikan kesempatan foto yang sempurna (Foto: Serena Ogawa)

Cara ke sana

Mulai dari Stasiun Kita-Shinagawa atau stasiun Shimbamba, di jalur Keikyu line

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
JapanTravel Featured

Difitur di Japan Travel

Advertising feature

Tinggalkan komentar