Museum Paling Aneh di Tokyo

Lupakan Kafe Robot, ini dia tempat paling aneh se-Tokyo

Oleh Connor Lappin   

Tokyo terkenal sebagai yang nomor satu di dunia terkait hal-hal aneh—kabaret robot, kafe-kafe cosplay serta kafe kelinci adalah beberapa dari banyaknya atraksi aneh yang menyajikan kebingungan pada siapapun yang mengunjunginya. Namun, mungkin tempat yang paling fantastis, unik, dan benar-benar aneh yang Tokyo miliki adalah Museum Parasit Meguro (Meguro Parasite Museum). Ya. Anda membacanya dengan benar kok—inilah satu-satunya museum di dunia yang sepenuhnya didedikasikan untuk parasit.

Dibangun pada tahun 1953 dari dana seorang dokter yang sangat tergerak untuk meningkatkan kesadaran akan parasit, museum ini menampilkan sekitar 300 spesimen dan materi-materi terkait. Museum ini gratis, namun diharapkan para pengunjung dapat memberikan donasi agar dapat terus mendukung ikon Tokyo yang selama ini selalu bergantung pada dana pribadi.

Dari luar, museum ini tampak biasa-biasa saja—berlokasi di dua lantai terbawah sebuah bangunan apartemen di daerah luar Tokyo. Namun memasuki bagian dalamnya seperti memasuki sebuah dunia yang baru, dan sangat berbeda dari blok apartemen pada umumnya. Seluruh dinding dan ubinnya diselimuti warna putih selaknya sebuah laboratorium sains, dan ke-300 parasit yang dipamerkan museum diawetkan dalam kapsul-kapsul formalin!

Lantai bawahnya masih terasa biasa saja, mungkin karena mereka ingin menyimpan kejutan di akhir kunjungan atau mungkin mereka ingin membuat para pengunjung melakukan pemanasan dan adaptasi terlebih dahulu sebelum melihat koleksi yang lebih… Menjijikkan. Tapi bagaimanapun juga, lantai bawah memiliki banyak informasi edukatif mengenai infeksi mengerikan yang dapat menyerang tanpa diduga-duga.

Lantai duanya merupakan rumah dari permata terpenting di museum ini: cacing pita sepanjang 8.8m yang diambil dari tubuh seorang lelaki berusia 40 tahun asal Yokohama. Museum ini bahkan menyediakan tali sepanjang 8.8m supaya Anda dapat mengagumi ukuran sebenarnya dari monster ini, apabila diluruskan. Ada beberapa pameran interaktif lainnya yang dapat membuat pengunjung terjun langsung dalam dunia parasit dengan bantuan mikroskop dan kaca pembesar.

Meski sebagian besar tulisan tersedia hanya dalam Bahasa Jepang, bukan berarti pengunjung yang tidak berbahasa Jepang tidak bisa menikmati museum ini—melihat parasit raksasa yang keluar dari kepala seekor kura-kura sudah cukup menghibur!

Berjarak 15 menit jalan kaki dari Stasiun JR Meguro, museum ini tidak begitu besar dan sebagian besar isinya dapat dilihat dalam waktu kurang dari satu jam. Sebuah toko cenderamata terdapat di lantai dua, menjual segala jenis suvenir sedangkan loker tersedia untuk disewa di lantai bawah dengan tarif mulai dari ¥100.

Cara ke sana

Dari Shibuya, dengan kereta di jalur JR Yamanote Line menuju Shinagawa, berhenti di Stasiun Meguro. 5 menit, ¥160.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Connor Lappin

Tinggalkan komentar