Mencari Kankichi Ryotsu

Bagaimana manga dapat mengubah sebuah kota

Oleh Jeremy Yap   

Pernah mendengar serial manga Kochira Katsushika-ku Kameari Koen Mae Hashutsujo? Tidak? Bagaimana dengan versi pendeknya, Kochikame? Bagi Anda yang menjawab ya, baguslah! Bagi Anda yang tidak mengerti apa yang sedang saya bicarakan, jangan cemas. Semua akan saya jelaskan sebentar lagi!

Kochira Katsushika-ku Kameari Koen Mae Hashutsujo ("Inilah Kantor Polisi di depan Taman Kamaeri di Wilayah Katsushika" dalam Bahasa Indonesia) atau Kochikame pendeknya, adalah manga yang paling lama berlangsung, dengan lebih dari 1700 bab dan 155 juta kopi terjual. Yang membuatnya semakin menarik adalah, manga ini sudah diproduksi sejak tahun 1976, sangat menakjubkan mengingat beratnya kompetisi manga di Jepang. Kalau Anda tidak tahu apapun tentang manga, paling tidak Anda dapat mengingat karakter utamanya, Kankichi Ryotsu (yang gambarnya bisa dilihat di kanan atas artikel ini), kan?

Setelah mengetahui apa itu manga, saya berpikir "Nah, bagaimana kalau kita berkunjung ke Kameari? Setting dari serial manga yang terkenal ini?'. Karenanya pergilah saya ke sana ke Kameari, stasiun yang berada Ayase dan sebelum Kanamachi di sepanjang jalur Chiyoda.

Hal pertama yang saya sadari setelah turun di stasiun ini adalah sang Ryo-san sendiri. Ia menyapa saya dengan melambaikan tangan, dan seketika saya merasa sangat disambut. Halo Kameari! Area di luar wilayah pusat Tokyo ini, seperti yang sudah saya kira, lebih luas namun lebih sepi. Berjalan-jalan di sepanjang stasiun, saya berpapasan dengan Ryo-san lagi, yang kini sedang memamerkan ototnya. Oh betapa saya merasa sangat aman karena dilindungi karakter polisi yang kuat dan berotot yang mengawasi lingkungan kecil nan sunyi ini. Sampai akhirnya saya diajak untuk duduk dan berbincang dengan Ryo-san, namun sebelumnya saya menyempatkan diri untuk mengambil foto dirinya yang berkostum polisi sedang tersenyum.

Setelah berbincang dengan Ryo-san selama beberapa detik (ia sih tidak berbicara sama sekali, Anda pasti tahu itu), saya melanjutkan jalan kaki dan berpapasan dengan Keiichi Nakagawa, sahabat Ryo-san di kepolisian. Di sini Nakagawa-san sedang menjaga sepeda seorang penduduk Kamaeri. Baik sekali, ya?

Sangat menyenangkan melihat bagaimana penduduk Kameari sangat menghargai Kochikame. Manga ini telah membawa ketenaran untuk sang kota kecil, dan cukup mengejutkan ketika mengetahui bahwa bahkan kuil setempatnya, Kuil Katori, membawa-bawa Kochikame dengan menempatkan tablet kayu Ryo-san di sana. Karenanya, jangan kaget kalau di kuil ini Anda akan berjumpa dengan Ryo-san yang berdiri menunjuk ke arah langit, seolah-olah sedang berterima kasih pada para dewa karena telah merangkulnya.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Jeremy Yap

Tinggalkan komentar