Jalur Sakura Chidorigafuchi, Tokyo

Menikmati sakura yang ditanam oleh orang asing

Jalur pejalan kaki Chidorigafuchi adalah salah satu tempat menyaksikan sakura paling populer di Jepang. Tempat ini berlokasi di sudut barat laut Imperial Palace Tokyo, di sepanjang parit Chidorigafuchi. Jalur sepanjang 770m ini berpagarkan sekitar 260 pohon sakura, yang tiap tahunnya dikunjungi sampai satu juta orang dari seluruh penjuru dunia untuk menikmati mekarnya bunga-bunga.

Jalur Chidorigafuchi

Beberapa jenis pohon sakura dapat terlihat di sini, mulai dari sakura yang menjulur turun, sakura Yoshino, sakura Ohshima, dan Sato-zakura. Jadwal kemekaran bunga-bunga ini, warna-warnanya, serta jumlah kelopak bunga-bunga ini berbeda-beda tergantung jenisnya, namun semuanya dipastikan sangat cantik! Pohon-pohonnya memanjang dari dahan hingga ke parit, sehingga membuat kelopak-kelopak merah muda pucatnya seperti menari terbawa angin dan terjatuh ke air. Pemandangan ini mirip seperti kepingan salju yang jatuh di musim dingin. Jalur ini akan sangat penuh oleh orang-orang, jadi akan sangat direkomendasikan untuk duduk saja di lahan yang ada untuk menikmati bunga. Kalau Anda datang pada musim semi, Anda bisa melihat betapa antusiasnya orang-orang yang datang untuk melihat bunga-bunga ini.

Pohon sakura & Kedubes Inggris

Jalur Chidorigafuchi dan Kedutaan Besar Inggris menghadap satu sama lain di seberang jalan. Sisi jalan dari Kedubes juga merupakan tempat sempurna untuk melihat bunga. Pada tahun 1898, Duta Besar Inggris di Jepang (1895-1900), Sir Earnest Satow, menanam pohon sakura Yoshino di sini sebagai hadiah untuk warga Tokyo. Pohon sakura Yoshino adalah spesies yang bisa Anda lihat sekarang di mana-mana di Jepang, namun tidak pada tahun 1860 ketika Satow pertama kali datang ke Jepang dan bunga itu perlahan-lahan menjadi populer. (Ia pertama kali datang ke Yokohama sebagai pelajar intepreter muda di Kantor Layanan Konsuler Inggris Jepang tahun 1862). Satow sangat menyukai sakura Yoshino dan bahkan sampai mengimpor beberapa pohon setelah ia pensiun dan tinggal di Ottery St. Mary di Inggris. Pohon sakura yang Satow tanam terbakar semasa serbuan udara saat PDII. Namun setelah perang, orang-orang mulai menanam pepohonan sakura lagi di sepanjang jalan. Sekarang, Anda pun bisa melihat penuhnya kecantikan merah muda dari bunga ini di musim semi, sebagaimana Satow selalu menyukainya di masa lalu.

Kehidupan Satow setelahnya

Satow secara resmi memilih untuk tidak menikah seumur hidupnya, namun selama ia tinggal di Jepang ia memiliki sebuah keluarga. Salah satu anaknya, Hisayoshi Takeda (yang kemudian menjadi ahli botani), membantu Satow mendapatkan beberapa jenis tanaman dari Jepang. Mungkin pohon Yoshino di Beaumont House, di mana ia menghabiskan saat-saat terakhirnya, dikirim oleh Hisayoshi. Satow menikmati musim sakura sendiri di tamannya, dan menulis kepada teman-temannya mengenai pohon itu. Berikut salah satu contoh suratnya.

Surat pribadi dari Satow untuk Ny. Dickens (26 Mei 1918)

"Betapa cepatnya satu tahun berlalu! Pekarangan yang beberapa saat lalu masih penuh oleh bunga-bunga musim semi sekarang berisi dedaunan kering yang berantakan, pohon sakura telah menggugurkan bunga-bunganya yang mekar, dan pepohonan kini sudah berselimutkan daun-daun hijau musim panasnya. Musim gugur dan musim dingin akan segera tiba tak lama lagi, dan rasa ragu kini muncul dalam benak saya: apakah saya akan melihat musim panas lagi, atau tidak? Tapi tidak berarti semua ini membuat saya gundah, meski saya sudah merasakan kalau energi saya yang dulu sangat banyak sekarang perlahan-lahan menghilang..."

Satow mungkin telah merasakan perubahan dari pohon sakuranya pada masa itu. Bunga ini biasanya mekar hanya selama satu minggu atau bahkan kurang, lalu menghilang begitu saja tanpa jejak. Orang-orang Jepang sangat mencintai sakura bukan hanya karena kecantikannya yang sekejap saja, tetapi juga karena bagian akhirnya yang anggun tanpa rasa penyesalan. Satow mungkin merasakan hal yang sama dalam hidupnya. Dan ketika saya sedang berjalan di bawah terowongan sakura di jalur Chidorigafuchi, saya seperti dapat membayangkan apa yang ada dalam benaknya. Dan mungkin Anda pun nanti akan merasakannya juga...

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang Chidorigafuchi

0
0

Tinggalkan komentar