Gedung Tokyo Metropolitan

Nikmati pemandangan Tokyo di ketinggian 202 m, gratis!

Oleh Yury SaplinSilanovitskiy   

Gedung Pemerintahan Tokyo Metropolitan terletak tak jauh dari Stasiun Shinjuku, di sebuah area yang terkenal dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Tempat ini ramai dikunjungi turis-turis asing.

Bangunannya terdiri dari tiga struktur majemuk, dimana selain kantor pemerintahan Metropolitan, juga terdapat dua dek observasi yang menawarkan pemandangan panorama 360 derajat yang mengagumkan. Dari sini pengunjung bisa menikmati Tokyo Besar baik siang maupun malam, dari ketinggian 202 meter (663 kaki). Satu hal yang sangat menyenangkan adalah, tidak seperti tempat-tempat lainnya yang sejenis, dek observasi disini gratis biaya masuk. Lift berkecepatan tinggi akan mengantar pengunjung ke lantai 45 hanya dalam waktu 55 detik. Ada pula beberapa toko cenderamata dan cafe nyaman di lantai itu.

Pada cuaca-cuaca yang lumayan, terutama siang hari di musim dingin, pengunjung bisa melihat kemegahan puncak Gunung Fuji - salah satu simbol nyata dan mengesankan dari Jepang.

Gedung Metropolitan didesain oleh arsitek terkenal Jepang, Kenzo Tange, dan berkaitan erat dengan Tokyo modern.

Kompleksnya dikonstruksi pada 1988-1991. Salah satu fitur terpenting bangunan ini adalah tingkat daya tahannya yang tinggi terhadap gempa bumi. Tidak ada kerusakan apapun setelah gempa Maret 2011, dan bangunan ini bisa tahan dari bencana alam sebesar gempa Great Kanto tahun 1923, gempa yang hampir memusnahkan seluruh Tokyo.

Bangunan ini adalah contoh terkemuka dari futurisme post-modern. Tinggi kedua menaranya - menara utara dan selatan - adalah 243 m. Jumlah keseluruhan lantai adalah 51, dan tiga di antaranya berada di bawah tanah.

Desainnya menciptakan ulang gambaran dari katedral Eropa Gotik.

Di sebelah selatan dua menara, ada satu lagi struktur yang terhubung dengan bangunan utama oleh sebuah galeri. Bangunan yang satu ini setinggi 163 m dan memiliki 37 lantai.

Sebuah ruang terbuka di depan bangunan yang menggambarkan bentuk kipas Jepang disebut-sebut sebagai salah satu temuan paling asli para arsitek. Di atas, ada sebuah aula berbentuk cakram untuk Balai Pertemuan Metropolitan (Metropolitan Assembly), yang terletak tepat di atas galeri.

Dek observasi di menara utara terbuka untuk publik dari pukul 9:30 sampai 23.00. Yang selatan dari pukul 9:30 sampai 17:30 kecuali pada Senin kedua dan keempat tiap bulan, yang akan buka sampai pukul 23:00 karena menara utara tutup. Menara selatan tutup pada Selasa pertama dan ketiga tiap bulan. Lift terakhir menuju dek observasi berangkat 30 menit sebelum tutup. Pada 29-31 Desember, 2-3 Januari dan 16 Mei kedua menara tutup.

Sudah catat seluruh waktu bukanya? Mari naik ke atas dan nikmati ke-modern-an Tokyo!

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang Tokyo Metropolitan Government Building

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Yury SaplinSilanovitskiy

Gabung diskusi

Caroline Imelda 7 tahun yang lalu
Satu yang saya kagumi dari arsitektur Jepang adalah design mereka selalu fungsional tanpa suatu tambahan ornament yang tak berfungsi. Like Mies van de rohe said "less is more"