Gedung Teater Meijiza

Panggung teater tertua Tokyo menyimpan rahasia modern

Oleh Japan Travel   

Meskipun Meijiza adalah gedung teater tertua di Tokyo yang dulu pertama kali diperkenalkan pada dunia dengan nama Kishoza selama lebih dari 140 tahun, gedung ini selalu berinovasi agar tetap relevan bagi penontonnya

Kali ini adalah tirai panggung digital baru yang dirancang oleh TeamLab sebagai upaya terkini Meijiza untuk mengikuti perkembangan zaman.

Lihatlah Four Seasons Kishoza - karya tradisional yang didigitalkan untuk mengikuti zaman modern (Foto: Tom Roseveare)
Lihatlah Four Seasons Kishoza - karya tradisional yang didigitalkan untuk mengikuti zaman modern (Foto: Tom Roseveare)

Sejarah kegigihan

Sejak dibuka pertama kali pada tahun 1873, gedung teater ini telah melalui berbagai tantangan seperti terbakar beberapa kali karena berbagai penyebab (beberapa di antaranya akibat Gempa Besar Kanto dan pemboman saat Perang Dunia II). Namun, semangat gedung ini yang tidak pernah sirna tercermin dari sejarahnya dalam mengadopsi nama-nama baru, menunjukkan kegigihan gedung ini untuk bisa beradaptasi dengan zaman. Pertama kali dikenal sebagai Kishoza, dua perubahan nama lain—Hisamatsuza dan Chitoseza—mengawali nama baru gedung yang sekarang dikenal sebagai Meijiza, nama yang diadopsi sejak tahun 1893.

 (Foto: Meijiza)
(Foto: Meijiza)

Mengikuti perkembangan zaman

Meijiza menampilkan berbagai pertunjukan teater bagi penontonnya, dari pertunjukan Jepang klasik atau drama modern hingga Kabuki yang lebih tradisional, atau drama Barat dan pertunjukan lagu daerah Enka. Gedung ini tercatat sebagai gedung teater pertama di Jepang yang menggelar pertunjukan karya-karya Shakespeare.

Baru-baru ini, untuk bisa terhubung lebih baik dengan penontonnya yang lebih muda dan yang berasal dari luar negeri, gedung ini menggelar pertunjukan malam, Sakura - Japan in the Box -, yang memadukan budaya dan seni kontemporer Jepang. Pertunjukan remaja hybrid ini berkisah pada seorang gadis sekolah menengah yang melakukan perjalanan di tempat misterius dengan rubah legenda putih. Memadukan seni lama dan modern dari tarian dan instrumen musik tradisional Jepang dengan efek panggung digital yang memiliki sentuhan anime dan video game, Sakura adalah pentas hybrid yang membuat pertunjukan di Meijiza lebih berkelas dengan menggunakan teknologi yang liberal namun tepat.

Four Seasons Kishoza - A Stage Curtain Spun from Time | teamLab, 2019, Digital Installation, Endless (Foto: Tom Roseveare)
Four Seasons Kishoza - A Stage Curtain Spun from Time | teamLab, 2019, Digital Installation, Endless (Foto: Tom Roseveare)

"Four Seasons Kishoza - A Stage Curtain Spun from Time"

Ketika Anda menyaksikan detil dan indahnya tirai panggung digital inovatif baru milik Meijiza yang dikenal dengan nama Four Seasons Kishoza, Anda akan melihat kenapa tirai ini saja sudah cukup menjadi alasan berkunjung ke teater ini. Kanvas animasi yang selalu berubah itu dibuat oleh TeamLab untuk semakin menonjolkan keindahan tirai panggung unik gedung teater ini, namun pada saat yang bersamaan tetap mempertahankan tirai klasik khas Meijiza.

Tirai yang memiliki ukuran 7 m x 20 m ini menampilkan berbagai gambar daerah di sekitar Nihonbashi pada awal Era Meiji. Dari siang sampai malam dan berbagai musim dalam setahun, tirai ini selalu mempertontonkan gambar yang sesuai dengan waktu dan musim. Karena itu, melihat tirai ini selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Jika dilihat dari dekat, Anda bisa melihat penduduk desa yang mengenakan pakaian tradisional Jepang melakukan berbagai aktivitas sehari-hari mereka dari fajar hingga petang.

Panorama jalanan animasi dengan gambar Nihonbashi zaman dulu (Foto: Tom Roseveare)
Panorama jalanan animasi dengan gambar Nihonbashi zaman dulu (Foto: Tom Roseveare)

Pergantian cuaca dan musim

Dengan bergantinya siang menjadi malam dan musim-musim yang silih berganti, pakaian dan aktivitas serta pemandangan dari karakter-karakter yang ditampilkan di tirai juga ikut berubah.

  • Pada musim semi, bunga sakura memenuhi tirai.
  • Pada musim panas, banyak sentuhan dedaunan hijau.
  • Pada musim gugur, pohon-pohon dengan daun-daun merahnya membuat Anda terpesona.
  • Pada musim dingin, salju menyelimuti seluruh pemandangan yang terlihat di tirai.

Tirai ini sangat detil, sampai-sampai ketika cuaca di Nihonbashi berganti, perubahan tersebut juga akan tergambarkan di tirai. Jika di Nihonbashi hujan, hujan juga akan terlihat di layar. Mengunjungi teater pada pertengahan April, Anda akan melihat pohon sakura dengan sedikit warna hijau sampai awan pink saat mendekati berakhirnya musim sakura.

Tirai panggung baru Meijiza menyuguhkan karya seni berkelas yang selau baru, menarik, dan penuh wawasan karena memperlihatkan pemandangan sekilas Jepang zaman dulu, seperti yang tergambarkan di gambar-gambar yang terus berubah.

Dengan menggabungkan teknologi digital pada tirai, Four Seasons Kishoza mencerminkan inovasi yang ada di tirai khas gedung teater ini.

CATATAN: FOUR SEASONS KISHOZA HANYA BISA DILIHAT OLEH PEMEGANG TIKET TEATER MEIJIZA.

Kapan Melihatnya

Umumnya tirai panggung hanya bisa disaksikan oleh pemegang tiket Meijiza mulai teater buka hingga 10 menit sebelum pertunjukan yang ditentukan dimulai. Jadwal pertunjukan teater dapat dikonfirmasi melalui situs resmi Meijiza. Perlu Anda ketahui mungkin ada perubahan atau pembatalan tanpa pemberitahuan sebelumnya karena keadaan yang tidak terduga.

Cara ke sana

Berjarak satu menit berjalan kaki dari Stasiun Hamacho, di Jalur Toei Shinjuku.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Japan Travel

Tinggalkan komentar