Etiket Kereta Tokyo

Beberapa tips bermanfaat untuk naik kereta

Oleh Hannah Morse   

Sebagai orang asing, tiba di Tokyo dan naik kereta untuk pertama kalinya bisa sangat mengintimidasi, entah itu karena Anda tidak bisa berbicara Bahasa Jepang sedikit pun, atau Anda sedikit malu untuk mempraktekkan kemampuan Bahasa Jepang yang Anda miliki. Bahkan jika Anda sedikit khawatir, orang-orang Jepang itu sangat baik dan mereka bersedia membantu jika Anda bertanya. Berikut ini adalah etiket umum yang harus Anda ketahui sebelum naik kereta.

Cara Keluar Masuk Gerbong

Di lantai peron biasanya ada tanda yang memberi tahu Anda di mana pintu gerbong kereta berada ketika kereta datang. Saat Anda hendak naik kereta dari peron, Anda harus berdiri di kedua sisi pintu dalam antrian. Biarkan semua penumpang yang di dalam keluar terlebih dahulu sebelum Anda memasuki gerbong kereta.

Untuk keluar juga sama, berjalanlah ke pintu yang akan terbuka pada saat kedatangan. Ini akan membuat Anda bisa keluar lebih mudah, sebab Anda tidak harus terus mengatakan sumimasen dan gomen ketika Anda keluar gerbong saat penumpang yang ada di luar mulai masuk.

Juga, jika Anda menemukan diri Anda berada di dekat pintu kereta pada jam sibuk, yang terbaik adalah minggir untuk membiarkan orang lain turun dari kereta. Jika Anda tidak dapat melakukannya dan masih menghalangi penumpang, turun saja dari kereta dan tunggu di sebelah pintu. Setelah semua orang keluar, masuklah kembali dan berilah ruang juga bagi para penumpang baru.

Bepergian pada pagi hari memiliki seperangkat aturan, tergantung pada jenis keretanya. Beberapa jalur punya gerbong "khusus wanita", digunakan oleh wanita-wanita yang akan bekerja yang tidak ingin menjadi sasaran sesuatu yang tidak diinginkan dari pegawai kantoran laki-laki. Ini tidak berarti bahwa wanita hanya bisa naik gerbong-gerbong itu saja, tapi penumpang pria harus menahan diri mereka untuk tidak naik gerbong yang bertanda "khusus wanita" pada jam-jam tersebut.

Menemukan Tempat Duduk

Saya menemukan bahwa waktu terbaik dalam sehari adalah ketika kursi kereta banyak yang kosong. Tidak ada waktu tertentu untuk itu karena banyaknya kursi kosong tergantung pada banyaknya arus penumpang. Biasanya, jika Anda menemukan tempat duduk, Anda dapat mendudukinya kecuali seseorang sepertinya akan duduk di situ. Ini bukan kursi di pertunjukan musikal, ingat ya!

Tapi jika Anda mendapati diri Anda berdiri tanpa ada harapan untuk bisa mengistirahatkan kaki Anda, yang perlu Anda lakukan hanyalah berdiri dan berpegangan pada pegangan yang ada di depan kursi mana pun. Dengan sedikit keberuntungan, orang yang duduk di kursi depan Anda akan segera turun dan Anda kemudian bisa menikmati kenyamanan kursi itu.

Hal lain yang perlu diingat adalah bersikap sopan dan tidak meletakkan tas Anda di kursi di sebelah Anda. Letakkan tas Anda di depan Anda, di pangkuan Anda, atau di tempat menaruh barang yang terbuat dari logam di atas Anda.

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui adalah jika Anda duduk dan tidak ada kursi kosong, tapi di dekat Anda ada orang tua, wanita hamil, penumpang dengan anak-anak, atau seseorang yang sepertinya perlu duduk di kursi, akan sangat sopan dan disaran bagi Anda untuk menawarkan tempat duduk Anda pada mereka. Cukup berdiri, lalu menunjuklah ke kursi Anda sambil tersenyum dan katakan "Dōzo."

Tenang adalah Kunci

Sudah menjadi rahasia umum di kereta-kereta Tokyo agar penumpangnya diharapkan untuk tidak berisik dan menghormati penumpang lain. Kebanyakan orang menjaga diri mereka dengan menghabiskan waktu di kereta sambil membaca atau tidur. Anda bisa ngobrol, tapi harap hormati juga orang lain yang ada di dekat Anda dan berbicaralah dengan suara pelan. Selain itu Anda juga bisa melihat tanda-tanda yang meminta penumpang untuk tidak menggunakan ponsel mereka yang dipasang di setiap gerbong, jadi jangan menerima telepon saat di dalam kereta.

Untuk informasi lebih lanjut tentang panduan naik kereta, lihatlah artikel ini.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Hannah Morse

Tinggalkan komentar