Kota Matsumoto

Kota kecil yang menawarkan banyak hal

Banyak orang menganggap Matsumoto di prefektur Nagano hanya sebagai tempat bermalam sebelum menuju ke Pegunungan Jepang atau Puncak Utsukushigahara. Jika bukan karena teman istri saya yang tinggal di sini, kota ini mungkin tidak akan pernah masuk daftar tempat yang akan saya kunjungi. Selama perjalanan ke sana, saya tidak menjumpai banyak iklan tentang tempat ini, tapi ternyata yang kemudian saya temukan, Matsumoto benar-benar sebuah kota yang wajib dikunjungi.

Karena teman kami adalah seorang seniman kerajinan tangan, kami memulai tur kami ke Museum Kerajinan Rakyat Matsumoto.

Didirikan pada tahun 1962, museum ini memiliki fitur lebih dari 7000 karya dari daerah ini, daerah-daerah lain di Jepang, dan juga internasional. Pameran meliputi kerajinan dari kayu, kaca, porselen, dan bambu. Museum tenang ini ditata apik, terdiri dari dua lantai ruang pameran. Sekitar museum dikelilingi oleh hutan kecil menyenangkan, yang menambah suasana damai. Museum ini terletak di Matsumoto timur. Untuk menuju ke museum, naikilah bus di Jalur Utsukushigahara tepat ke Toko Museum.

Meninggalkan museum bertema ini, perhentian kami berikutnya adalah Museum bekas Sekolah Dasar Kachi yang didirikan pada tahun 1873 dan merupakan salah satu sekolah dasar tertua di Jepang. Sekolah ini terdaftar sebagai Properti Budaya Bernilai Penting. Awalnya sekolah ini terletak di Sungai Metoba, namun kemudian dipindahkan ke lokasi yang sekarang dan dipugar pada tahun 1964. Yang menarik bagi saya adalah kemiripan sekolah ini dengan sekolah dasar saya dulu di New Jersey. Meja kayu bergaya sama, dinding penuh dengan tugas kelas, hingga ke aroma ruang kelas sekolah tua ini benar-benar membawa kembali banyak kenangan masa kecil. Anda dapat menaiki bus ¥ 190 yang dikenal dengan sebutan "Kota Sneaker" ke Takkajoumachi dan berjalanlah selama 5 menit ke sekolah. Anda juga bisa membeli tiket bus terusan untuk satu hari seharga 500 yen, yang sudah termasuk diskon biaya masuk.

Museum ini merupakan bagian dari kelompok museum kota Matsumoto dan untuk masuk ke sini dikutip uang masuk, namun jumlahnya tidak akan mengganggu keuangan Anda dan sebanding dengan setiap yen yang Anda keluarkan.

Beberapa blok ke selatan, Anda akan menemukan Matsumoto Castle, sebuah Harta Karun Nasional Jepang. Dibangun pada tahun 1593, ini adalah kastil tertua di Jepang. Kami mengunjungi kastil ini selama hari indah yang cerah di musim gugur dan bayangan paritnya sungguh spektakuler. Taman di sekitar kastil juga cocok untuk olahraga jalan Anda.

Lanjut ke selatan, ke 3 blok lainnya , kami menemukan Jalan Nawate. Menantu perempuan saya adalah seorang kolektor barang-barang bertema katak. Saya tersenyum memikirkan dia ketika kami menjumpai patung Kaeru Daimyojin, sang dewa katak. Sebagian besar toko di sini bertema katak dan saya benar-benar harus membeli sebuah hadiah kecil untuk dikirim ke Amerika Serikat.

Kami menyeberang sungai dan berjalan ke Jalan Nakamachi dimana terdapat beberapa toko kerajinan, kafe, dan kios buah. Apel manis daerah ini sudah terkenal di seluruh Jepang. Saya membeli sekantong apel dan untungnya masih tertinggal beberapa buah apel ketika kami kembali ke Yokohama.

Perjalanan kami hanya satu hari namun sudah mencakup mungkin sepuluh persen dari apa yang kota Matsumoto tawarkan. Daerah ini punya banyak sumber mata air panas, dan untuk kota sekecil ini, ada cukup banyak museum yang untuk mengunjungi semuanya dibutuhkan waktu dua hari. Juga terdapat restoran-restoran dengan makanan yang sangat lezat dengan banyak hidangan lokal seperti soba, sanzokuyaki (ayam yang digoreng) dan Taiyaki manis yang terlihat seperti sea bream (sejenis ikan laut). Daerah ini terkenal dengan Sake berkualitasnya, dan juga ada penawaran kunjungan ke lima tempat pembuatan sake yang berlainan dengan memesan terlebih dahulu. Jika Anda suka mendatangi festival, maka terdapat festival yang diselenggarakan di setiap musim. Saya ingin kembali di bulan Januari nanti dan merasakan langsung Festival Permen "Ameichi".

Ada pusat informasi di stasiun kereta api dan dekat kastil dengan banyak brosur tersedia dalam bahasa Inggris.

Ketika Anda merencanakan perjalanan Anda ke Kamikochi dan Pegunungan Jepang atau daerah dataran tinggi Utsukushigahara, pastikan juga untuk meluangkan beberapa hari bersantai di Matsumoto. Ini adalah kota yang tidak akan mau Anda lewatkan.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
JapanTravel Featured

Featured on Japan Travel

Advertising feature

Gabung diskusi

Febry Fawzi 4 tahun yang lalu
Matsumoto! Saya pernah gak sengaja ke kota ini. One day trip ke Nagano, niatnya mau ke Kamikochi tapi JR East Pass nya hanya bisa ke Matsumoto (atau kalau gak salah, waktunya kurang). Jadi lah main-main di Matsumoto.