Festival Sakura Ogawara

1000 pohon sakura dalam satu pemandangan

Oleh Andrew Kehoe   

Di Tohoku terdapat beberapa tempat ternama untuk menyaksikan kemekaran sakuraKastil Hirosaki di Aomori dan Taman Mogami di Iwate mungkin merupakan yang paling terkenal. Sedangkan yang sering terlupakan oleh banyak orang adalah Taman Kastil Funaoka di Ogawara-machi. Sungai Shiroishi mengalir dengan malas di bagian timur, bermula dari Pegunungan Ou yang memukau, dengan 1000 pohon sakura berjejer di tepi sungai. Yang membuat tempat ini semakin istimewa adalah patung Kannon raksasa yang terletak di puncak bukit kecil, menghasilkan pemandangan menakjubkan baik dari sisi timur maupun barat sungai, dengan pepohonan sakura yang mekar dengan cantiknya di kedua sisi.

Hanya dengan melakukan pendakian selama 20 menit, Anda akan tiba di sebuah area di mana Anda dapat menatap pegunungan berselimut salju dengan sunyi dan perlahan-lahan memandangi bentangan jalur sakura sepanjang 8km yang terbelah oleh sungai berwarna gelap. Namun jangan biarkan Anda hanyut sepenuhnya dalam pemandangan pepohonan sakura di sungai. Perbukitan yang mengintai di kejauhan juga dipenuhi banyak tanaman, termasuk pohon plum, dan taman bakung serta bunga poppy yang dikelola dengan cakap—dan pepohonan sakura jelas menambah kecantikan itu semua. Patung Kannon besar di sini tampak lebih sederhana dibandingkan dengan patung-patung Budha menakjubkan lainnya di Jepang. Meski demikian, karena menjulang di atas lautan sakura, patung ini menjadi sebuah mahakarya seni megah yang tidak ada satu foto pun yang dapat menceritakan pengalaman sebenarnya kepada mereka yang belum pernah ke sini.

Bulan April adalah musim sakura di Taman Funaoka, dan tempat parkir di sini sangat terbatas. Pemerintah setempat menyarankan pengunjung untuk datang menggunakan transportasi publik dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki 10 menit dari Stasiun JR Ogawara atau Funaoka. Tidak ada biaya masuk untuk taman dan festivalnya! Ada pula mobil kabel bagi pengunjung yang mengalami kesulitan untuk melakukan pendakian, tapi akan dikenakan biaya ¥500. Kalau bisa, pilihlah untuk mendaki daripada menaiki mobil, karena pepohonan sakura dan bunga-bunga lainnya berbaris di sepanjang jalur menuju puncak. Di dalam festival, Anda juga dapat menaiki perahu dengan tarif ¥1000 yang mengarungi sungai sepanjang 2km, menyajikan pemandangan sakura di tengah air. Selama festival sakura ada suguhan spesial pada malam hari mulai dari pukul 6 hingga 10, berupa pencahayaan sakura di seluruh penjuru taman.

Di kaki bukit setinggi 305 meter ini terdapat area festival besar dengan banyak sajian bakar-bakaran, kudapan manis, cenderamata dan dango (camilan bola-bola tepung) spesial dengan saus sakura manis. Anda juga dapat mencicipi santapan setempat yakni "konnyaku", gelatin goreng yang terbuat dari akar tanaman bernama "lidah iblis".

Berjarak 40 menit naik kereta ke selatan dari Stasiun Sendai, festival sakura di Ogawara adalah salah satu rahasia terbaik yang dimiliki Tohoku timur. Jadikan tempat ini sebagai destinasi hanami Anda tahun ini. Bawa selimut piknik, kemas banyak makanan, ajak semua orang tersayang, dan jangan lupa persiapkan kamera. Ada sebuah semboyan tentang seni di Jepang: "wabi-sabi" yang artinya, sesuatu yang amat cantik karena tidak sempurna, atau karena tidak akan bertahan selamanya. Sakura adalah contoh yang paling menggambarkan semboyan wabi-sabi, karena mereka hanya bertahan dalam waktu hanya beberapa minggu, namun selama kemekarannya itu, mereka menjadi salah satu hal yang paling cantik di dunia. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan kecantikan sejenak dari musim sakura di Ogawara!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Andrew Kehoe

Tinggalkan komentar