Desa Rubah-Zao

Melihat dan bermain dengan 6 jenis rubah yang lucu

 Oleh Rebecca Daum   27 Feb 2015

Terletak didalam pegunungan di dekat Shiroishi, terdapat sebuah “desa” yang dihuni oleh lebih dari 100 binatang dan 6 jenis rubah. “Desa Rubah” ini merupakan salah satu tempat terbaik di Jepang untuk dikunjungi dan melihat berbagai macam rubah. Rubah-rubah tersebut dengan bebasnya berkeliaran di dalam suatu area yang dilindung, dimana para pengunjung juga dapat memasuki area ini. Rubah merupakan makhluk hidup yang terkenal dalam legenda dan pengetahuan Jepang, dan banyak dari kita yang mungkin tertarik akan sejarah dan budaya dibalik cerita rubah-rubah ini. Namun, yang menjadi alasan utama untuk mengunjungi Desa Rubah adalah bahwa pada kenyataannya, rubah-rubah itu sangat lucu dan menggemaskan.

Saya tidak begitu pasti apa yang dapat saya harapkan ketika saya mengunjungi Desa Rubah. Desa ini terdengar seperti tempat yang menarik, tapi saya tidak tahu berapa banyak rubah-rubah yang hidup disana. Setelah berkunjung, dapat dipastikan, saya tidak kecewa.

Ketika Japan Traveler memasuki desa tersebut dan membayar tiket masuk, Japan Traveler juga dapat membeli makanan untuk rubah-rubah tersebut sebesar 100 yen (Rp. 10.000; *Jika 1 yen = Rp. 100;). Terdapat beberapa peraturan tentang kapan dan bagaimana memberi makanan kepada rubah-rubah tersebut. Japan Traveler tidak diperbolehkan memberi makan kepada rubah yang berada dalam kandang dan harus melempar makanan bukan memberi makan secara langsung dengan tangan. Para karyawan di area tersebut akan menjelaskan peraturan-peraturan dalam bahasa Jepang dan dalam peraturan tersebut terdapat penjelasan dalam bentuk gambar serta tanda silang merah yang dapat membantu kamu untuk mengerti peraturan tersebut.

Bagian depan dari Desa Rubah lebih mirip pada kebun binatang-peliharaan. Terdapat beberapa rubah, baik di dalam kandang atau diikat dengan kalung dan rantai. Terdapat pula beberapa kelinci yang dapat Japan Traveler belai dan peluk, juga terdapat pula miniatur beberapa kuda dan kambing. Bagian ini saja sudah menyenangkan.

Japan Traveler dapat membelai-belai binatang-binatang dan berfoto bersama dengan binatang-binatang itu. Namun, sampai disini, tetap saja saya bertanya-tanya: “Hanya begini saja?” jawabannya tentu “Tidak, ini belum semuanya”.

Bagian utama dari Desa Rubah harus melewati sebuah pintu. Sebuah area yang terbuka dan rubah-rubah dapat dengan bebas berkeliaran di area tersebut. Terdapat banyak pepohonan serta semak-semak dan Japan traveler dapat merasakan seperti berada dalam alam liar.

Rubah-rubah dengan berbagai macam jenis dan warna berkeliaran di area ini. Beberapa diantaranya akan berlari dengan cepat menghampiri Japan Traveler dengan penasarannya, tetapi terdapat pula beberapa berlari menjauh. Banyak diantara rubah-rubah tersebut tidur atau beristirahat, yang tentunya juga terlihat sangat lucu. Jika Japan Traveler telah memberi makan pada beberapa rubah, maka rubah-rubah tersebut akan terus mengikuti dan berkeliaran disekitar Japan Traveler, mereka berharap akan diberi makanan lagi.

Japan Traveler benar-benar dapat sangat dekat dengan rubah-rubah ini. Akan tetapi, tetap saja rubah-rubah tersebut merupakan binatang buas. Saran dari saya, untuk tidak terlalu sering menyentuh rubah-rubah ini karena mereka mungkin saja akan menggigit. Beberapa diantara rubah-rubah tersebut pasti terdapat yang tidak bersahabat dan akan menjauhi. Di area ini, para karyawan tidak terlalu sering memonitoring kegiatan yang terjadi, jadi harus selalu berhati-hati.

Area yang dilindungi ini terstruktur dan terdapat beberapa rumah-rumah kecil untuk tempat tinggal para rubah, terdapat pula kuil dengan patung-patung serta sebuah torii (gerbang yang terdapat di depan kuil, yang simbolis merupakan pintu masuk ke daerah yang suci-pemisah dari daerah yang tidak suci). Area ini sangat indah dan menarik untuk berjalan-jalan disekitarannya. Pegunungan-pegunungan Miyagi-Zao juga sangat indah dan asri. Desa Rubah berada di dekat kota Shiroshi, dimana dapat diakses dengan menggunakan kereta super cepat atau kereta lokal. Akan tetapi, untuk menuju Desa Rubah harus berkendara kurang lebih 20 -30 menit kearah pegunungan dari Stasiun Shiroshi. Dibutuhkan mobil atau taksi. Pemandangan sepanjang perjalanan menuju Desa Rubah juga sangat asri dan menyenangkan, khususnya jika kamu dapat melihat daun-daun musim gugur. Sampai saat ini, biaya masuk Desa Rubah sebesar 700 yen (Rp. 70.000; * Jika 1 yen = Rp. 100;) untuk dewasa dan 400 yen (Rp. 40.000; *Jika 1 yen = Rp. 100;) untuk anak-anak. Akan tetapi, harga akan naik pada April 2014 menjadi 1000 yen (Rp. 100.000; * Jika 1 yen = Rp. 100;) untuk dewasa dan bebas biaya masuk untuk siswa sekolah dasar serta anak-anak. Di Desa Rubah ini juga terdapat toko-toko makanan dan oleh-oleh.

Perjalanan wisata saya ke Desa Rubah ini sangat menarik dan menyenangkan. Wisata kali ini merupakan sesuatu yang berbeda, sebuah pengalaman yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain. Jika Japan Traveler suka dengan rubah, alam dan berbagai binatang yang menggemaskan, saya sangat merekomendasikan untuk berwisata ke tempat ini.

Silakan lihat beberapa foto rubah pada suatu sore-misterius-yang berkabut di sini.

Ditulis oleh Rebecca Daum
JapanTravel Member
Diterjemahkan oleh Dian Retno Mayang Sari

Eksplor sekitar

Gabung diskusi