Pengalaman Kamisuki di Kochi

Mempelajari kertas Jepang langsung dari ahlinya

Oleh Irma Syahriar   

Terdapat waktu dimana Anda ingin keluar dari kehidupan kota dan menikmati pemandangan indah di pedesaan. Bukan hanya karena dapat membuat Anda merasa segar, akan tetapi juga karena dapat membuka pikiran terhadap kemungkinan pengetahuan dan pengalaman baru. Jadi, ketika Saya mendapat tawaran untuk mencoba berpartisipasi dalam pengalaman Kamisuki, tempat untuk belajar dan menciptakan kertas tradisional Jepang (washi) di prefektur Koichi, tanpa ragu langsung menerimanya dengan cepat.

Prefektur Kochi berlokasi di bagian selatan pulau Shikoku. Sangat terkenal sebagai wilayah bergunung yang menawarkan keindahan alam yang belum terjamah. Akan tetapi juga merupakan tempat dimana Anda dapat belajar kamisuki langsung dari ahli di bidang seni tersebut dalam ruang kerja terbuka bagi turis dan seniman profesional. Saya belajar dari salah satu ahli tersebut, Rogier Uitenboogaart.

Rogier bekerja sebagai penjilid buku di Belanda ketika pertama kali berkenalan dengan washi. Rogier sangat terpikat dengan washi sehingga memutuskan untuk datang dan belajar cara tradisional membuat kertas Jepang. Sekarang, Rogier menjalankan Washi Studio dan Kamikoya guesthouse, dengan istrinya Chikako dan anak laki-lakinya Yohei di kota Yusuhara, Prefektur Kochi. Kamikoya merupakan guesthouse dengan gaya Jepang yang terdiri dari Washi Studio tempat Rogier bekerja di lantai satu dan dua kamar suite untuk tamu di lantai dua. Washi Studio menawarkan dua tipe pengalaman kamisuki: workshop mendalam bagi para seniman profesional dan kelas 2 jam untuk turis. Sesi 2 jam yang Saya ikuti dimulai dari ruang pameran Rogier dimana dia memperkenalkan berbagai tipe kertas dan contoh dari hasil pekerjaannya. Dibuat sangat cemerlang; membuat Saya tidak percaya bahwa semuanya adalah hasil buatan tangan.

Kami menuju Washi Studio dimana Rogier menjelaskan berbagai tipe pohon untuk membuat washi: Kozo (pohon mulberi Jepang) dan Mitsumata (salah satu tanaman berserat washi paling tradisional). Kemudian kami berjalan mengelilingi Kamikoya untuk melihat pohon Kozo dan Mistumata yang ditanam oleh Rogier sendiri, diikuti dengan kumpulan bahan baku pembuatan kertas.

Kegiatan workshop berikutnya melibatkan memukul kulit pohon selama 10 menit. Diikuti dengan mengaduk kulit pohon dalam air dingin dan mengeringkannya, sebelum memasukkan bahan ke dalam ember dan mencampurnya dengan neri. Rogier kemudian mendemonstrasikan teknik menuangkan bubur kertas hingga menjadi bentuk selembar kertas. Setelah itu, bagian yang paling menyenangkan dimulai: mewarnai kertas! Saya mencoba disain paling minimalis, menggunakan hanya daun maple dan cabang kecil. Rogier mengajari cara menambahkan campuran akar dan tanah liat begitu juga cipratan air untuk membuat disain lebih menonjol. Hal itu bekerja sangat baik! Akhirnya, kami mengeringkan kertas dengan cara yang sama seperti memelintir kering handuk dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Proses pengeringan diselesaikan oleh staf dan ketika telah selesai, washi yang telah selesai dikirim langsung ke alamat masing-masing peserta.

Setelah menyelesaikan workshop, Saya mencari ke seluruh area sesuatu untuk di makan. Kamikoya terkenal dengan makanan yang sangat enak dan organik, yang dipersiapkan sendiri oleh Chikako. Yohei bahkan mengatakan bahwa mereka hanya menggunakan bahan makanan organik, yang berasal dari kebun sendiri dan wilayah sekitar. Saya mendapatkan kesempatan untuk melihat sekeliling sebelum menuju suite yang didekorasi indah untuk beristirahat dan terpesona dengan keindahan alam yang mengelilingi Kamikoya. Keesokan paginya, Saya bangun dengan perasaan paling santai, segar, dan bahagia. Hal ini merupakan liburan akhir pekan yang singkat, akan tetapi sangat memuaskan karena membawa Saya lebih dekat dengan alam!

Cara terbaik mengunjungi Kamikoya adalah dengan pesawat terbang menuju bandara Kochi Ryoma dan kemudian menaiki bus lokal ke arah pemberhentian bus Yusuhara. Anda mungkin perlu mengendarai hingga hampir pemberhentian terakhir dan pindah ke bus lain, akan tetapi jangan kuatir, pemandangan menakjubkan tidak terlupakan akan menemani Anda.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
2
Dian Retno Mayang Sari

Dian Retno Mayang Sari @dian.retno.mayang.sari

My 2nd home country is my-yasashi-yokoso Japan!

Artikel asli oleh Irma Syahriar

Gabung diskusi

Febry Fawzi 4 tahun yang lalu
Wah saya pernah nonton di NHK nih soal membuat kertas washi ini. Menarik banget emang!
Dian Retno Mayang Sari Penerjemah 4 tahun yang lalu
Oh ya? Ada di NHK? Episode berapa? Tahun depan baru mau kesana nih.