Tenggelam di Padang Bunga Matahari

Nikmati Musim Panas di Kota Zama, Kanagawa

Oleh Febry Fawzi   24 Agt 2015

Jepang memang terkenal akan musim semi karena di saat itulah bunga Sakura bermekaran. Lebih dari itu, bagi saya, Jepang menawarkan beragam kecantikan sepanjang tahun. Misalnya cantiknya desa Shirakawa-go saat musim dingin (winter), beragam festival (matsuri) saat musim panas, dan indahnya perbukitan yang berubah warna saat musim gugur. Kali ini saya datang ke Jepang saat musim panas. Tak hanya mengincar kemeriahan matsuri atau pesta kembang api namun juga saya mengincar festival bunga matahari di kota Zama, prefektur Kanagawa.

Kota Zama memang bukan destinasi wisata yang terkenal di Jepang. Bahkan kalau tanya ke orang Jepang yang tinggal di Tokyo pun belum tentu mereka tahu di mana itu kota Zama. Berjarak hanya 1 jam dari pusat kota Tokyo, kota Zama memiliki festival tahunan pada musim panas (antara Juli hingga Agustus) yang bertema bunga matahari. Memang lambang bunga kota Zama ini adalah bunga matahari, jadi tak heran kalau kota ini sangat membanggakan festival bunga matahari ini.

Terdapat lebih dari 550.000 bunga yang bermekaran yang terbagi atas beberapa petak ladang bunga. Tahun 2015 ini, festival bunga matahari di kota Zama ini terbagi dia kloter, pertama kloter kecil pada 23 — 28 Juli 2015 dan kloter besarnya pada 13 — 18 Juli 2015. Jam buka festival ii adalah dari pukul 9.30 hingga 16.00. Jadi jangan sampai kesorean ya datangnya!

Meskipun lokasinya terbilang jauh dari pusat kota Tokyo namun tentunya bepergian di Jepang akan sangat dimanjakan dengan kemudahan transportasi umumnya. Jika Anda mau berjalan kaki, stasiun terdekat adalah stasiun Sobudaishita. Dari stasiun Sobudaishita cukup berjalan 15 hingga 20 menit. Jika memang Anda mau naik shuttle bus yang telah disediakan, tinggal turun di stasiun Sobudaimae. Jika memilih berjalan kaki, tak perlu khawatir karena warga lokal sudah banyak yang tau lokasinya, jadi tinggal bertanya.

Di festival ini, pengunjung diizinkan untuk memetik bunga namun akan dikenakan biaya ¥100 per bunga. Anda juga bisa membawa pulang bibit bunga yang juga seharga ¥100. Cicipi juga berbagai olahan dari bunga matahari dan tentunya kuliner lokal di berbagai kedai-kedai makanan yang buka di sini.

Ditulis oleh Febry Fawzi
JapanTravel Partner

Tinggalkan komentar