Tarian Kagura Hayachine di Tono

Tarian sakral untuk persembahan kepada sang dewa

Oleh Imogen Riethmuller   

Kagura adalah pertunjukkan tari teaterikal yang berasal dari Kuil Shinto. Tradisi pertunjukkan ini dimulai semenjak abad ke-14 sebagai bentuk penyembahan terhadap Gunung Hayachine sebagai dewa. Suling, drum, simbal menjadi pengiring gerakan para penari dengan kostum berwarna-warni yang penuh detil. Umumnya penari kagura adalah penduduk lokal dengan profesi yang berbeda. Adapula penari profesional yang turut berpartisipasi dalam perhelatan ini meskipun jumlahnya tidak banyak.

Kagura Hayachine memiliki sejarah dan kisah legenda yang begitu panjang hingga pada tahun 2009 dinobatkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Pertunjukan yang menjadi bagian penting dari peradaban kota Tono ini selalu diadakan langsung di hadapan sang dewa, Kuil Hayachine di kaki Gunung Kayachine. 

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Mifthanzi Ariana Sarashanti

Mifthanzi Ariana Sarashanti @mifthanzi.ariana.sarashanti

Indonesian who loves traveling, writing, and photography.

Artikel asli oleh Imogen Riethmuller