15 Jam di Tokyo

Banyak yang bisa dilihat dalam waktu kurang dari sehari

Oleh Vicky Amin   

Perjalanan tengah malam membuat saya tiba di ibukota Jepang pagi-pagi sekali. Agenda selanjutnya adalah naik bus semalaman ke Nagoya, yang baru akan berangkat pukul 11 malam. Saya punya waktu sekitar 15 jam di Tokyo, tanpa rencana apapun. Gila kah?

Tentu tidak. Itu bukan merupakan suatu hal yang harus dikhawatirkan apabila Anda berkunjung ke Tokyo. Kota itu punya banyak sekali area dan atraksi wisata yang bisa dipertimbangkan untuk menghabiskan waktu. Dan meskipun hanya punya waktu yang sangat terbatas, seperti, dalam kasus saya, kurang dari 24 jam, area-area penting yang tergolong "Tokyo banget" pun tetap bisa dikunjungi!

Tokyo Station

Tidak ada tempat yang lebih pas untuk memulai petualangan di Tokyo langsung di pusatnya. Dari bandara, hampir seluruh transportasi akan membawa Anda ke stasiun ini sebagai titik awal perjalanan. Di sini Anda bisa menitip barang-barang bawaan di loker-loker agar bisa lebih leluasa untuk seharian keliling kota, lalu sarapan bersama warga Tokyo yang hendak memulai kesibukan mereka. Cara yang tepat untuk membuka hari di kota yang super sibuk ini, bukan?

Akihabara

Hanya berjarak dua pemberhentian dari Tokyo Station, tibalah Anda di Akihabara. Suasana ramai khas metropolitan, warna-warni bangunan dan plang-plang (meskipun belum dinyalakan!), nuansa modern dengan segala produk elektronik yang ditawarkan, dan semua hal yang ditawarkan area ini dijamin bisa membuat Anda terbangun dari lelahnya melakukan penerbangan ke Jepang. Belum lagi kalau Anda pencinta anime dan manga—sepagian di Akihabara dengan lusinan toko action figure dan pernak-pernik kartun mungkin tidak akan cukup! Kunjungan ke Akihabara bisa diperpanjang hingga ke Asakusa dan Tokyo Skytree, apabila Anda siap secara mental untuk berenang di lautan manusia.

Harajuku

Siangnya, menyeberanglah ke sisi barat Tokyo, mulai dari Harajuku yang ramai! Anda pasti akan menghabiskan banyak waktu di tempat yang sangat hidup ini, berbaur dengan budaya muda-mudi Tokyo yang nyentrik dan penuh warna, makan siang di kedai ramen atau restoran apapun yang ada di sana, ditutup dengan melihat-lihat toko-tokonya yang unik sambil menikmati crepes sebagai pencuci mulut.

Taman Yoyogi

Ketika terik matahari tak lagi bersahabat, berlindung di bawah rindangnya pepohonan bisa jadi pilihan yang tepat, dan Taman Yoyogi adalah tempat terdekat dan paling sempurna untuk Anda kunjungi. Berjalanlah menyusuri jalur ala hutannya yang sejuk dan tenang (yang terasa begitu damai dan sunyi meski lokasinya berada tepat di jantung kota Tokyo!) bersama penduduk setempat dan turis lainnya, hingga Anda mencapai

Meiji Jingu

Salah satu kuil paling terkenal di Tokyo, berlokasi tepat di tengah Taman Yoyogi. Kuil yang didedikasikan untuk Kaisar Meiji ini memiliki suasana tenang yang tiada duanya, yang ketika hujan (kebetulan sekali saat saya berada di sana, hujan turun dengan lebatnya!) akan menyajikan ketenangan dan kesejukan yang ribuan kali lebih berkesan! Nikmatilah tiap detik kunjungan ke kuil ini, resapi arsitektur dan detail bangunannya hingga matahari sedikit turun ke timur dan Anda siap kembali ke kota.

Shibuya

Bukan kunjungan ke Tokyo namanya kalau tidak ke area yang sudah sangat populer di dunia ini. Anda bisa saja datang untuk menikmati hiruk-pikuk suasana kota, atau untuk makan lagi, atau untuk berbelanja, tapi yang pasti, jangan sampai lewatkan kunjungan ke patung Hachiko dan melakukan penyeberangan fenomenal di Shibuya Crossing bersama ratusan penduduk lokal dan turis dari seluruh penjuru dunia.

Shimokitazawa

Anda mungkin harus mengeluarkan uang sedikit berlebih untuk mencapai area ini karena berada di luar jangkauan kereta JR di jalur Yamanote Line. Tapi Shimokitazawa bisa menjadi tempat yang tepat untuk menyambut malam di Tokyo! Penuh dengan restoran dan toko yang identik dengan anak muda, area ini merupakan tempat alternatif bagi para pengunjung muda untuk menggantikan Shibuya dan Shinjuku yang akhir-akhir ini jadi terlalu ramai.

Omoide Yokocho

Malam pun tiba, dan hanya satu tempat lagi yang belum Anda kunjungi: Shinjuku. Tapi sebelum benar-benar melangkahkan kaki di pusat Shinjuku yang sibuk, bagaimana kalau makan malam dulu di Omoide Yokocho, gang sempit berisi lusinan kedai makan kecil alias izakaya yang begitu ramai dan Jepang sekali! Memang sih, ada banyak turis di sini, tapi kebanyakan orang yang benar-benar duduk dan makan di izakaya-nya adalah penduduk setempat yang sudah sangat kenal dengan para pemilik kedai, sehingga pengalaman makan di sini bisa jadi sangat seru!

Shinjuku

Akhiri petualangan dengan menikmati hutan neon ala Tokyo di pusat Shinjuku. Dengan gedung-gedung yang menyala-nyala, restoran-restoran yang ramai, dan kafe-kafe robot yang memanggil-manggil, sepertinya tidak ada cara yang lebih baik untuk menutup perjalanan singkat di Tokyo selain di tempat ini.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Tinggalkan komentar