Hirosaki: Musim Sakura

Istana yang dipenuhi bunga bermekaran

Oleh Andrew Checkley   

Pemberitahuan

Hirosaki Castle is closed annually for winter, from November 24th to March 31st.

Latest on Hirosaki Castle

Saya akan coba untuk lebih ringkas - Pekarangan Hirosaki adalah salah satu tempat terbaik di Jepang untuk menyaksikan sakura. Beberapa ribu pohon sakura telah berulang kali menyambut musim semi, dengan hasil yang mengagumkan.

Pepohonan somei-yoshino yang tinggi membentuk sebuah terowongan penuh bunga merah muda di atas kepala Anda dan mengisi parit-parit dengan kelopak, selagi angin musim semi mengisi udara dengan kesejukan yang lembut. Pasangan-pasangan muda mendayung perahu-perahu kecil mengarungi kanal yang berubah warna menjadi merah jambu, merunduk di bawah shiidare-sakura yang seolah-olah hendak terjun ke sungai.

Semuanya tampak memukau, dan kata-kata pastinya tidak dapat menggambarkan pemandangan itu - sekarang harap selalu ingat bahwa hal semacam ini bukanlah sebuah rahasia. Perusahaan-perusahaan menawarkan akomodasi dan tur bus ke Hirosaki dari seluruh penjuru negara, dan diperkirakan bahwa dalam satu minggu, lebih dari satu juta orang akan melewati kota yang terisolasi ini.

Hal ini membuat fotografi jadi lebih sulit dan membuat frustasi. Meski para fotografer amatir tidak akan terlalu ambil pusing dengan hasil jepretan mereka, orang-orang yang perfeksionis dan para profesional tentunya akan muncul dengan lensa-lensa terbaik mereka, lengkap dengan tripod dan apapun yang akan membuat hasil foto mereka setajam dan secantik apa yang mereka lihat sesungguhnya. Karena semua sudut untuk fotografi di sini akan sangat penuh sesak.

Kalau Anda berencana mengunjungi Hirosaki pada waktu ini, saya sangat menyarankan Anda untuk benar-benar melakukan perencanaan yang MATANG. Jangan sekalipun berpikiran untuk tidak merencanakan satu hal pun - mulai dari hotel, hostel, dan ryokan semuanya akan penuh, dari Odate ke Kota Aomori. Kota-kota kecil di sekitar mungkin bisa dijadikan pilihan, karena jauh lebih murah dan tercakupi oleh jaringan kereta.

Coba datang secara tiba-tiba, dan Anda MUNGKIN akan tidur di luar - dan Aomori tidaklah dingin dan menyenangkan pada waktu ini, belum lagi para polisi yang akan sangat ketat mengawasi tamu-tamu yang masuk. Anda harus merencanakan tempat tinggal dengan baik jauh sebelum Anda tiba, karena semuanya pasti akan penuh berminggu-minggu sebelum musim semi datang.

Waspada juga terhadap kemungkinan badai susulan yang bisa merusak segalanya. Sakura sangatlah ringkih, tidak bertahan lebih dari seminggu, dan pada cuaca yang buruk, bunga-bunga ini bahkan dapan mekar dan hilang hanya dalam waktu semalam. Tanpa merendahkan penduduk aslinya, menurut saya tanpa sakura Hirosaki bukanlah tempat yang setimpal untuk dikunjungi, mengingat jaraknya yang jauh.

Bepergian jauh dari Jepang tengah bisa jadi menyulitkan - kalau Anda pergi lebih jauh ke utara, Anda akan tiba di Hokkaido. Layanan Shinkansen bisa membawa Anda ke sana dengan cepat, tapi tentu saja dengan tarif yang tinggi. Mobil adalah pilihan lain untuk pergi ke tempat yang lebih jauh lagi. Sangat memungkinkan untuk pergi ke Hirosaki dari Iwate dalam perjalanan satu hari, namun pastinya itu tidak mudah.

Secara personal, saya bepergian ke utara selama satu minggu melintasi Tohoku, dengan Hirosaki sebagai salah satu pemberhentiannya. Cara ini cukup menyenangkan karena saya dapat melihat lebih dari apa yang telah saya keluarkan - bukannya hanya menghabiskan satu tempat selama satu minggu. Tentu saja ini tergantung berapa lama waktu yang Anda miliki, namun kalau Anda tinggal di Jepang atau berwisata dengan serius, cara ini sangatlah memuaskan.

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang Hirosaki Castle

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Andrew Checkley

Tinggalkan komentar