Rumah Samurai Kakunodate, Akita

Rumah, toko, dan museum dengan gaya hidup samurai

Oleh Justin Velgus   

Samurai identik dengan Jepang. Keterampilan berpedang mereka sangat legendaris. Kewajiban dan dedikasi terhadap tuannya pun tidak dapat diukur. Samurai adalah anggota masyarakat tertinggi dan memiliki kehidupan yang cukup baik karena menerima tanah dari penguasa mereka. Saat ini samurai mungkin sudah tidak ada, tetapi jiwa mereka masih hidup di Kakunodate, sebuah distrik samurai di Prefektur Akita.

Anda dapat mencapai Kakunodate dan pusat wisatanya dengan mobil atau kereta. Baik menggunakan mobil ataupun kereta, Anda akan memulai perjalanan di Stasiun Kakunodate, kemudian keluar dari stasiun dan berbeloklah ke kanan. Setelah sekitar 2 menit berjalan kaki, Anda akan menemukan pusat wisata dari kota ini di sebelah kiri. Terdapat toserba yang memiliki peta dan pamflet dalam Bahasa Jepang, Inggris, dan beberapa bahasa lainnya. Kota ini memberikan kemudahan bagi para wisatawan untuk berkeliling. Ada peta dipasang di seluruh penjuru kota, tur taksi, pemilik toko ramah yang dapat menunjukkan arah yang benar kepada Anda jika tersesat. Anda dapat membeli makanan ringan ataupun cenderamata, tetapi saya sarankan untuk tidak kalap mata sebelum tiba di objek wisata utama kota ini Anda dapat mengambil beberapa makanan ringan atau suvenir kecil dari pusat wisata, tetapi saya sarankan menunggu sampai Anda tiba di objek wisata utama kota. Setibanya di objek wisata utama, bukalah peta dan mulailah jiwa samurai Anda karena ini saatnya menjelajahi Kakunodate.

Kakunodate dikenal sebagai distrik samurai karena ada alasan khusus di balik penamaan tersebut. Sisa-sisa peninggalan kekaisaran Klan Satake tersebar di seluruh kota. Meskipun Klan Satake berada di pihak yang kalah dalam Pertempuran Sekigahara, Shogun Tokugawa Ieyasu yang baru menunjukkan rasa hormatnya kepada sesama samurai. Setelah secara drastis mengurangi tanah yang dikuasai oleh Klan Satake, dia mengizinkan klan tersebut, seperti yang lain dia kuasai untuk bergabung dengan pemerintahan barunya jika mereka bersikap baik. Saat ini, keturunan dari keluarga samurai terkaya melestarikan dan dengan bangga memamerkan rumah mereka yang selamat dari peperangan negara.

Terdapat kuil, berbagai toko, restoran, dan bahkan ada becak ala Jepang yang dapat Anda gunakan untuk mengelilingi kota ini. Namun, para pengunjung datang ke Kakunodate untuk melihat istana samurai. Ada tujuh rumah bangsawan, masing-masing dengan sejarah dan suasana khas bangsawan sendiri. Jaraknya pun cukup dekat karena Anda dapat berjalan sekitar 10 menit dan tiket masuk kurang dari ¥500 dan adakalanya tiketnya gratis, lho. Sebelum memasuki rumah-rumah ini, terdapat arsitektur bergaya Edo yang indah. Beberapa rumah bahkan masih mempertahankan atap jerami dan taman yang megah, meski kecil.

Saya punya dua rekomendasi rumah. Yang pertama adalah Aoyagi Samurai Manor. Rumah samurai ini adalah salah satu yang terbesar dan merupakan model rumah terbaik di kota ini menurut saya. Saya masih ingat suasana saat berjalan melewati gerbang depan, rasanya seperti seorang samurai yang kembali dari jalan-jalan sore. Saya menghilangkan rasa ingin tahu saya dengan mengambil foto taman dan memasuki salah satu bangunan yang menyimpan artefak samurai. Rumah kedua adalah Ishiguro Residence dengan museum yang luas, staf yang ramah, dan pameran musiman. Ketika saya mengunjungi rumah samurai Ishiguro, saya benar-benar merasa seperti seseorang tinggal di sana. Bahkan, beberapa anggota generasi selanjutnya dari klan samurai yang sama masih tinggal di sana!

Beberapa rumah di Kakunodate juga memajang artefak, jadi berhati-hatilah dengan baju zirah, pedang, serta benda sehari-hari yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Barang-barang di rumah-rumah ini adalah pusaka keluarga. Anda juga akan melihat beberapa orang mengenakan baju besi ini di jalan yang baru saja saya lewati. Hal itu membuat segalanya menjadi lebih ajaib. Saat bepergian ke Kakunodate, Anda juga bisa merasakan semangat samurai!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Indrayani

Indrayani @luh.komang.indrayani

Artikel asli oleh Justin Velgus

Tinggalkan komentar