Mendaki Gunung Mitsu-toge

Pendakian panjang dengan hadiah pemandangan Gn. Fuji

Oleh Nicole Bauer   

Setiap Senin ketiga pada bulan Juli, Negeri Sakura merayakan umi-no-hi (Hari Laut), di mana banyak orang Jepang melakukan perjalanan ke pantai untuk menunjukkan rasa syukur mereka atas berkah dari laut. Namun, umi-no-hi saya tahun ini berubah menjadi yama-no-hi (Hari Gunung) yang tak terlupakan dan saya ingin berbagi pengalaman tersebut dengan Anda.

Dimulai dari Stasiun Mitsu-toge di Jalur kereta Fujikyu, keseluruhan jalur pendakian dilengkapi dengan papan-papan penanda yang sangat jelas — dalam Bahasa Inggris (Mitsu-toge-yama) dan Jepang (三つ峠山). Setelah itu, beloklah ke kiri di pintu keluar yang memiliki satu-satunya pintu masuk tiket, lalu belok ke kiri lagi untuk sampai di jalan dan berjalanlah di bawah rel kereta. Lihatlah ke atas dan Gunung Fuji yang perkasa seharusnya sudah tampak. Pemandangan ini sebenarnya paling jelas terlihat saat musim dingin (dari November hingga Februari), saat langit sering terlihat cerah tak berawan; tapi, pertengahan Juli saat itu ternyata tidak mengecewakan saya — pemandangan yang saya lihat benar-benar spektakuler!

Pada satu jam pertama pendakian, ikuti jalan beraspal yang sempit. Lalu lanjutkan berjalan di jalan pinggir sungai yang mengarah ke arah barat laut, dan dari sini lewati area olahraga Green Center (グリーンセンター) dan beberapa air terjun kecil. Setelah itu teruslah berjalan sampai Anda mencapai jalur pendakian hutan yang sebenarnya, yang ditandai dengan sebuah batu bundar khas yang terlihat seperti boneka tradisional Jepang Daruma, karena itu namanya: Daruma-ishi (達 磨石), batu Daruma.

Dari titik ini diperlukan pendakian selama 2 jam di jalur pendakian yang terawat sangat baik, tidak terlalu sulit, dan memiliki pemandangan hutan alami yang cantik. Lalu, setelah melewati 88 patung Buddha bercelemek merah, Anda akan sampai di tempat panjat tebing yang sangat populer. Sungguh menakjubkan bisa melihat para pendaki secara harfiah bergelantungan di permukaan batu tersebut! Setelah itu, Anda akan sampai ke dua jalur berundak yang keduanya mengarah ke punggung bukit tepat di bawah Kaiun-yama, puncak tertinggi dari tiga puncak Mitsu-toge-yama. Di punggung bukit tersebut ada dua pondok gunung, di mana Anda bahkan bisa bermalam, atau, sebagai alternatif, hanya beristirahat di salah satu meja piknik di luar.

Meskipun pemandangan dari gubuk sudah cukup mengesankan, tapi jika Anda ingin menikmati pemandangan 360 derajat yang menakjubkan — dan bila cuacanya memungkinkan — Anda perlu melakukan pendakian 10 menit lagi untuk mencapai puncak (Kaiun-yama, 開運山, 1.785m ). Teruslah berjalan menyusuri puncak gunung ke arah kanan yang menuju ke antena-antena televisi besar. Pastikan, antena-antena ini tidak mengganggu saat Anda melihat pemandangan Gunung Fuji, hutan sekitar, pegunungan sekitar, dan danau yang terlihat benar-benar spektakuler.

Untuk turun ke Kawaguchiko, berjalanlah kembali menuruni punggung bukit yang tidak ditumbuhi pepohonan menuju ke pondok gunung dan setelah itu berjalanlah di jalur pendakian yang dimulai dari belakang pondok kedua (Mitsu-toge-sans, 三つ峠山荘)). Ini adalah jalur turun gunung yang panjang, namun sangat menyenangkan (sekitar 2 jam), dengan papan-papan petunjuk yang bertuliskan Tenjo-zan (天上山) atau kereta gantung Kachi Kachi (カチカチロープウェイ). Papan petunjuknya sebagian besar dalam Bahasa Jepang, jadi ada baiknya untuk mencoba mengingat karakter-karakter Jepang tersebut. Jalur ini akan membawa Anda kembali ke pemberhentian kereta gantung yang ada di atas, dan saat sampai di sini tiba-tiba saja Anda kembali ke peradaban, karena tempat ini adalah tujuan wisata akhir pekan yang populer.

Untuk sampai ke danau Anda hanya membutuhkan waktu 30 menit. Atau, jika menggunakan kereta gantung naiklah di kereta gantung nomor 3. Dari pemberhentian kereta gantung yang ada di bawah hanya memakan waktu 10 menit saja berjalan kaki untuk sampai ke Stasiun Kawaguchiko, dari sini Anda bisa naik kereta kembali ke Tokyo.

Waktu yang dihabiskan untuk seluruh tur ini sekitar 7 jam, tapi kami menghabiskan setidaknya satu jam di puncak gunung; Karena saya tidak bisa berhenti memotret Gunung Fuji.

Minum dan makan sianglah yang cukup, dan Anda bisa menikmati petualangan seharian semenyenangkan yang saya lakukan.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Nicole Bauer

Tinggalkan komentar