Desa Toga, Toyama

Budaya pegunungan Jepang

Oleh Michael Mighty   25 Nov 2015

Ketika saya masuk ke desa pegunungan kuno Toga di Toyama, saya tidak tahu apa pengalaman menggembirakan dan mendidik yang akan saya temui dalam kunjungan selama dua hari. Perjalanan saya ke Toga dilakukan pada pertengahan musim dingin, jadi semuanya tertutup salju! Bukan tertutup butiran-butiran ringan, tapi tertutup cukup dalam. Saya pikir mungkin cuaca yang sangat dingin akan menjadi peredam perjalanan saya, tapi sambutan yang hangat dan pemandangan indahlah yang membuat ini menjadi pengalaman yang luar biasa.

Pertama kali saya berhenti di dekat Gokayama. Di sini saya menuju ke Pusat Pembuatan Kertas Washi Taiken-kan. Kertas washi hanya dibuat di Gokayama dan memiliki sejarah panjang dahulu kala pada Imperial Treasure House. Menarik untuk melihat bagaimana perawatan yang dilakukan untuk melestarikan bentuk seni berusia 1.200 tahun tersebut. Kertas itu sendiri dibuat dari serat tanaman yang disebut Kouzo, yang diolah melalui pengolahan yang panjang sebelum mencapai bentuk berseratnya. Daun momiji yang dicelup dan dekorasi lainnya yang dicangkokkan ke dalam kertas washi juga. Saya bahkan mendapat kesempatan untuk menuliskan pesan pribadi ke dalam kertas washi.

Berikutnya, saya melakukan setengah jam perjalanan ke Toga dimana saya mendapatkan pengalaman kehidupan di gunung yang sesungguhnya. Untuk makan siang saya menikmati beberapa soba panas yang lezat, sesuatu yang penduduk setempat nikmati setiap harinya. Saya juga melihat sekilas menu makanan penutup dan menemukan kue labu yang terlihat lezat. Saya sangat ingin mencoba dan setelah gigitan pertama, saya ketagihan.

Setelah itu, saya mengunjungi penginapan terdekat milik keluarga Nakanishi, Villa Nakanoya. Rumah mereka adalah rumah tradisional Jepang dengan panorama pegunungan yang indah dan ditambahkan dengan Wi-Fi yang membuat semakin nyaman. Setelah berberes, Tuan Nakanishi dan saya makan Toga Doburoku bersama, sake beras Jepang yang dimurnikan. Saya tidak pernah merasakan jenis sake semacam ini dan rasanya benar-benar enak. Kami minum beberapa sebelum pergi ke pabrik sake kecil, di mana saya mencuci, memasak, menghancurkan, merendam dan mencampur beras. Saya merasa pengetahuan saya sudah tercapai karena saya sudah bisa membuat sake beras saya sendiri.

Setelah beberapa minuman, kami pergi ke luar dan menggali sebuah "kamakura", yang pada dasarnya adalah sebuah rumah yang terbuat dari salju untuk melindungi Anda dari cuaca buruk yang terburuk. Setelah menumpuk beberapa meter salju rumah kami selesai.

Kami kembali ke penginapan sekitar waktu makan malam. Makanan yang berwarna-warni, tersusun rapi, dan sebagian besar tidak asing. Saat memindai untuk mengidentifikasi komponen-komponen pada makanan saya, saya diberitahu bahwa saya akan makan babi gunung dan sup beruang (hewan). Jujur, saya sangat ragu-ragu, tapi saya senang saya mencobanya karena rasanya lumayan enak. Bahkan, makanan saya selama 2 hari perjalanan saya adalah makanan terenak yang saya makan sejak saya tinggal di Jepang - begitu lezat dan segar. Beruang dan babi gunung adalah apa yang orang di Toga biasanya makan.

Pada hari kedua perjalanan saya, kami pergi ke daerah pendakian salju dengan alas kaki khusus yang terikat di sepatu saya. Hal ini adalah olahraga total dengan sejumlah salju, tapi ini cukup menyenangkan. Pemandangan, hujan salju dan keheningan pegunungan benar-benar damai dan menjadi sesuatu yang tidak akan saya segera lupakan. Waktu saya di Toga benar-benar indah dan menjadi pengalaman unik yang berharga. Siapapun yang sedang mencari cara untuk menjauh dari jadwal yang membosankan atau sibuk akan merasa segar setelah meninggalkan tempat yang mempesona ini.

Arahan:

Dari Tokyo, naik Joetsu Shinkansen menuju Echigo-Yuzawa dan transit ke Hakutaka ekspres menuju Takaoka. Perjalanan memakan waktu 2 1/2 jam dengan biaya ¥ 12.000.

Dari Stasiun Takaoka di JR Hokuriku Honsen: Naik bus Kaetsunou (Menuju Shogawa-machi atau Komaki-Entei) dan turun di Inami-machi (sekitar 50 menit). Dari Inami-machi naik bus kota Nanto menuju Gassho-Bunkamura.

Was this article helpful?

Ada kesalahan?

0
0
Annisa Maghfirah

Annisa Maghfirah @Annisa Maghfirah

Original by Michael Mighty

Tinggalkan komentar