Sensoji

Kuil Kannon di Asakusa

Oleh Michael Kaplan   

Sensoji adalah kuil Budha yang dikenal juga dengan nama Kuil Kannon Asakusa (Asakusa Kannon Temple), adalah salah satu objek wisata terpopuler di Tokyo. Pada tahun 628, ada kepercayaan yang mengatakan bahwa kuil ini bermula setelah ada dua bersaudara yang menyelamatkan patung dewi Kannon yang tenggelam di sungai Sumida.

Kannon, atau dewi pengampunan Bodhisattva, dipercaya telah memberkati patung tersebut. Alhasil, setiap ada kesialan yang menimpa patung, atau kemanapun patung dibawa, patung itu akan secara ajaib kembali lagi ke sungai Sumida.

Menurut legenda, kuil Sensoji dibangun untuk menghormati dewi Kannon sekaligus memperingati keajaiban yang terjadi pada sang patung. Hari ini, kuil Sensoji berdiri di wilayah kuil tertua di Tokyo, menerima jutaan pengunjung tiap tahunnya. Berkunjung untuk pertama kalinya ke kuil ini bisa menjadi pengalaman yang sangat menggembirakan bagi wisatawan manapun.

Apa yang paling saya sukai dari kuil ini adalah tembok besar yang melingkarinya. Para pengunjung yang mampir ke Kuil Sensoji masuk dari Kaminarimon, atau Gerbang Petir (Thunder Gate), yang memisahkan Kuil Sensoji dari Tokyo. Sebuah jalan yang akan langsung menyapa Anda di balik tembok luar kuil dikenal dengan nama Nakamise, dengan deretan toko kecil yang menjual berbagai macam barang dan cenderamata tradisional.

Area belanja ini sudah ada di dalam wilayah kuil selama berabad-abad, dan memiliki peran penting dalam mempertahankan budaya di Sensoji. Camilan tradisional Jepang yang terkenal dijual di sini. Camilan-camilan ini rasanya sangat lezat dan menyenangkan untuk disantap ketika menjelajah area kuil.

Sebagai tambahan dari statusnya sebagai objek wisata sejarah yang sangat ternama, Kuil Sensoji juga menjadi rumah bagi beberapa festival sepanjang tahun. Yang paling besar adalah Sanja Matsuri, yang diadakan tiap Mei, dipersembahkan untuk dua nelayan bersaudara yang menyelamatkan patung serta untuk menghormati tuan tanah kaya yang membangun Kuil Sensoji. Ketiganya dihormati di Kuil Asakusa (Asakusa Shrine) yang berada tepat di samping Sensoji.

Setelah melewati area belanja, Anda akan menjumpai satu gerbang lagi yang dikenal dengan nama Gerbang Hozomon atau Niomon, yang dibangun pada tahun 942. Setelah berulangkali hancur, gerbang ini terus dibangun kembali dan telah bertahan selama berabad-abad sebagai monumen sejarah yang penting.

Gerbang ini akan mengantar Anda menuju aula utama kuil di mana terdapat pagoda lima tingkat yang terkenal. Sensoji juga merupakan rumah bagi beberapa lentera kertas terbesar di dunia, yang dengan bangga dipajang di gerbang-gerbang masuk kuil.

Sensoji terletak di bagian timur laut Tokyo, tepatnya di kawasan Taito-ku. Kuil ini dapat dikunjungi dengan berjalan kaki singkat dari stasiun Asakusa.

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang Sensoji Temple

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Michael Kaplan

Gabung diskusi

Odilia Sindy Okinawati 5 tahun yang lalu
Wah kalau malam ternyata bagus juga ya dengan cahaya lampunya. Sepertinya kunjungan malam hari lebih bagus karena lebih sepi dibandingkan siang hari.