Museum Nasional Tokyo

Dari Ainu to Zen, pasti ada sesuatu untuk siapapun

Oleh Abi Barber   

Kalau Anda sedang mencari harta karun seni khas Jepang bersejarah yang dapat memberikan gambaran dari beragam teknik paling penting dan paling berpengaruh, serta produk dan tradisi yang datang dari dan masuk ke Jepang, Museum Nasional Tokyo (Tokyo National Museum) adalah tempat untuk Anda.

Koleksi permanennya, yang berlokasi di Honkan (galeri Jepang) disatukan dalam judul: "Highlights of Japanese Art (Sorotan Seni Jepang)". Informasi yang ada memberitahu para pengunjung bahwa mereka akan mengarungi sebuah "perjalanan budaya lintas waktu", dan galeri ini benar-benar melakukannya. Benda-benda paling kuno yang menjadi pembuka dari galeri ini adalah koleksi pot-pot dan kendi-kendi tanah liat dari Zaman Jomon (10,000 - 500 SM). Dari sana Anda akan dibawa dalam sebuah tur yang berakhir pada era terkini, Zaman Heisei, dan segala yang ada di antaranya. Ada banyak label berbasa Inggris di seluruh penjuru galeri, lengkap dengan panduan dan peta-peta yang juga tersedia dalam Bahasa Perancis, Jerman, Spanyol, Mandarin, dan Korea, sehingga dapat dengan mudah diakses oleh pengunjung asing.

Bahkan dalam koleksi khusus yang disorot ini masih ada beberapa benda yang menonjol: kimono-kimono dan barang-barang pernis yang memamerkan keahlian sang seniman yang sangat mumpuni dari detil-detil kecilnya yang cantik; baju-baju baja dan pedang-pedang para samurai yang memikat dengan keakuratan serta nuansa menyeramkan yang dipancarkan; Budha bertangan 1000 dengan pahatan yang apik dengan pancaran ketenangan yang sangat menawan.

Sebagai tambahan dari koleksi permanen di bangunan Honkan ini, ada juga program pameran-pameran kecil dan tematik yang bersifat temporer. Benda-benda yang ada dalam pameran ini dimiliki oleh kolektor tertentu, atau menjadi koleksi yang berkaitan dengan tema tahunan museum (contohnya, koleksi berbau Hina Matsuri atau Festival Boneka yang dimunculkan pada tanggal 3 Maret). Selanjutnya ada galeri pameran khusus berukuran besar, Heiseikan, yang memiliki koleksi arkeologis besar, yang juga menjadi tempat dari pameran-pameran temporer besar bagi museum. Pertunjukan-pertunjukan terakhir berkisar mengenai ajaran Budha, hubungan antara kesenian di Cina dan Jepang, juga manga, sedangkan pameran-pameran ke depannya akan berfokus pada kaligrafi, dinasti Cina, dan harta-harta Jepang yang suci.

Museum Nasional Tokyo juga mencakup bangunan-bangunan Hyokeikan dan Toyokan, yang keduanya baru menyelesaikan renovasi besar-besaran pada tahun 2013. Meski demikian, ketika keduanya masih dalam masa renovasi, museum ini tetap menjadi rekomendasi untuk dikunjungi.

Habiskan beberapa waktu Anda hanya untuk duduk-duduk di dalam galeri sambil meresapi mahakarya seni yang ada di hadapan Anda. Cahaya temaram dan kesunyian yang meliputi bangunan menciptakan sebuah atmosfer yang sempurna untuk merenungkan objek-objek cantik di sana, yang kebanyakan telah ditunjuk sebagai Kekayaan Nasional atau Properti Budaya Penting di Jepang. Artefak-artefak ini tidak hanya penting bagi warisan budaya Jepang saja, tetapi juga untuk seluruh dunia. Kunjungan ke Museum Nasional Tokyo menjadi sebuah pengingat inspiratif akan karya-karya cantik yang dapat diciptakan manusia, dan sangat setimpal untuk menyisihkan setengah hari Anda di dalamnya.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Abi Barber

Tinggalkan komentar