Toko Andalan Muji di Yurakucho [Tutup]

Berada di Yurakucho yang stylish, Muji bertahan dengan prinsipnya

Oleh Lester Goh   

Konten arsip

Halaman ini telah ditutup secara permanen.

Terakhir diperbarui: 22 Agt 2019

Didirikan pada tahun 1979, MUJI merupakan sebuah perusahaan ritel yang menghasilkan dan menjual berbagai macam barang-barang kebutuhan rumah tangga dan konsumen. Ditulis dalam bahasa Jepang 無印良品, MUJI secara harfiah berarti 'tanpa logo', dengan tajam mereferensikan filosofi perusahaan melalui desain minimalis dan penekanan pada pengurangan sampah dan daur ulang. Saat ini MUJI telah menjadi nama yang mendunia dengan lebih dari 250 toko di 24 negara di luar Jepang. Di Jepang sendiri, MUJI mengoperasikan hampir 300 outlet, termasuk outlet pabrik di Osaka, Gotemba, dan Fukuoka.

MUJI mempertahankan toko andalannya di Yurakucho, Tokyo. Dengan ukuran lantai ruangan lebih dari 3500 meter persegi, MUJI Yurakucho menjadi toko MUJI terbesar. Pemilihan lokasi ini sendiri adalah karena kepentingan strategis. Hanya beberapa menit dari distrik Ginza yang mewah dimana hampir semua merek-merek utama di dunia memiliki toko andalannya di sana, namun cukup jauh jaraknya sehingga MUJI bisa mendesain sebuah toko andalan sesuai ciri khasnya sendiri. Hasilnya sungguh merupakan suatu pernyataan brilian terkait merek dan identitasnya.

Toko andalan MUJI di Yurakucho benar-benar terletak tepat di sebelah pintu exit D9 Stasiun Yurakucho dan mustahil untuk terlewatkan. Sementara toko-toko utama lainnya seringkali dibangun di bidang tanah sempit dan terbatas sehingga terpaksa membangun ke atas, seringkali dengan ketinggian 10-12 lantai, MUJI Yurakucho adalah kompleks bangunan 3 lantai yang terletak di sebuah bagian real estate yang jauh lebih besar (namun mungkin jauh lebih murah).

Dari jalan, kamu mungkin mengira toko andalan MUJI Yurakucho ini tingginya hanya satu lantai (bagaimana toko ini bisa menjadi toko MUJI terbesar?), namun di belakang etalase toko yang sederhana dan jauh dari kesan angkuh ini terletak 3 lantai surga perbelanjaan murni. Toko utama ini sendiri telah menjadi perwujudan arsitektur dari filosofi desain milik MUJI - produk dengan kemasan sederhana namun berkualitas.

MUJI Yurakucho menyediakan setiap produk MUJI yang tersedia di pasar. Pakaian untuk kedua gender dan anak-anak dapat ditemukan di lantai 2. Bagian alat-alat tulis terkenal dan bermacam-macam barang lainnya berada di level yang sama. Namun mungkin yang akan paling mencuri perhatianmu adalah displai rumah MUJI besar di atrium yang lapang. Ya kamu tidak salah dengar. MUJI menempatkan unit pemukiman yang dirakit setengah jadi setinggi dua lantai tepat di tengah-tengah toko andalan mereka ini. Tentu saja pelanggan dapat memasuki rumah MUJI. Dan jika kamu bisa membeli tanah di Jepang, mereka akan dengan senang hati mempersilahkanmu membeli rumah ini.

Bagaimanapun, jika kamu hanya ingin membeli sesuatu yang kamu lihat di dalam rumah itu, melangkahlah ke lantai 3 untuk mendapatkan barang-barang rumah tangga dan furnitur. MUJI menjual berbagai macam perabot rumah tangga. Bahkan ada bagian yang didedikasikan untuk kegiatan berkebun dan tanaman pot. Secara khusus, MUJI telah bekerjasama dengan toko furnitur, IDÉE, dan di sini di MUJI Yurakucho terdapat seluruh bagian yang didedikasikan untuk semua kreasi yang mereka hasilkan.

MUJI Yurakucho juga adalah satu dari lusinan toko MUJI yang menawarkan Café and Meal MUJI. Kantin bergaya makan malam ini melayani berbagai makanan yang benar-benar lezat (dan tidak sederhana) dengan harga yang sedikit mahal namun masih layak untuk dicicipi seusai berbelanja heboh seharian. Café and Meal MUJI melayani baik makan siang dan makan malam, serta memiliki toko roti yang menempel di kafenya dimana seseorang dapat membeli berbagai jenis roti.

Seperti telah disebutkan di atas, toko andalan MUJI Yurakucho terletak di pintu exit D9 Stasiun Yurakucho. Stasiun ini melayani Jalur kereta JR Yamanote dan Jalur JR Tohoku Keihin, juga Jalur Metro Yurakucho.

0
0
Santy Tobing

Santy Tobing @santy.tobing

no one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow. 

Artikel asli oleh Lester Goh

Tinggalkan komentar