Galeri Gramofon Akustik

Rindu instrumen dan lantunan musik zaman dulu?

Oleh Ilona Lin   

Galeri Gramofon Akustic (The Acoustic Gramophone Gallery) merupakan sebuah toko dan galeri yang menjual dan menampilkan gramofon credenza akustik. Mereka juga menjual stok gramofon, rekaman SP, produk-produk yang berkaitan dengan jarum, dan CD-CD yang dicetak ulang. Bagi yang belum tahu, gramofon adalah pemutar rekaman yang sangat bersejarah, yang secara akustik dapat menghasilkan suara dari cakram alih-alih perekam silinder. Instrumen ini tergolong antik dan populer untuk merekam, melindungi, dan mereproduksi kembali suara-suara dari tahun 1900an. Dulu, instrumen inilah yang menjadi alat orang-orang berbagi musik.

Yang pertama kali menarik perhatian saya adalah sebuah gramofon tua yang dapat dibawa-bawa, yang dipajang di sisi toko tepat di depan jendela kaca. Karena penasaran dan memang saya memiliki hasrat pada musik klasik, saya pun berjalan memasuki toko. Rasanya seperti menaiki mesin waktu kembali ke tahun 1900an. Toko itu memiliki dekorasi elegan dan tradisional, dengan selera vintage dalam desain interiornya. Di sisi kanan, ada poster tua dari "the master's voice" di dinding. Sebagai tambahan, toko ini didekorasi dengan berbagai gramofon berkelas dan CD-CD dari tahun 1892-1940 di lantai pertama. Semua ini mengingatkan saya akan Masa-Masa Emas Gramofon pada tahun 1900an dengan rekaman-rekaman klasik populer yang dinyanyikan di tempat-tempat umum. Pajangan-pajangan gramofon kecil dan pigura-pigura antik dengan foto musisi-musisi papan atas juga dapat ditemukan di atas lemari-lemari kayu. Ada pula jam kakek tua yang terus berdentang di dinding. Para stafnya sangat ramah, dan saya sangat kagum dengan nuansa bersahabat yang mereka berikan. Rasanya seperti mereka menghargai generasi muda yang terlihat tertarik pada musik klasik nan antik. Mereka membawa kami dalam sebuah tur kecil mengelilingi toko, memberikan penjelasan mendetil mengenai banyak instrumen.

Galeri di lantai duanya memiliki pameran beberapa gramofon akustik credenza tua yang berasal dari tahun 1927. Stafnya bahkan sampai mengeluarkan beberapa rekaman dan memainkan beberapa karya piano klasik. Berdiri di sana sambil mendengarkan Chopin's Nocturne Op. 9 No.2, lengkap dengan sedikit suara kertakan ala rekaman kuno, musiknya secara anggun meresap memasuki diri saya. Kenyataan perlahan-lahan menjauh dari pandangan selagi jiaw saya secara damai terbuai dalam tiap nada yang mengalun. Momen kedamaian saya hanya bertahan 10 detik hingga teman saya secara menjengkelkan menepuk pundak saya untuk menanyakan letak toilet!

Galeri Gramofon Akustik menjadi pengalaman tak terduga dan juga kejutan yang menyenangkan. Tempat ini mungkin menjadi sesuatu yang paling saya rekomendasikan di Tokyo bagi para wisatawan pencinta musik. Meski tidak nampak mewah dan berkelas tinggi di sisi lokasi, ukuran, dan dekorasi, inilah galeri rahasia di antara gang berisi instrumen antik dan vintage yang tak selalu kami temui di kehidupan sehari-hari.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Ilona Lin

Tinggalkan komentar