Tokyo ke Tochigi dengan Tobu Railways

Perpaduan tradisi dan modern

 

Saya datang pagi hari di Stasiun Asakusa. Saya tidak menyangka bahwa Tobu Railways lebih dari jalur lokal seperti yang saya pikirkan. Mereka menawarkan banyak tempat wisata yang dapat dituju. Dan untuk pertama kalinya, saya pergi berpetualang dengan menggunakan Tobu Railways.

Saya bersama teman menggunakan jalur Tobu langsung menuju ke destinasi pertama, yaitu Tochigi. Kami sampai di Tochigi dan pergi ke Kuranomachi, sebuah kota kecil di Jepang dengan berbagai macam bangunan tradisional yang ada sejak Zaman Edo. Kami menyusuri Sungai Uzuma yang bersejarah, dan melambai kepada pengunjung yang ramah yang sedang melakukan tur dengan perahu. Kami menyelesaikan perjalanan dengan berkunjung ke museum taman kecil yang didedikasikan untuk budaya perahu yang berlayar di sungai.

Selanjutnya kami menuju Yamamoto Shonten, sebuah toko makanan manis dekat sungai. Kami masuk ke toko untuk melihat-lihat papan dan perlengkapan memasak untuk membuat wagashi, manisan khas Jepang. Kami belajar mengukir pasta manis yang menyerupai tanah liat dengan bantuan staf yang ahli dan ramah. Kami melihat bahwa pasta manis itu berubah menjadi suatu karya seni yang cantik dan lezat dalam sekejap! Banyak wagashi tradisional yang dibuat sesuai dengan musim yang ada di Jepang. Kami membuat wagashi dengan tema musim gugur, buah kesemek hijau dan Tsuki-no-Usagi, mochi yang berbentuk kelinci.

Pada malam harinya kami menginap di Hotel Tobu di Utsunomiya. Hotel didekorasi dengan baik, memiliki restoran di dalamnya, dan staf yang ramah seperti pelayanan yang bisa didapatkan di semua Perusahaan Tobu. Setiap kamar cukup bersih dan modern, dengan pemandangan Utsunomiya. Ini adalah tempat yang baik untuk bersantai dan tidur malam yang nyenyak.

Kami beristirahat dengan baik dan menuju ke Kanmangafuchi di Nikko keesokan harinya. Pendakian ini membawa kami ke deretan patung Jizo yang panjang (pelindung anak-anak dan mereka yang telah meninggal dunia). Ini merupakan suatu pengalaman menyeramkan yang indah. Sepanjang jalan, kami juga melihat nelayan dan beberapa fotografer yang menikmati kunjungannya di hari yang cerah.

Destinasi selanjutnya adlaah sebuah kedai kopi kecil, Nikko Coffee. Mereka tidak hanya menyediakan kopi yang berasal dari Nikko, namun juga dilengkapi dengan menu makan siang ala kafe dan manisan. Makanan yang lezat dan suasana yang menyenangkan membuat kafe ini layak untuk dikunjungi. Saya merekomendasikan Anda untuk mencoba kue sifonnya!

Selanjutnya, kami pergi ke Air Terjun Kegon. Pemandangan di air terjun ini sungguh menakjubkan. Jatuh dari ketinggian 97 m, air yang mengalir ini jatuh ke batu gelap yang ada di dasarnya, yang memikat para pengunjung dan fotografer. Terdapat juga beberapa kafe, toko manisan, dan toko suvenir yang bisa dikunjungi. Saya rasa saya akan betah seharian berkunjung disini.

Kami menginap di Hotel Nikko Kanaya malam itu. Hotel dengan nuansa masa lampau yang bersejarah ini terletak di area yang dibuat menyerupai hutan. Cocok untuk Anda yang suka akan alam dan penggemar sejarah. Staf yang ramah memperlihatkan kepada kami area sekitar hotel yang dirawat dengan baik, serta bercerita tentang orang-orang terkenal yang berkunjung kesini sebelumnya. Setelah masuk ke dalam ruangan, kami pergi untuk makan malam di Mihashi Steak House yang dekat dengan hotel. Semua yang kami santap sangat enak dan saya sangat menyukai jamur maitake yang terkenal di Nikko. Pagi harinya saya berkeliling di sekitar hotel dan pergi ke tempat makan untuk makan pagi. Ada banyak makanan Jepang yang menunggu saya untuk disantap. Saya menikmati setiap gigitan sambil duduk di bawah sinar matahari.

Hotel ini terletak tidak jauh dari destinasi kami selanjutnya, yaitu kuil dan candi kebudayaan dunia UNESCO di Nikko. Di area Tosho-gu, semua candi yang ada adalah hasil seni. Semuanya dilapisi dengan emas dan didekorasi secara mendetail. Ketika hampir semua tempat diperbolehkan untuk memotret, saya menuju salah satu tempat dimana disini tidak diperbolehkan memotret. Saya berdoa sebentar dan kemudian berjalan menyusuri candi dan menyaksikan barang seni yang sudah berumur sedang direnovasi. Di sekitar candi terdapat museum, yang dipenuhi dengan tulisan dan artefak. Beberapa diantaranya diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Museum ini juga memutar film animasi, yang berkaitan dengan candi dan sejarahnya. Karena ini adalah salah satu situs kebudayaan dunia, saya dibuat diam seribu kata karena keindahannya.

Kami kembali ke Tokyo, dan menuju salah satu tempat yang populer yaitu Tokyo Skytree. Tempat dengan arsitektur yang mengagumkan ini memberikan pemandangan Tokyo 360 derajat di area observasi dengan kesempatan berfoto yang menakjubkan. Banyak staf yang berbicara dalam berbagai bahasa, jadi sangat mudah untuk pengunjung mendapatkan infromasi. Tidak hanya pemandangan yang menarik, namun juga adanya peta, video dan benda seni juga sangat menarik, informatif dan menawan. Sangat sesuai dengan keindahan dari Skytree. Bahkan elevatornya didekorasi dengan 4 musim yang ada di Jepang.

Perjalanan saya dengan menggunakan Tobu Railways tidak akan terlupakan. Saya merekomendasikan Tochigi, Utsunomiya, Nikko dan Tokyo Skytree untuk Anda yang baru pertama kali ke Jepang, juga kepada penduduk lokal yang ingin mengeksplor luar kota Tokyo. Cek www.facebook.com/tobugroup.en/ untuk informasi lebih lanjut, foto, dan kabar terbaru dari Tobu Railways dan bersiaplah untuk berpetualang! Ada banyak hal yang dapat dilihat dengan menggunakan Tobu Railways!

JapanTravel Featured
JapanTravel Featured

Gabung diskusi