Gempa Bumi Kumamoto

Gempa bumi besar yang mengguncang Kyushu pusat

Oleh Mandy Bartok   

Pada tanggal 14 April petang, sebuah gempa bumi melanda di luar ibu kota Kumamoto, tepatnya di Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu. Ketika besar kecilnya gempa hanya diukur sebesar 6.4 SR, intensitas gempa justru tercatat sebesar 7 SR yang merupakan tingkat tertinggi dalam skala Jepang. Selain itu, ini juga merupakan salah satu gempa yang terekspos diantara keempat gempa bumi lainnya dalam sejarah Jepang. Tidak lama kemudian, pada tanggal 16 April pagi harinya, gempa kedua dengan kekuatan 7.1 SR melanda daerah yang sama sehingga memicu gempa susulan beberapa kali dan menyebabkan kerusakan parah yang meluas di wilayah ini terutama untuk bangunan-bangunan yang sudah terkena gempa mula-mula.

Akibat kuatnya gempa bumi, banyak jalur transportasi di sekitar Prefektur Kumamoto mengalami kerusakan parah. Pada tanggal 20 April 2016, Shinkansen Kyushu (Sakura) menghentikan pengoperasian dari Hakata menuju Shinminamata karena rusaknya jalur kereta api pasca gempa. Banyak kereta api lokal di Kumamoto yang pengoperasiannya dihentikan sementara atau sekedar dioperasikan secara terbatas. Sementara itu, Bandara Kumamoto mengalami beberapa kerusakan terutama di terminal. Meski demikian, jadwal penerbangan tetap beroperasi pada tanggal 19 April. Di lain lokasi, jalan tol Kyushu ditutup antara Ueki IC dan Yatsushiro IC yang merupakan bagian antara Yufuin IC dan Beppu IC. Banyak akses jalur bis di Kyushu juga sedang dihentikan untuk sementara.

Beberapa bangunan bersejarah Kumamoto hancur seketika dalam bencana kembar tersebut. Selain itu, dinding kastil Kumamoto runtuh di beberapa bagian. Meskipun bagian utama dari kastil tersebut tetap utuh, sebagian besar atapnya hilang dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Aula utama dan gerbang Romon (sebuah harta warisan budaya) dari Kuil Aso di kota Aso juga roboh. Sebuah bencana tanah longsor besar telah menghancurkan jembatan Aso Ohashi beserta rel-rel yang menghubungkan jalur Kumamoto menuju Aso. Beberapa bencana tanah longsor lainnya menyebabkan banyak jalan-jalan kecil di sekitar daerah Aso tidak bisa dilewati saat ini.

Para pekerja kemanusiaan, relawan dan pejabat pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan keadaan seperti sedia kala khususnya untuk daerah-daerah yang terkena dampak bencana.

Terlepas dari Prefektur Kumamoto dan beberapa bagian Prefektur Oita, masih banyak bagian Kyushu yang tidak terkena gempa dan semua jalur transportasi beserta tempat wisata beroperasi seperti biasa.

Sumber: JMA

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Aveline Felicia

Aveline Felicia @aveline.felicia

A conscientious, flexible and quick-learner person living in the odyssey of mind. Possessing ambivert personality trait since when, having in-depth interests with blogging, translation, article writing, proofreading and sports.

Artikel asli oleh Mandy Bartok

Tinggalkan komentar