Sakura Gunung Yoshino di Nara

Tersohor dalam puisi: simbol kemekaran dari musim semi

Oleh Stephanie Marley   

Gunung Yoshino sudah lama terkenal akan sekumpulan sakuranya, serta tradisi penghormatan terhadap gunung (shugendo) sejak zaman dulu.

Perpaduan kuil-kuil, serta pondok pertapaan para pujangga di masa lalu merupakan sebuah cara lain menikmati hanami yang sangat unik. Seolah-olah membuat siapapun ingin melantunkan sebuah puisi selagi menikmati bunga-bunga sakura yang bertebaran.

Dapatkah aku mati
di bawah pohon sakura
yang sedang sepenuhnya mekar
disinari terangnya bulan purnama
pada musim semi?

- Biksu Saigyo (1118 - 1190)

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Stephanie Marley