Pengalaman Belajar Gratis Membuat Lilin

Acara Budaya di Pusat Turis & Penginapan NARA

Aku meremas dan melembutkan serpihan bahan lilin hitam dan oranye bersamaan di antara telapak tangan dan jari-jari, mencoba untuk mendapatkan warna coklat. Di seberang mejaku, peserta lain bertanya, “Apa warna telinga rusa? Dan kemana mereka pergi?” ketika ia melekatkan bahan lilin ungu berbentuk tanduk rusa ke lilin merah mudanya. Di sebelahku, wanita lain sedang mendandani lilin berbentuk kue mangkuk sehingga berbentuk seperti yang terlihat di pajangan jendela restoran dan toko kue. Mendadak aku merasa lapar hanya dengan melihatnya.

Pusat Turis & Penginapan NARA

Perfektur Nara membuka Pusat Turis & Penginapan NARA pada 23 Juli 2015, yang dimaksudkan untuk menjadi ‘toko perbelanjaan serba ada’ bagi semua sumber informasi tentang perjalanan wisata di Nara. Dan untuk maksud itu, mereka jelas telah berhasil. Staf yang ramah, berpengetahuan, dan multi bahasa, mudah dijumpai untuk menjawab pertanyaan, menyediakan saran terkait perjalanan dan membantu menghubungkan para turis dengan kebutuhannya, dimana di tempat ini terdapat dua dinding yang berisikan bacaan tentang perjalanan wisata (satu dinding tentang Nara, dan yang lainnya mengenai tempat lain di Jepang), dan ruang duduk untuk turis berisikan tiga laptop, beberapa komputer tablet, jaringan WI-FI gratis dan meja kursi yang nyaman untuk duduk dan merencanakan pergerakan selanjutnya. Hal yang paling diminati di Pusat Turis adalah pengalaman budaya harian yang disediakan untuk pengunjung secara gratis. Ada satu kegiatan yang berbeda setiap hari dan kegiatan musiman yang berbeda digilir dalam jadwal setiap bulan. Oktober adalah bulan untuk pengenalan bahasa Jepang, contoh dari buah-buahan Nara musiman, dan pengalaman membuat lilin.

Pembuatan Lilin

Ketika aku mendengar bahwa Pusat Turis menawarkan pengalaman membuat lilin, aku membayangkan sesuatu yang mirip dengan apa yang dikerjakan oleh penduduk di Eropa dan para pelopor abad ke-19 di Amerika (mencelupkan sumbu ke bahan lilin berulang-ulang hingga membentuk lilin atau menggulirkan sumbu ke lembaran lilin lebah). Namun sebaliknya, yang kutemui adalah bola beraneka warna, lilin-lilin berbentuk telur, lilin-lilin merah dan putih berbentuk kue mangkuk, dan kotak kecil bahan lilin multi warna untuk dekorasi. Ide pertama yang muncul di pikiran adalah menjadikan Nara sebagai lilin rusa. Hasil kerjaku memiliki semua sisi keanggunan dan kemahiran yang mungkin bisa disamakan dengan kerajinan tanganku di masa prasekolah dulu, namun seluruh proses dan pengerjaan dengan tangan sendiri ini cukup menyenangkan.

Setelah membentuk lilin-lilin kami ke dalam bentuk yang memuaskan, instruktur kemudian mencelupkan lilin-lilin tersebut ke bahan lilin jernih, menggabungkan semua bagian dan menutupi mereka dengan lapisan pelindung, sebelum mencelupkan lilin ke dalam air dingin untuk mengeraskan lilin ke bentuk permanen.

Menuju Kesana

Stasiun kereta terdekat ke Pusat Turis & Penginapan NARA adalah di Stasiun Kintetsu Nara. Sekitar 10 menit berjalan kaki dari sana ke Higashi-muki dan jalanan yang dipenuhi pertokoan bernama Sanjo-dori ke Kolam Saruwasa dan Pusat Turis di bantaran selatan kolam

Perjalanan dari Stasiun Nara lebih lama, butuh waktu sekitar 20-25 menit namun langsung ke tempat tujuan, dimana pengunjung cukup berjalan lurus ke jalanan yang dipenuhi pertokoan Sanjo-dori (di luar Pintu Keluar Timur Stasiun Nara) untuk mencapai Pusat Turis ini.

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang NARA Visitor Center & Inn

0
1

Gabung diskusi

Odilia Sindy Okinawati 7 tahun yang lalu
Wow...never have idea that kind of place is exist^^ Muat be great experience