Naik Perahu di Ngarai Dorokyo

Naik melalui atas jurang curam di Kumano

Oleh Bryan Baier   

Kecepatan arus sungai bagaikan air sungai yang berwarna kecokelatan yang berlumpur mendekati dan menghilang di bawah garis cakrawala. Seolah bisikan tersebut mengisyaratkan tanda bergegasnya air naik meningkat dalam volume besar ketika perahu Kawasemi mendekati dengan cepat.

"Apakah aman naik perahu ini? Bisakah kita mendapatkan kembali jeram? "Aku meminta ke pengemudi. "Kita akan kembali secepatnya tanpa adanya masalah," kata pengemudi. Wajah pengemudi tersebut mulai terlihat meyakinkan, dan segera bergegas untuk mengarungi air sungai. Pengemudi perahu kemudian menyalakan mesin dan Kawasemi melonjak turun dengan cepat dan menuju dinding batu dari tikungan berikutnya dalam sungai.

Ngarai (bentang alam yang menyerupai lembah yang memiliki sisi tebing yang hampir tegak lurus dengan permukaan tanah) Ngarai Dorokyo dan Lembah Sungai Kumano.

Ngarai Dorokyo adalah nama kolektif diberikan dari 31 kilometer bentangan panjang jurang di sepanjang Sungai Kitayama, anak sungai dari Sungai Kumano, yang berjalan melalui prefektur Nara, Mie dan Wakayama.

Doro-Hatcho adalah bagian terpanjang yaitu 1,2 kilometer dari Dorokyo yang memiliki fitur tebing terjal klasik dan formasi batuan raksasa dari ngarai yang besar. Doro-Hatcho hanya dapat diakses dengan pesawat jet perahu dari hilir atau dengan mobil dari jalan gunung berkelok-kelok di Totsukawa-mura di bagian paling bawah dari Nara Prefektur. Datang dengan hibah mobil menuju akses ke perbatasan trilateral Nara, Mie dan Wakayama prefektur sehingga wisata sungai menggunakan perahu.

Perjalanan Wisata Pribadi Dengan Perahu Kawasemi

Suara mesin seolah mendekat dari hilir ke hulu yang digembar-gemborkan melalui pendekatan dari Kawasemi. Setelah beberapa detik, Kawasemi muncul di sekitar tebing dari sebuah tikungan sungai menuju jalan yang berserakan pasir dan kerikil di mana perahu jet besar diparkir dan dua tenda festival jalanan menjabat sebagai toko pelabuhan dan kafe.

Setelah memakai jaket dan mendengarkan tata tertib keselamatan, kita tidak boleh membuang sampah sembarangan saat menuju hilir di Kawasemi. Pengemudi perahu kepada penumpangnya bercerita tentang geografi jurang dan bentuk-bentuk jurang yang berbeda dengan nama formasi batuan. Namun aku begitu asyik dalam menikmati pemandangan yang ada, kayu-kayu yang lama dan unik terdapat di Hotel Doro pada sebuah tebing, rumah lampiran (tidak ada lagi dalam bisnis karena jembatan gantung lama-lalu-runtuh-nya) di tebing berlawanan itu, hutan hijau tak berujung dengan tebing dan sungai pemandangan, itu sulit untuk diperhatikan.

Kami melepas penat ke tebing sebuah sisi sungai dengan pemandangan seolah membiarkan perahu jet melewati kita dan melihat ia pergi secepat mungkin lalu menghilang hilir mudik. Tidak mau kalah dengan perahu jet, sopir Kawasemi membawa kami menuruni jeram dan kemudian berbalik untuk membawa kita kembali. Pada satu titik di perjalanan kembali pengemudi jeram berhasil melawan arus dan menahan kami di tengah derasnya arus!

Tur dengan Kawasemi mengeluarkan biaya 3.800 Yen untuk dua orang, 4.800 Yen untuk tiga orang dan 5.600 Yen untuk empat orang. Sebuah kelompok memesanan yang terdiri dari 4 orang hingga kapasitas perahu dari 7 membuka tarif yang lebih rendah dari 1.400 Yen per orang. Perjalanan wisata biasanya berlangsung 30 menit, namun perjalanan tersebut dapat dinegosiasikan kembali sesuai keinginan kita.

Memancing, naik gunung, sambil menikmati makanan pedesaan dan sumber air panas juga tersedia di daerah yang membuatnya berharga untuk jarak jauh ini ke sebuah wilayah terpencil. Perjalanan menuju ke Dorokyo, Doro-Hacho dan Kawasemi membutuhkan 3-4 jam mengemudi dari Osaka sepanjang Route 168 atau 169. Ini bernilai perjalanan untuk mengambil naik dari Grand Canyon dari Kumano.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Meriani Nailufar

Meriani Nailufar @meriani.nailufar

Artikel asli oleh Bryan Baier

Tinggalkan komentar