Membuat Kertas Jepang Washi Gratis

Agenda budaya harian NARA Visitor Center & Inn

Oleh Bryan Baier   

"Kertas datang ke Jepang dari Cina sebelum records menjadi mudah diandalkan," ujar instruktur pembuat kertas. "Saat itu, pembuatan kertas dikerjakan dan dikontrol secara eksklusif oleh para aristrokat. Kemudian di abad ke-7, terjadi sebuah pertikaian atas perebutan tahta antara dua saudara, Otomo no Oji dan Oama no Oji.

"Otomo mendapatkan tahta kerajaan dan mengusir Oama. Oama pindah ke Yoshino di mana di situ ia belajar menjadi biksu dan mengumpulkan pengikut. Saat di sana, ia juga mengajarkan orang-orang di Yoshino bagaimana membuat kertas. Kemudian konflik Jin Shin No Ra terjadi di tahun 673, Oama menggelar kudeta melawan kakaknya dan merebut tahta kerajaan menjadi Kaisar Temmu. Dikarenakan jasanya mengajarkan orang-orang di Yoshino dalam membuat kertas, seni membuat kertas kemudian berkembang ke seluruh Jepang.

NARA Visitor Center & Inn

Pada tanggal 23 Juli 2015, Perfektur Nara membuka NARA Visitor Center & Inn di tepi selatan Sarusawa Pond yang terletak di sebelah Nara Park. Dengan dua tembok yang dipenuhi dengan literasi perjalanan (satu untuk Nara dan satunya lagi untuk Kansai dan daerah lain di Jepang), tiga laptop, beberapa tablet, tersedianya fasilitas Wi-Fi gratis di Traveler's Lounge, serta staf multi bahasa yang siap menjawab tiap pertanyaan, Tempat ini menjadi sebuah tempat pemberhentian bagi para pengunjung Nara. Terdapat sebuah kegiatan budaya seperti crown jewel yang digelar secara gratis. Ada pula kegiatan lainnya yang ditawarkan tiap hari dan kegiatan musiman akan digelar setiap bulannya.

Pembuatan Kertas Washi

Pembuatan kertas washi dijadwalkan untuk September dan Oktober, kelasnya sendiri langsung dibimbing oleh ahli washi dari Yoshino. Para peserta mempunyai pilihan membuat kartu nama atau kartu pos, serta berbagai daun, bunga, rumput kering, juga kertas bermotif disediakan sebagai dekorasi kertas. Setelah peserta memilih tipe dekorasi yang akan digunakan, peserta bisa mengambil cetakan kayu seukuran kartu nama dan kartu pos dan saringan sudare, dan kemudian meraup bubur kertas cair dari tabung (bubur kertas dibuat dari campuran kulit pohon cedar putih, kulit pohon mulberi, dan campuran bubur kertas yang hasil produksi daerah setempat). Setelah seluruh air telah habis mengalir keluar, saatnya untuk menghias kertas yang akan dibuat menjadi kartu pos dan kartu nama dengan menyendokkan bubur kertas lagi ke tiap cetakan. Untuk membiarkan kertas mengering memang akan membutuhkan waktu yang cukup lama, namun Visitor Center akan mengirimkan hasil karya ke rumah tiap peserta selama areanya masih di Jepang. Kartu-kartu ini adalah salah satu buah tangan yang sangat cocok untuk diberikan karena merupakan hasil karya sendiri. Kartu-kartu ini juga lebih kuat dan tahan lama dibandingkan kartu konvensional dikarenakan ketahanan dari serat-serat alami yang digunakan.

Menuju Ke Sana

NARA Visitor Center & Inn berjarak 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara. Ikuti jalan menurun melalui Higashi-Muki yang dipenuhi tempat belanja di sisi jalan ke jalan belanja Sanjo-dori, belok kiri dan kemudian jalan lurus hingga mencapai kolam Sarusawa. 

Jika dari JR Nara Station, ambil East Exit dan berjalan lurus terus menuju Sanjo-dori hingga bertemu Sarusawa Pond. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 20 hingga 25 menit.

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang NARA Visitor Center & Inn

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Khoirunnisa Wirdaningrum

Khoirunnisa Wirdaningrum @khoirunnisa.wirdaningrum

A little living wanderer wandering around one place to another.

Artikel asli oleh Bryan Baier

Gabung diskusi

Odilia Sindy Okinawati 5 tahun yang lalu
Wah kemarin belum sempat kesini gegara keasyikan jalan keliling Nara....