10 Hal yang harus dilakukan di Sendai

Yang Terbaik Dari Ibukota Tohoku

Oleh Justin Velgus   

Jika Anda berpergian ke area utara Jepang, yaitu Tohoku, Anda akan menjadikan kota Sendai sebagai tempat perhentian, atau bagian dari rencana perjalanan. Dengan kereta cepat, bus malam, dan bandara, pusat kegiatan transportasi ini telah berubah cepat menjadi pusat budaya dan ekonomi modern bagi seluruh wilayah.

Kecantikan alam, makanan, sejarah para samurai, kota ini telah memiliki -meski sedikit- segalanya tanpa menjadi mirip Tokyo atau kerumunan turis di Kyoto. Berikut ini adalah 10 yang bisa Anda lakukan saat berkunjung di Sendai.

10. Naik Loople Sendai. Loople Sendai adalah bus tamasya yang nyaman. Berangkat dari Stasiun JR Sendai, dengan tiket all-day pass Anda bisa naik dan turun di setiap pemberhentian bus yang berlokasi di sekitar objek wisata turis di sekeliling pusat kota. Bus biasanya akan kembali ke Stasiun Sendai setelah perjalanan loop sekitar 75 menit. Ini juga cara yang menyenangkan untuk melihat-lihat kota, Sungai Hirose, dan kehidupan sehari-hari para penduduk.

9. Mempelajari Kisah Date Masamune. Samurai feodal Date Masamune, yang dikenal dan ditakuti oleh musuh-musuhnya sebagai "Naga Bermata Satu", menemukan Sendai lebih dari 400 tahun yang lalu. Banyak obyek wisata yang mengisahkan ia atau para pendahulunya. Sejarah bercerita tentang perlawanan, kekerasan, kecintaannya pada seni, dan pencapaiannya yang melegenda. Kunjungi Sendai City Museum, Zuihoden (pemakaman Masamune), dan Situs Sendai Casle dengan menggunakan Loople Sendai, angkutan umum, atau berjalan kaki selama 30 menit dari Stasiun JR Sendai.

8. Mecoba Gyutan. Makanan terkenal di Sendai adalah Gyutan. Fakta bahwa lebih dari 100 rumah makan yang menjual makanan lezat ini, membuatnya sangat terkenal bahkan melebihi Date Masamune! Jika Anda bukan penyuka daging, Sendai juga terkenal dengan mi Tiongkok dingin, miso, sake, permen tradisional, tiram dan sushi di sekitar kota, zunda mochi (terbuat dari kacang kedelai) dan masih banyak lagi. Coba juga Asaichi Street Market untuk cita rasa yang segar.

7. Berbelanja di Ichibancho. Ichibancho adalah wilayah yang terbentang dari depan Gedung AER sampai Stasiun Sendai, beberapa blok hingga Jozenji-dori Avenue. Mal di sepanjang pedestrian ini berisikan toko-toko besar dan kecil. Anda bisa menemukan bermacam produk fesyen, kosmetik, suvenir, makanan, dan banyak lagi. Berjalan di sepanjang area ini memakan waktu setidaknya 20 menit. Saat Tahun Baru, ada penawaran dengan harga menarik yang bisa menghemat uang dan Anda bisa membeli "lucky bag" yang berisi bermacam barang, sebagian adalah barang yang harganya cukup mahal.

6. Mengunjungi Patung Daikannon. Patung Daikannon adalah patung raksasa yang terletak di daerah sub-urban Sendai, dekat dengan lapangan golf. Patung Dewi Kasih Sayang ini adalah 1 dari 10 patung tertinggi, namun seringkali terlewat dari pandangan turis. Masuklah ke patung berwarna putih gading ini dan Anda akan disambut oleh patung-patung Budha dan pemandangan yang terbentang indah. Untuk datang ke sini, Anda bisa naik bus dari terminal bus di Stasiun JR Sendai selama 30 menit.

5. Menikmati Malam di Kokubuncho. Kokubuncho adalah area hiburan malam di Sendai yang terletak di antara Hirose-dori Avenue dan Jozenji-dori Avenue (1 blok di sisi barat DIsney Store). Dengan 3000 rumah makan, bar, dan lounges, ini adalah tempat bermain terbesar bagi orang dewasa di utara Tokyo. Meskipun berjalan sendirian di sepanjang jalan ini biasanya aman, sebaiknya Anda tidak membawa anak-anak karena terkadang ada orang yang mabuk atau gambar reklame dengan foto perempuan berbaju seksi. Beberapa tempat mengenakan tarif untuk duduk atau pelayanannya, jadi bertanyalah sebelum masuk atau cek di buku panduan turis. Anda juga bisa minta rekomendasi pada penduduk setempat.

4. Mengunjungi Klenteng dan Kuil. Ada banyak klenteng dan kuil yang tersebar di seluruh kota. Anda bisa menemukan komplek klenteng di belakang Stasiun Sendai di sepanjang Jalan "Shindera" (Klenteng Baru), seperti halnya di Kitayama, dengan berjalan beberapa menit dari subway Kitasendai atau Stasiun JR. Terdapat ziarah 33 Kannon dan 7 Dewa Keberuntungan di sini. Kuil paling terkenal di kota ini adalah Osaki Hachimangu. Sementara klenteng yang terkenal adalah Rinno-ji Temple.

3. Trip Satu Hari. Sendai dikenal sebagi kota kecil yang padat. Penduduk atau turis bisa mencapai banyak tempat wisata dengan menggunakan kendaraan atau transportasi publik dalam 1 jam saja. Klenteng bukit Yamadera di Prefektur Yamagata, Matsushima ( salah satu tempat tercantik di Jepang), dan kota musim semi Sakunami serta Akiu adalah beberapa pilihan yang populer.

2. Melihat Wilayah Bencana Tsunami. Gempa bumi besar yang terjadi di Jepang Timur telah memicu tsunami yang menewaskan ribuan jiwa dan menghancurkan kawasan pesisir di Fukushima, Miyagi, dan Iwate. Berkunjung ke luar pusat kota memberi Anda sudut pandang betapa masifnya gelombang kematian dan momen untuk mengenang para korban. Anda dapat menyaksikan rumah-rumah yang hancur, lahan kosong dimana rumah pernah berdiri, sekaligus tempat untuk berharap kebangkitan dan pembangunan kembali. Untuk mencapai area ini, sebaiknya Anda menyewa mobil dan menyetir selama 30 menit karena tidak ada pilihan transportasi publik.

1. Jalan-jalan Di Sepanjang Jozenji-dori Avenue. Jozenji-dori Avenue adalah jalan berbentuk pohon yang secara sempurna menyimbolkan panggilan untuk Sendai : Kota Pohon. Sendai dilimpahi oleh kecantikan alam, dan berjalan di bawah bayangan pohon besar zelkova saat musim panas atau menyaksikan malam menjelang di festival iluminasi tahunan musim dingin adalah pemandangan yang sungguh romantis. Terdapat banyak kios dan kafe, juga taman di jalanan yang memiliki panjang 500 meter ini. Kawasan ini juga menjadi tempat diadakannya pagelaran besar, seperti International Half Marathon, Street Jazz Festival, dan Aoba Festival.

Apa kenangan terindah Anda saat di Sendai? Apakah Anda punya rekomendasi yang belum ada di daftar ini? Silakan tulis di kolom komen di bawah ini.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Midya

Midya @nona.wawa

Love. Laugh. Pray. Travel! ;)

Artikel asli oleh Justin Velgus

Tinggalkan komentar