Pasar Ikan Misaki Kanagawa

Menyaksikan proses tawar-menawar tuna

Oleh Tomoko Kamishima   

Misaki (三 崎) cukup terkenal karena pemancingan, tempat penampungan, dan segala hal yang berurusan dengan tunanya. Berbeda dari pasar Tsukiji Tokyo (sebelum pindah ke Pasar Toyosu), Pasar Misaki menggunakan sistem bidding untuk membeli dan menjual tuna. Seperti yang mungkin Anda ketahui, Tsukiji menjalankan sistem pelelangan dan selalu dipenuhi dengan kehebohan, semangat, dan energi. Itu membuat Tsukiji tampak seperti medan perang. Di sisi lain, Misaki menyerupai permainan catur. Para pembeli di sini tampaknya saling bertarung secara mental. Wajah serius dan gelisah mereka serta suasana tegang cukup terasa. Saya merasa hal ini sangat menarik.

Pasar Tuna

Di Pasar ini, sebagian besar yang diperjualbelikan adalah tuna. Hanya pembeli profesional yang dapat melakukan penawaran. Pengunjung diizinkan untuk mengamati dari lantai dua. Pasar ini sendiri memperdagangkan 600 hingga 1500 tuna per hari. Tuna-tuna tersebut dibekukan dalam freezer di atas kapal pada suhu antara -40 hingga -60 derajat Celcius, segera setelah mereka ditangkap.

Setelah dipindahkan dari kapal penangkap ikan, organ-organ dalam serta insang tuna dibuang. Lalu, ukuran dan beratnya diperiksa secara menyeluruh. Kemudian tuna-tuna tersebut diberi nomor. Setelah itu, ekornya dipotong dan ditaruh di samping badan ikan. Permukaan bagian tuna yang dipotong sangat mirip cincin-cincin yang terlihat dalam lingkaran tahun pohon. Para pembeli mengevaluasi permukaan potongan ekor tuna dengan sangat serius, keseriusannya sama seperti seakan-akan mereka bertarung dengan menggunakan pedang asli. Jika mereka ingin membeli satu, mereka menuliskan harganya di sebuah kertas catatan. Pada akhirnya, pembeli yang berhasil mengalahkan semua penawar lain lah yang mendapatkan tuna yang ditawarkan.

Beberapa pembeli berhasil membeli cukup banyak tuna seperti yang mereka rencanakan. Tetapi yang lainnya tidak seberuntung itu. Pembeli yang tidak bisa mendapatkan cukup tuna dalam satu sesi penawaran akan berpartisipasi dalam penawaran berikutnya. Tuna-tuna yang ditawarkan dalam sesi berikutnya ditutupi dengan sebuah terpal biru. Semua tuna yang berhasil ditawar oleh pembeli ditandai dengan tali-tali berwarna. Para pembeli yang sukses akan menumpuk tuna beku mereka pada gerobak dan gerbang luar pasar dibuka hanya selama 30 detik saja. Hal ini dilakukan untuk menjaga pasar tetap dingin agar tuna tetap segar.

Ikan Lain

Pasar Misaki juga memperjualbelikan ikan lain seperti makerel, pacific saury, bluefish Jepang, alfonsino, dll. Ketika saya berada di sana, ikan pacific saury baru saja sampai di pasar dan beberapa pekerja sudah mulai menyortirnya sesuai ukuran.

Mengamati Pasar

Pasar buka sejak pukul 5 pagi, tapi waktu terbaik untuk menangkap geliat sebagian besar aksi tawar-menawar dan kegiatan pasar yang lain adalah antara pukul 8.30-10.00. Ketika Anda keluar dari stasiun kereta Misaki-Guchi di Jalur Keihin Kyuko, naiklah bus dari #2 dan turunlah di halte bus Misaki-ko. Menyeberanglah di persimpangan yang ada di depan halte bus dan jalan lurus saja selama beberapa menit (pelabuhan ada di sebelah kiri Anda). Tak lama kemudian Anda akan melihat sebuah bangunan tujuh lantai berwarna putih di depan Anda. Ada kantor pos di lantai pertama gedung tersebut. Bagian resepsionis bagi pengunjung yang ingin masuk ke pasar ada di lantai dua.

Tiket Multifungsi Satu Hari (Misaki Maguro Kippu)

Jalur Keikyu menjual tiket yang multifungsi bagi para wisatawan di daerah Misaki. Di dalamnya sudah termasuk tiket pulang dari stasiun jalur Keikyu terdekat, akses bus gratis di daerah tersebut, kupon makan yang dapat digunakan di restoran tuna tertentu, serta biaya masuk ke salah satu dari berbagai fasilitas rekreasi di daerah tersebut. Saya membeli tiket ini di Stasiun Yokohama dan menghemat sekitar ¥1,200.

Ada banyak restoran di dekat pasar. Setelah Anda mengamati penawaran tuna, berjalan-jalanlah di sekitar pelabuhan dan nikmati beberapa hidangan tuna di restoran Misaki! Meski bukan penggemar tuna, Anda akan tetap senang bisa bertemu dengan orang-orang ramah yang tinggal dan bekerja di kota pelabuhan kecil ini.

*Catatan: Perlu diketahui bahwa pasar tidak buka setiap hari.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Tomoko Kamishima

Gabung diskusi

Vicky Amin 2 minggu lalu
Wahh kelihatannya lebih manusiawi yaa dibandingin pelelangan di Tsukiji :'D