Kuil Totto

Kuil Shinto khas desa

Oleh Dorothee Tsunoda   24 Agt 2018

Kuil Totto terletak di Higashiagatsumamachi, Prefektur Gunma. Gunma berada di tengah dari pulau utama Jepang, dan sangat terkenal akan Onsen Kusatsu serta Nikko.

Kuil Totto telah berusia lebih dari 100 tahun, dan merupakan kuil shinto yang biasa Anda temukan di desa-desa di seluruh Jepang. Shinto adalah agama tertua di Jepang yang berarti 'Jalan Tuhan'. Bersama dengan Budha, yang merupakan agama mayoritas di Jepang. Meskipun Kuil Totto cukup tua, bangunan kayu masih kuat dan dipergunakan untuk menyelenggarakan festival dan upacara tradisional. Seperti 'Shichi-go-san', yang merupakan upacara untuk anak laki-laki maupun perempuan berusia 7, 5 dan 3 tahun. Pada saat upacara, anak-anak mengenakan kimono. Kuil ini juga mengadakan Matsuri (yang berarti festival) dengan musik dan tarian tradisional Jepang. Festival diadakan beberapa kali dalam setahun. Festival yang terakhir adalah saat mulainya musim bertanam, pada akhir April, sebagai ucapan terrima kasih kepada Tuhan atas cuaca yang baik. Banyak orang yang datang ke festival terutama anak-anak. Karena pada saat festival berlangsung, permen dan kue beras dilemparkan ke kerumunan orang-orang,

Higashiagatsumamachi dapat ditempuh dengan kereta selama dua setengah jam dari Tokyo, atau sekitar 3 jam dengan bus. Anda bisa mengunjungi kuil dengan turun di Stasiun Yagura (Jalur Agatsuma dari Takasaki) kemudian berjalan selama kurang dari 15 menit. Perjalanan dari stasiun ke kuil sangat mengagumkan dengan pemandangan pegunungan dan Sungai Agatsuma begitu Anda melintasi jembatan. Terdapat Kuil Totto lainnya (kuil dengan nama yang sama) terletak beberapa meter di sebelah kiri dari Stasiun Yagura. Kuil ini bisa saja tidak terbuka untuk umum, namun Anda bisa mengagumi arsitekturnya atau taman kuil ini.

Cara ke sana

Gunakan jalur Agatsuma dari Takasaki, dan turun di Stasiun Yagura.

Atau bisa juga gunakanBus JR dari Stasiun Shinjuku menuju Kusatsu.

Ditulis oleh Dorothee Tsunoda
JapanTravel Member
Diterjemahkan oleh Odilia Sindy Okinawati

Tinggalkan komentar