Rencana Perjalanan di Nagasaki

Matahari, laut, dan sejarah di belahan barat Kyushu

Ringkasan

Nagasaki adalah salah satu wilayah di Jepang di mana beragam hal bertemu di dalamnya, mulai dari perpaduan budaya, adat, dan makanan yang membuat pengunjung ingin menetap dan menikmati atmosfer unik dari prefektur pesisir ini. Sebagai satu-satunya pelabuhan yang dibuka untuk perdagangan semasa Zaman Edo, Nagasaki memiliki sejarah yang panjang terkait menyambut dan menyerap budaya luar, menjadikan prefektur di wilayah selatan ini semakin unik, bahkan dibandingkan dengan seluruh wilayah lain di Kyushu.

Rencana Perjalanan Satu Hari

Tidak ada tempat yang lebih baik di Prefektur Nagasaki untuk dijelajahi, dari pada ibukotanya itu sendiri, Kota Nagasaki.

  • Museum Bom Atom dan Taman Perdamaian Nagasaki (Nagasaki Atomic Bomb Museum and Peace Park)
  • Dejima
  • Taman Glover (Glover Garden)
  • Gunung Inasa

Museum Bom Atom dan Taman Perdamaian Nagasaki

Dari stasiun kereta JR utama Nagasaki, tempat ini berjarak 15 menit menaiki tram (Tram #1 atau #3) ke pemberhentian tram Hamaguchi-machi atau Matsuyama-machi. Hanya berjarak beberapa langkah, museum ini berdiri dekat epicenter dari bom atom kedua yang dijatuhkan di Jepang pada tanggal 9 Agustus 1945. Museum ini berfokus pada kehidupan Nagasaki baik sebelum dan sesudah peristiwa yang sangat menghancurkan itu, juga mencakup ruangan video yang penuh dokumenter dan wawancara personal. Tak jauh dari sana, Taman Perdamaian Nagasaki memiliki patung putih besar yang menjadi simbol perdamaian serta sebuah obelisk hitam yang menandakan epicenternya. Nama-nama korban bom dituliskan di atas obelisk itu.

Dejima

Jalur tram #1 dapat membawa Anda ke pusat kota dalam waktu 30 menit, menuju kota modern di mana pulau Dejima dulunya berada. Di pulau berbentuk kipas inilah (yang dulunya dikelilingi perairan Pelabuhan Nagasaki) orang-orang Belanda diasingkan setelah shogun (sang penguasa militer) menutup Jepang pada pertengahan 1600an. Selama lebih dari dua abad, inilah satu-satunya pelabuhan di seluruh penjuru negeri yang boleh dimasuki pedagang dan pengunjung asing.

Taman Glover

Area Pecinan yang berada tak jauh dari Dejima, yang merupakan Pecinan tertua di Jepang, menawarkan banyak tempat untuk makan siang. Dari sana, Tram #5 mengantar Anda menuju pemberhentian tram Oura-Tenshudo-shita, tepat di kaki taman. Wilayah perbukitan ini dulunya merupakan area perumahan dari para penduduk barat yang menetap di Nagasaki, yang kebanyakan merupakan pedagang-pedagan Eropa. Sebuah eskalator panjang akan membawa pengunjung ke puncak bukit, setelah puas mengelilingi bagian bawah area untuk menikmati pemandangan laut. Jangan lupa kunjungi juga Katedral Oura, yang dulunya merupakan area penting bagi para penduduk Kyushu yang pindah ke agama Kristen.

Gunung Inasa

Malamnya, pergilah ke Gunung Inasa menggunakan tram, bus, atau taksi, dan naiki kereta gantung ke puncak. Dari sana, salah satu pemandangan malam terbaik di Jepang akan tersajikan di hadapan Anda, dengan cahaya dari kota yang berkerlap-kerlip di bawah.

Rencana Perjalanan Dua Hari

Kalau ingin menikmati pengalaman bertualang di Nagasaki selama dua hari, Anda mungkin ingin tiba di Bandara Fukuoka sedikit lebih awal. Kereta Limited Express Midori akan membawa Anda langsung ke Sasebo dari Stasiun Hakata di Fukuoka dalam waktu dua jam.

  • Pelayaran Kujukushima (Kujukushima Cruise)
  • Burger Sasebo
  • Kujukushima Aquarium
  • Huis Ten Bosch
  • Kawachi-toge Pass
  • Museum Sejarah Matsuura (Matsuura Historical Museum)
  • Gereja Memorial St Francis Xavier (St Francis Xavier Memorial Church)
  • Pos Perdangangan Belanda (Dutch Trading Post)

Hari Pertama

Pelayaran Kujukushima

Di Sasebo, bergegaslah menuju Kujukushima Pearl Sea Resort (via taksi atau bus dari Stasiun Sasebo). Dari sini, kapal berangkat menuju beberapa pulau yang tersebar di sebuah teluk terpencil.

Burger Sasebo

Setelah melakukan pelayaran, nikmati menu paling terkenal sekota, burger Sasebo. Sebuah impor budaya dari Amerika yang membanjiri wilayah ini setelah Perang Dunia II. Kota ini menawarkan peta burger Sasebo yang menyorot hampir selusin tempat makan, namun yang paling nyaman untuk Anda mungkin adalah Bell Beach, yang berada di pintu masuk menuju area Kujukushima Pearl Sea Resort.

Kujukushima Aquarium

Untuk dapat melihat lebih dekat apa saja yang hidup di bawah gelombang lepas pantai, habiskan waktu dengan mengunjungi Kujukushima Aquarium. Para penguni terumbu karang, penyu-penyu, serta ikan-ikan pari raksasa hanya sedikit dari banyak makhluk hidup yang menyebut tempat ini sebagai rumah.

Huis Ten Bosch

Menjelang sore, kembalilah ke Stasiun Sasebo dan naiki kereta JR Sea Side Linter menuju Nagasaki. Turun di Huis Ten Bosch, sebuah resor dan kompleks hiburan yang menyerupai sebuah kota Belanda. Taman ini terkenal akan bunga-bunganya serta pencahayaan malamnya yang memukau, terutama pada bulan November hingga awal April. Lewatkan malam di sini di hotel pertama Jepang yang dikelola oleh robot, Henn na Hotel.

Hari Kedua

Pada hari kedua Anda, naiki Matsuura Railway ke Stasiun Tabira-Hiradoguchi (di mana dari sini Anda dapat mencapai Kota Hirado dalam waktu sepuluh menit) atau naiki bus JR langsung dari Sasebo ke Hirado yang berada di wilayah pesisir barat laut Prefektur Nagasaki. Anda dapat menyewa sepeda elektrik di pusat informasi kota untuk mengelilingi area semenanjung.

Kawachi-toge Pass

Awali petualangan Anda di Kawachi-Toge Pass yang berlokasi di atas kota. Dari ketinggian ini, Anda bisa melihat luasnya pemandangan kepulauan Kujukushima utara dan kepulauan Iki serta Tsushima di kejauhan. Terdapat beberapa jalur pendakian di sini, dan yang paling terkenal adalah jalur Kyushu Olle.

Museum Sejarah Matsuura

Kembali ke kota, kunjungi Museum Sejarah Matsuura yang didedikasikan untuk klan yang dulunya memerintah pulau selama hampir sembilan abad. Keluarga Matsuura memperoleh kekayaannya dari perdanangan internasional dan Anda dapat menemukan berbagai koleksi bernuansa kebarat-baratan di sini.

Gereja Memorial St Francis Xavier

Bersamaan dengan perdangangan internasional, Hirado juga memikat para misioner asing, dan Francis Xavier yang terkenal adalah salah satunya. Gereja Memorial St. Francis Xavier dikonstruksi pada tahun 1913 untuk mengenang kunjungan sang misioner pada tahun 1550.

Pos Perdangangan Belanda

Akhiri perjalanan Anda di Pos Perdagangan Belanda yang menawan ini, sebuah tempat yang baru saja direkonstruksi dari wujud aslinya yang sudah berdiri sejak awal 1600an. Museum di dalamnya menjelaskan secara detil sejarah Hirado, dengan sejumlah artefak unik termasuk kostum Belanda bergaya samurai.

0
0

Tinggalkan komentar

Kembali ke konten